Arief Poyuono Sebut Gubernur Pulau Jawa Tidak Ada Spesialnya: Urus Negara Berantakan

JAKARTA - Meski diunggulkan, Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono menilai gubernur yang berasal dari Pulau Jawa tidak ada spesialnya.

Arief mengatakan, baik Ganjar Pranowo maupun Anies Baswedan bukan kelas nasional. Sehingga belum bisa memimpin Indonesia.

“Mereka bukan kelas nasional. Kalau urus negara, berantakan. Kan udah dicontohnya sekarang kan. Mau bangun apa yang dibangun palingan sumber daya manusianya,” ujar Arief Poyuono dilansir sebuah video di Twitter-nya, Kamis (18/2).

Arief menilai, para gubernur di Pulau Jawa kurang mendapat tantangan ketika memimpin daerahnya. Sebab mereka memiliki APBD yang cukup besar, hal itu berbeda dengan kepala daerah dari luar Pulau Jawa.

“Gubernur di Pulau Jawa itu punya sarana dan prasarana infrastruktur yang lengkap. Punya sumber daya manusia yang lebih maju dan berpendidikan dibanding dengan gubernur-gubernur lain di luar pulau Jawa,” katanya.

"Kemudian mereka punya APBD banyak, dibanding APBD daerah-daerah di luar Jawa,” sambungnya.

Dia mengatakan, investasi yang masuk di daerah luar Pulau jawa, tidak lain hanya berupa perkebunan dan pertambangan.

Hasil investasi itu pun nantinya akan dinikmati daerah di Pulau Jawa. Sebab hasil hutan dan tambang akan dibawa ke daerah Jawa yang untuk diproduksi.

“Meskipun banyak Investasi di luar Jawa, tapi itu bukan industri, paling hanya perkebunan dan penambangan. Dan hasil-hasilnya itu untuk dibawa ke Pulau Jawa untuk diproduksi. Jadi pajaknya yang dinikmati siapa, ya Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat,” ungkapnya.

Dikutip dari Fin, sejumlah lembaga survei menempatkan beberapa nama kepala daerah sebagai calon terkuat di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Beberapa kepala daerah yang sering berada di urutan teratas dalam sejumlah hasil survei, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Rtc/ima)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terkait

Berita Terbaru