Aktivis KAMI Diborgol, Pengamat Sebut Pemerintah Pertontonkan Lelucon Politik: Lebay Betul!

JAKARTA - Penampakan pemborgolan sejumlah tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) oleh polisi terus mendapat sorotan dari banyak kalangan.

Salah satunya dari Pengamat Politik Pangi Syarwi Cinago, Sabtu (17/10).

Dikutip dari Pojoksatu, menurutnya, apa yang dilakukan pemerintah terhadap aktivis pergerakan yang dimotori oleh Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo itu sangat lebay.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu menyebutkan, perlakuan terhadap aktivis KAMI itu merupakan lelucon politik pemerintah.

Sebab, berseberangan dengan opini mereka yang mencoba untuk mengkritik segala kebijakan pemerintah.

“Pemerintah mempertontonkan lelucon politik, lebay betul memperlakukan aktivis yang berseberangan dengan pemerintah, yang coba mengoreksi trayek jalannya pemerintah,” jelas Pangi.

Kendati demikian, Pangi juga merasa heran terkait kasus Djoko Tjandra yang telah merugikan negara. Namun, pemerintah tak memperlakukannya seperti itu.

“Wih hebat rezim ini ya, mengapa Djoko Tjandra tidak dipertontonkan atau dipermalukan juga atau diborgol ya,” tandasnya.

Diketahui, mantan aktivis reformasi Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat serta sejumlah tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ditetapkan menjadi tersangka dalam rangkaian aksi anti UU Cipta Kerja.

Kamis (15/10), kemarin, Mabes Polri mempertontonkan mereka ke publik dalam acara konferensi pers.

Selain dikenakan baju tahanan berwarna oranye, tangan mereka juga diborgol.

Tindakan aparat mempertontonkan tokoh KAMI dengan penampilan seperti itu dikritik banyak pihak karena seharusnya dalam konteks kasus mereka tidak perlu sampai seperti itu.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie menyebut, mereka ditahan saja tidak pantas, apalagi diborgol untuk kepentingan disiarluaskan.

Jimly mengatakan sebagai pengayom warga, polisi seharusnya lebih bijaksana dalam menegakkan keadilan dan kebenaran.

“Carilah orang jahat, bukan orang salah atau yang sekedar “salah,” kata Jimly beberapa hari lalu. (Muf/Pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • NU Bukan Padanan Gus Nur, Andi Arief: Jika Maafkan, Nahdlatul Ulama Akan Catatkan Sejarah.
  • Sindir Kebakaran Kejagung, Tengku Zulkarnain: yang Ngerokok Dipecat Aja, Takutnya Istana Negara Ikutan Terbakar.

Berita Terkait

Berita Terbaru