Ada Tindakan Intoleran di Solo, Ganjar Pranowo Minta Warga Diajak Ngobrol

SEMARANG - Kakanwil Kemenag diminta bisa mengajak warga dan banyak tokoh agama untuk ngobrol terkait isu yang sedang terjadi di Solo.

Hal ini menyusul tindakan intoleran yang terjadi di sana akhir pekan kemarin. Seperti disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam rilis yang dilayangkan ke radartegal.com, Selasa (11/8).

Pihaknya mendukung langkah Kepala Kantor Wilayah Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah Mustain Ahmad mengajak bicara warga dan tokoh agama pasca tindakan intoleran di Solo beberapa hari lalu.

Hal tersebut disampaikan saat keduanya bertemu dalam acara Silaturahim Antar Tokoh Agama bertema Penguatan Peran Tokoh Agama di Masa New Normal secara virtual, Selasa (11/8).

"Terima kasih Pak Kakanwil Kemenag sudah standby di Solo. Saya ndherek titip Pak, warganya kita ajak ngobrol. Tentu Kakanwil sudah tahu isunya apa. Ayo kita ajak ngobrol, kita dekati para tokohnya," kata Ganjar sebelum membuka dan memberikan arahan acara silaturahim tersebut.

Sebelumnya, Ganjar juga sudah berkoordinasi dengan kapolda Jawa Tengah agar dilakukan penyelidikan terkait peristiwa yang terjadi Sabtu (8/8) lalu. Bahkan Ganjar mendukung penuh penegak hukum agar mengambil tindakan tegas sehingga tidak ada lagi orang yang main tindakan semena-mena.

"Saya dukung penuh karena kalau kita membiarkan terus yang seperti ini nantinya masyarakat akan terganggu. Mudah-mudahan nanti Kakanwil bisa mengajak banyak tokoh, baik juga untuk diajak ngobrol secara tertutup sehingga nanti bisa dijelaskan duduk persoalan hingga kelak kemudian tidak ada kejadian seperti ini," jelasnya.

Sementara itu, terkait penguatan peran tokoh agama di masa new normal, Ganjar mengatakan pentingnya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menata diri. Itu disampaikan karena selama empat bulan berlalu, persepsi masyarakat tentang Covid-19 masih berbeda-beda.

"Kita musti sadar diri untuk menata diri karena sekarang klasternya sudah ada di mana-mana. Maka tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi sangat penting. FKUB hari ini mengadakan rapat. Top, saya sangat mengapresiasi. Ini sebenarnya kekuatan yang kita tunggu. Ini harapan yang kita tunggu dan kita mengambil peran itu. Saya berterimakasih, ini luar biasa," katanya.

Ganjar menjelaskan, dalam penanganan Covid-19 ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama, mengurus masalah kesehatan, kedua, Jaring Pengaman Sosial (JPS), dan ketiga, Jaring Pengaman Ekonomi (JPE).

Pengelolaan manajemen krisis itu membutuhkan kolaborasi semua pihak. Begitu juga dalam membangun kesadaran masyarakat.

"Komunikasikan dengan baik. Kawan-kawan FKUB pasti punya rumus, pasti punya diksi, kalimat, dan dasar untuk bisa disampaikan. Silakan dalil, monggo dalil. Saya minta, dari komunitas dan rumah ibadah Anda menjelaskan dengan langsung dan tidak langsung. Terserah caranya, mau melalui medsos, saat beribadah, atau waktu ceramah dengan cara masing-masing," jelasnya. (*/ima)

Baca Juga:

  • Permalukan Perdana Menteri Vanuatu soal Papua di Sidang PBB, Diplomat Muda Cantik Indonesia Ini Banjir Pujian.
  • Balas Sindiran KPK, ICW: Ada Pihak yang Mengaku Pejuang Padahal Sejatinya Merupakan Musuh.

Berita Terkait

Berita Terbaru