Antisipasi Banjir, Sedimen Kali Kemiri Dikeruk Menggunakan Alat Berat

DUKUHTURI - Pemkab Tegal melakukan pengerukan sedimen Kali Kemiri Desa Kupu Kecamatan Dukuhturi menggunakan alat berat. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi banjir pada musim penghujan tahun ini.

Bupati Tegal Umi Azizah, Selasa (17/11) mengatakan, memasuki
musim penghujan, Pemkab Tegal melakukan pengerukan sedimen tanah dan sampah di sisi selatan Jembatan Kali Kemiri Desa Kupu.

Langkah ini ditempuh sebagai antisipasi untuk mengurangi dampak banjir.

"Jembatan Kali Kemiri sepanjang 30 meter ini kondisinya terputus pada Selasa (7/1) setelah diterjang arus sungai yang meluap," katanya.

Proses pengerukan tersebut, tambah Umi Azizah, ditinjau langsung oleh dirinya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Dukuhturi.

Sebelumnya, dirinya telah memerintahkan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal agar berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya untuk mengeruk sedimen tanah dan timbunan sampah yang telah mengakibatkan pendangkalan pada sungai ini menggunakan alat berat.

Dirinya melihat, tanpa menggunakan alat berat, sedimentasi di dekat jembatan ini sulit diangkat.

"Struktur jembatan yang masih menggunakan pilar di tengah sungai ini mudah menyebabkan sampah seperti ranting ataupun dahan pohon tersangkut. Lama kelamaan akan membentuk timbunan, menahan serta tanah yang ikut terbawa aliran sungai dan ikut mengendap,” tambahnya.

Kondisi tersebut, lanjut Umi Azizah, dalam jangka panjang mengakibatkan aliran air sungai tidak lancar, sehingga saat kondisinya deras, aliran airnya justru mengikis bibir sungai dan menggerus pondasi jembatan yang mengakibatkan jembatan tersebut terputus awal tahun lalu.

Dirinya juga meminta warga masyarakat tidak membuang sampahnya ke sungai. Agar tidak timbul sedimen tanah dan sampah seperti ini lagi, maka dirinya meminta warga ikut membantu agar tidak membuang sampahnya ke sungai, apakah itu potongan kayu, dahan maupun ranting, apalagi sampah domestik rumah tangga.

Terputusnya Jembatan Kali Kemiri tersebut telah disiasati Pemkab Tegal dengan memasang jembatan bailey sepanjang 30 meter senilai Rp470,4 juta. Lokasi jembatan darurat ini berada sekitar 200 meter dari lokasi jembatan lama yang terputus.

Sementara untuk pembangunan jembatan permanen Kali Kemiri sendiri, telah dianggarkan lewat pendanaan APBD Kabupaten Tegal 2021 senilai Rp2,4 miliar.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tegal Jaenal Dasmin mengatakan, pengerukan ini bertujuan mengembalikan keadaan Kali Kemiri supaya laju air sungai tidak terhambat oleh tumpukan sampah. Sifatnya adalah pencegahan atau pra bencana menyambut datangnya musim penghujan.

"Mudah-mudahan saat nanti debit airnya meningkat, tidak sampai meluap ke permukiman warga."

Pengerukan sedimen di Kali Kemiri ini, lanjut dia, menggunakan satu alat berat milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana.

Sebelumnya, proses pengerukan sedimen sungai ini dilakukan secara manual dengan mengerahkan banyak orang. Namun, hal tersebut dirasa kurang efektif karena ada endapan di dalam sungai yang sulit dijangkau.

Dengan alat berat ini, targetnya bisa selesai dalam dua hari. Untuk ini, dirinya juga dibantu kawan-kawan dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkimtaru dan DPU Kabupaten Tegal yang menyediakan truk untuk mengangkut sedimen dan sampah dari Kali Kemiri. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Bilang Sakit Tanpa Surat Keterangan Dokter, Polisi Tak Terima Alasan Habib Rizieq Mangkir.
  • Dikenal Rajin Beribadah dan Jarang Sakit, Seorang Perawat di Pemalang Meninggal Dunia Terinfeksi Covid-19.

Berita Terkait

Berita Terbaru