Anies Baswedan Sebut Jangan Hanya Kita Kerja-kerja Tanpa Gagasan, Sindir Siapa Pak?

JAKARTA - Proses pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) dipamerkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kepada warga Sulawesi Selatan (Sulsel). Ternyata Anies Baswedan bisa juga bercanda, sampai membuat warga terpingkal-pingkat saat dia menyinggung kata kerja-kerja.

Jakarta International Stadium (JIS) dipamerkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menghadiri dialog dengan tema Masyarakat Sulawesi Selatan Menyambut Anies Baswedan di Kota Makassar, Sabtu (22/1).

Para peserta dialog yang hadir malah tertawa terbahak-bahak saat Anies menyinggung jangan hanya kerja-kerja dalam bertindak atau berbuat. Dalam dialog itu juga ditayangkan video proses pembangunan atau bagian dalam JIS.

Momen warga tertawa terbahak-bahak dimulai saat video pembangunan JIS diputar dan video tersebut menunjukkan jalan masuk ke JIS yang diklaim ramah bagi umat beragama.

“Jadi saya sampaikan kepada arsiteknya dari awal bahwa kita ingin ada garis mengarah ke saf, itu derajatnya 284, sampai saya hafalin derajatnya itu biar tak meleset. Lihat itu ” kata Anies seraya menunjukkan gambar jalan masuk ke JIS.

Momen berikutnya, video kembali diputar hingga selesai. Terlihat dalam video sebuah lorong menuju lapangan sepakbola JIS hingga area tribun penonton.

Setelah video JIS selesai diputar, Anies menyampaikan kesimpulan bahwa kebijakan dan karyanya di Jakarta terbagi tiga tahap yakni gagasan, narasi, dan kerja.

“Setiap karya itu di belakangnya ada narasi, sebelum narasi, ada gagasan. Tidak ada karya tanpa gagasan, tidak ada kebijakan tanpa gagasan,” katanya.

“Semua ini adalah barang yang terlihat fisik, tapi di balik barang itu ada narasinya. Narasinya apa? Kita ingin membangun tempat yang memfasilitasi kesetaraan,” katanya lagi.

“Kenapa? Karena Jakarta adalah simbol dari persatuan Indonesia,” jelas Anies dilansir detikcom.

Gubernur Anies lalu membahas pembangunan trotoar sebagai contoh selain JIS. Trotoar di Jakarta menurut Anies Baswedan bukan hanya area untuk berjalan kaki.

Tetapi juga cara pandang tentang mobilitas dan kesetaraan. “Jadi lagi-lagi karya, itu paling ujung. Gagasan, narasi, baru karya. Jangan hanya kita kerja-kerja tanpa gagasan tanpa..” kata Anies disambut tawa terbahak-bahak dan tepuk tangan peserta dialog.

“Betul itu, maksud saya kerja penting di ujung. Tapi, sebelum kerja, harus ada narasi, sebelum narasi, harus ada gagasan,” lanjut Anies.

Momen peserta dialog tertawa karena Anies menyinggung ‘jangan hanya kerja-kerja’ itu kembali terjadi saat Anies melanjutkan penjelasannya. “Jadi kalau ada… Wah, ini seru betul ini,” kata Anies menanggapi peserta dialog yang tertawa terbahak-bahak.

“Jadi di ujungnya adalah karya, tapi dimulainya dengan gagasan. Dan itulah kemudian nanti apa yang kita kerjakan bisa mencapai tujuan lebih dari sekadar bangunan fisik,” pungkas Anies. (dtc/zul)

Baca Juga:

  • Sambil Menangis, Mbak Rara Ngaku Sudah Berkomunikasi dengan Arwah Eril: Jantungnya Tertusuk.
  • Ramal Eril, Putra Ridwan Kamil Meninggal, Paranormal Mbak Rara Berharap Meleset.

Berita Terkait

Berita Terbaru