Alami Kelainan Kelamin, Si Kembar Berbadan Subur di Tegal Kesulitan Dikhitan

ADIWERNA - Meski badannya tampak subur, dua anak kembar bernama Ahmad Rava Hisani dan Muhammad Ravi Hisani, berusia 11 tahun hingga kini masih belum dikhitan. Buah hati pasangan suami istri Ahmad Tsany (39) dan Muhimmatul Khafadol (39) ini memiliki kelainan pada alat kelamin dan harus dioperasi.

Ahmad Tsany (39) warga Desa Pesarean RT 10 RW 03 Kecamatan Adiwerna, Senin (7/7) mengatakan, enam bulan lalu, kedua orang tuanya sudah mengajak anaknya ke dokter sunat di Desa Kaliwadas Kecamatan Adiwerna.
Namun, saat hendak dikhitan ternyata keduanya memiliki kelainan pada kelamin yang disebut hipospadia atau letak lubang kencing yang tidak normal.

Saran dari dokter, kedua anaknya harus dioperasi terlebih dahulu. Mendengar itu, Tsany yang sehari-hari berprofesi sebagai guru ngaji di Rumah Yatim Santo Aji Tegal ini tidak bisa berbuat banyak. Sebab biaya operasi mencapai Rp15 juta per anak. Itu sudah termasuk pengobatan dan perawatan. Jika dua anak, berati harus menyiapkan dana Rp30 juta.

"Saya tidak mempunyai uang sebanyak itu, bingung harus gimana," katanya.

Sebenarnya, tambah Tsany, dirinya belum memiliki rumah. Kediaman yang ditempatinya merupakan warisan dari orang tua istrinya. Kondisi rumahnya juga sederhana dengan lantai masih tanah yang dilapisi semen. Dindingnya sebagian juga belum diplester. Dirinya bersama istri tetap bersyukur dan selama ini, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, istrinya juga berjualan di depan rumahnya.

Istrinya berjualan gorengan dan jajanan untuk anak-anak kecil. Pendapatan yang didapat tidak lebih dari Rp 85 ribu per hari. Ironisnya, mereka tidak pernah tercatat sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) dari pemerintah. Baik berupa Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan sosial (bansos) warga terdampak Covid-19 dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah serta desa.

"Padahal saya punya KTP dan KK di desa ini. Tapi saya belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah," tambahnya.

Dirinya berharap, lanjut Tsany, keluarganya tercatat sebagai penerima bansos dari pemerintah dan kedua anaknya bisa dikhitan.

Saat ini, kedua anaknya sudah kelas 6 SD. Berat badannya terbilang subur untuk anak seusianya karena di atas 80 kilogram dengan tinggi sekitar 140 sentimeter.

Walau tubuhnya besar, tetapi mereka tetap lincah. Dirinya dan istri hanya bisa berdoa agar kedua anaknya bisa secepatnya dikhitan. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Pemkot Akhirnya Buka-bukaan Data Perkembangan Terbaru Covid-19, Sebut 28 Warga Positif.
  • Valid! 26 Kasus Positif Covid-19 Baru Ditemukan di Kota Tegal, Ganjar Minta Pemkot Intensifkan PCR Test Massal.

Berita Terbaru