Anak Cucu BUMN Akan Terus Dipangkas Erick Thohir

JAKARTA - Anak dan cucu perusahaan BUMN akan terus dipangkas, demi efisiensi dan optimalisasi kinerja holding BUMN. Penegasan itu diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Rabu (1/12).

Erick mengungkapkan beberapa anak dan cucu perusahaan BUMN hingga saat ini sudah dipangkas. Antara lain di Pertamina, PTPN, hingga Telkom.

"Kita harus terus melakukan efisiensi dan jumlah daripada anak cucu BUMN itu kan banyak. Maka itu kita sudah menutup 74 anak dan cucu perusahaan BUMN. Di Telkom sudah ada 17, di Pertamina sudah ada 26 dan di PTPN grup itu 24," ujar Erick di Jakarta.

Meski demikian, Erick memastikan tidak ada pengurangan karyawan, meskipun perusahaannya dilebur menjadi satu.

"Dan ini artinya apa, yang menarik adalah ketika ini ditanya apakah ada pelepasan tenaga kerja, ya tidak juga. Karena tentu dengan berkembangnya usaha tenaga kerja tetap terserap," tuturnya.

Erick mengklaim, anak cucu perusahaan BUMN membuat induk usaha BUMN atau holding menjadi tidak efisien. Keuntungan yang seharusnya bisa dipergunakan untuk pengembangan usaha, menjadi terserap untuk menghidupi anak cucu perusahaan.

"Ini terlalu banyak sel-sel company yang tidak efisien dan efektif. Jadi buat apa kita punya holdingnya sehat, tapi dibuatlah anak cucu yang menyedot daripada keuntungan holdingnya," tambahnya lagi.

Erick menegaskan Inilah yang harus kita bongkar. "Stop dan kurangi, supaya ingin membuat holding-holding yang kuat dalam menghadapi persaingan pasar," tegasnya. (git/zul)

Baca Juga:

  • Arteria Dahlan Pernah Protes karena Tidak Dipanggil Yang Terhormat, Netizen: Saking Angkuhnya.
  • Arteria Dahlan Ternyata Lulusan Tanah Sunda, Prof Romli Atmasasmita: Rasa Malumu di Mana?.

Berita Terkait

Berita Terbaru