Anies Salahkan Air Penyebab Jakarta Banjir, Susi Pudjiastuti: Panas yang Salah Matahari, Bokek yang Salah Uang

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan, curah hujan ekstrem pada Sabtu dini hari menjadi penyebab terjadinya banjir di sejumlah lokasi Jakarta.

“Kapasitas sistem drainase Jakarta itu berkisar 50-100 milimeter, bila terjadi hujan di atas 100 milimeter per hari maka pasti terjadi genangan,” ujar Anies Baswedan di Pos Pantau Pintu Air Manggarai, Sabtu (20/2).

Anies Baswedan menyebutkan berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan dengan intensitas di atas 150 milimeter cukup banyak mengguyur Ibu Kota Jakarta pada Sabtu dini hari.

“Di Pasar Minggu berdasarkan catatan BMKG itu curah hujan sampai 226 milimeter, di Sunter Hulu 197 milimeter, di Halim sampe 176 milimeter, di Lebak bulus 154 milimeter. Semua angka di atas 150 adalah kondisi ekstrem,” ujar Anies.

Karena itu, Anies mengatakan, wajar jika saat ini ditemukan banyak genangan. DKI Jakarta juga masih dalam status siaga menunggu air kiriman dari hulu, yaitu Bogor dan Depok.

Menanggapi hal ini, Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti pagi-pagi sudah melontarkan sindiran di Twitter menyangkut banjir yang terjadi saat ini. Susi mengaku bingung kalau banjir yang salah adalah air.

Melalui akun Twitter @susipudjiastuti, Senin (22/2) pagi membuat status yang langsung dikomentari beramai-ramai oleh netizen.

Berikut unggahan Susi Pudjiastuti di laman Twitter-nya Senin pagi.


“Selamat pagi semua. Quote for today :

Banjir yang salah air

Panas yang salah matahari

Bokek yang salah uang

Saya bingung ? Ke laut saja !Have a good day.”

Demikian Susi Pudjiastuti dalam unggahan di akun Twitternya tersebut.

Mantan Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti terlihat berinteraksi dengan netizen yang mengomentari unggahannya ini. (ral/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Bertepuk Sebelah Tangan, Laporan Kerumunan Presiden Jokowi Ditolak Polisi.
  • Jadikan Industri Miras untuk Pendapatan Negara, Tengku Zul ke Mar'uf Amin: sebagai Wapres dan Kyai, Bapak Bersuaralah.

Berita Terkait

Berita Terbaru