Anak Buya Arrazy Meninggal Tertembak Senjata Pengawalnya, Kader PKB Tulis Hal Ini

TUBAN - Anak kedua pemuka agama Buya Arrazy Hasyim yang berusia 3 tahun meninggal dunia akibat tertembak dari senjata api polisi saat bertugas mengawal sang ayah.

Insiden ini mendapat sorotan dari banyak pihak. Salah satunya dari Kader PKB Levi Firmansyah yang langsung menulis ucapan duka atas meninggalnya putra Buya Arrazy Hashyim.

"Mendengar berita duka dari keluarga Buya Hasyim Arrazy: Kami sampaikan duka mendalam, semoga Buya dan Keluarga diberi kesabaran dan kekuata, amin yra," tulis Levi pada Kamis (23/6) di akun Twitter-nya.

Mendengar kabar tersebut, Levi menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa keluarga Arrazy Hasyim.

Levi memanjatkan doa kepada Arrazy Hasyim untuk diberi kesabaran dan kekuatan atas meninggalnya sang putra.

Ucapan duka Levi ke Arrazy Hasyim diketahui melalui akun Twitter pribadinya bernama @Firmansyahlepi.

Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Tuban AKP M Ganantha mengatakan, putra Buya Arrazy yang satunya menyalahgunakan pistol milik anggota polisi tersebut hingga mengenai korban.

"Jadi, korban putranya yang kecil umur 3 tahun. Yang menyalahgunakan senpi putranya umur 5 tahun," ungkap Ganantha, Rabu (22/6).

Peristiwa itu terjadi saat Buya Arrazy berkunjung kerumah keluarga sang istri di Desa Palang Kecamatan Palang Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Anggota polisi tersebut hendak melakukan salat. Pistol miliknya kemudian dimainkan oleh anak-anak Buya Arrazy.

Kata Ganantha, padahal senpi itu telah disimpan oleh M di tempat yang aman. Di dalam tasnya.

"Senpinya sudah ditaruh di tempat yang aman, di tasnya, kemudian dibuat mainan sama anaknya," ujarnya.

Namun demikian, keluarga Buya Arrazy disebut telah ikhlas dengan kejadian tersebut. Kasus itu tidak dibawa ke ranah hukum.

"Kalau dari proses hukumnya, di Polres Tuban tidak dilanjutkan karena dari pihak korban, pihak Buya, sudah memberikan pernyataan tidak menuntut dan menerima atas kejadian tersebut, karena murni itu kecelakaan dan musibah," katanya.

Dikutip dari Fin.co.id, Buya Arrazy bernama lengkap Dr. K.H. Arrazy Hasyim, Lc, S.Fil.I., MA.Hum. Dai kondang ini merupakan pendiri sekaligus pengasuh Ribath Nouraniyah Hasyimiyah.

Buya lahir di Koto Tangah, Payakumbuh, Sumatra Barat pada 21 April 1986.

Dia pernah menempuh pendidikan ilmu hadis di pesantren mahasiswa Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences. Arrazy lulus pada 2008.

Ia juga mengambil S1 Akidah dan Filsafat Islam di UIN Syarif Hidayatullah. Arrazy lulus setahun kemudian.

Buya Arrazy juga menimba ilmu di pendidikan nonformal, yaitu di Dawrat al-Tathqif al-Shar'i li al-'Ulum al-Islamiyah.

Pendidikan nonformal itu digelar Internationalize Zentrum Fur Islamiche Wissenschaften di Bogor. Ia belajar dari 2006 sampai 2008.

Buya Arrazy mengambil S-2 dan S-3 Pengkajian Islam di UIN Syarif Hidayatullah dan lulus pada 2011.

Arrazy menikah dengan Eli Ermawati MS pada 11 Juli 2010. Mereka dikaruniai tiga anak yaitu Hisyam Faqih Arrazy, Hushaim Shah Wali Arrazy dan Helena Nour Arrazy. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terkait

Berita Terbaru