Akhirnya Tewas, Pedofil Asal Perancis Bunuh Diri di dalam Rutan dengan Kabel Diikat ke Leher

JAKARTA - Kasus eksploitasi seksual anak di bawah umur dengan pelaku yang merupakan WNA Prancis bernama Francois Abello Camille (FAC) akan sulit tuntas. Hal ini setelah pelaku tewas akibat percobaan bunuh diri yang dilakukannya.

Dari Pojoksatu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan detik- detik tersangka WNA Prancis melakukan percobaan bunuh diri, Senin (13/7).

Awalnya, petugas melakukan patroli di masing- masing rutan di Polda Metro.

“Kami melakukan patroli di masing-masing ruang tahanan dan menemukan satu sel yang memang berisi tersangka FAC 65 dalam kondisi terikat lehernya dengan kabel tetapi tidak tergantung,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (13/7).

Menurut Yusri, kabel yang digunakan pelaku merupakan seutas kabel yang tergantung di plafon rumah tahanan. Namun, lantaran tingginya pelaku ia kemudian menaiki kamar mandi yang ada di dalam rutan untuk mengambil kabel tersebut.

“Tapi karena dia tinggi, dia bisa ambil karena menaiki tembok kamar mandi kemudian dia lilitkan di lehernya juga tidak tergantung berupaya untuk dengan beban badannya berupaya percobaan bunuh diri,” ungkap Yusri.

Upaya bunuh diri itu, lantas diketahui anggota, hingga akhirnya tersangka FAC itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk dilakukan perawatan dan tindakan medis.

“Kurang lebih tiga hari dilalukan perawatan. Tadi malam tersangka sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Terkait dengan kematian FAC, Yusri mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan Kedutaan Perancis untuk menindaklanjuti status tersangka usai meninggal.

“Kita akan berkordinasi dengan kedutaan Prancis (soal jenazah). Jenazah masih ada di rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol dr Umar Shahab mengatakan, penyebab tersangka meninggal dunia atas percobaan bunuh diri itu karena adanya retak tulang bagian belakang leher FAC akibat jeratan kabel tersebut.

“Dari hasil ronsen ada retakan pada tulang belakang di leher yang menyebabkan sumsumnya kena jerat sehingga suplai oksigen ke otak berkurang. Itu yang menyebabkan meninggal,” ungkapnya.

Diketahui, Polda Metro Jaya mengungkap kasus eksploitasi seksual anak di bawah umur. Pelaku yang merupakan WNA Prancis bernama Francois Abello Camille melakukan aksinya di tiga hotel di kawasan Jakarta Barat.

Modus pelaku dalam melancarkan aksinya menawarkan kepada para korban menjadi model foto di kamar hotel dengan iming-iming imbalan menggiurkan. Korban eksploitasi seksual itu telah mencapai 305 anak di bawah umur.

“Modus awalnya foto model, tapi kalau korban mau berhubungan badan imbalannya Rp250-1juta rupiah, dari data di laptop pelaku ada 305 anak tapi yang sudah berhasil didentifikasi sebanyak 17 orang,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (9/7).

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 81 ayat (5) Jo 76D UU RI No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dipidana dengan pidana penjara mati atau seumur hidup.

Pasal 27 Ayat 1 jo Pasal 45 UU RI No. 19 tahun 2016 UU ITE tentang yang menyebarkan foto atau video yang melanggar kesusilaan. (fir/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Bupati Pemalang Dicibir Netizen Pura-pura Positif Covid-19: Saya Biasa Dibully.
  • Penahanan Djoko Tjandra Dianggap Tidak Sah, Kejagung: Kejaksaan Hanya Menjalani Eksekusi Bukan Penahanan.

Berita Terbaru