Arief Poyuono Sebut Zulhas dan Cak Imin Ngawur, Pemilu Justru Genjot Perekonomian

JAKARTA - Usulan ketum-ketum partai politik yang ingin menunda Pemilu 2024 dengan dalil ekonomi mendapat penolakan dari banyak pihak.

Salah satunya dari Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang menganggap kedua ketum partai ngawur.

Arief mengaku tidak sependapat dengan usulan ketua PAN dan PKB.
Arief kemudian menguraikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait dampak pemilu yakni meningkatkan Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (PK-LNPRT).

“BPS mencatat LNPRT tumbuh 16,93 persen pada kuartal I-2019. Padahal pada kuartal I-2018 lalu, pertumbuhan LNPRT hanya 8,10 persen saja. Sementara pada kuartal I-2017, LNPRT hanya tumbuh 8,08 persen,” beber Arief.

“Buktinya saat Pemilu 2019 punya andil terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019,” kata Arief, Sabtu malam (26/2).

Kenaikan LNPRT ini, dikatakan Arief akibat adanya berbagai aktivitas kampanye Pemilu 2019. Baik kampanye Pilpres, pemilihan legislatif seperti penyebaran alat peraga kampanye serta debat calon presiden dan wakil presiden.

Arief memastikan, kenaikan LNPRT saat digelar pemilu berdampak pada pembukaan lapangan kerja baru.

“Jadi jika pemilu digelar tahun 2024 justru akan banyak menyerap tenaga kerja yang selama ini banyak jadi pengangguran akibat dampak Covid-19 akibat pelemahan pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.

“Nah jadi omongan ketum PAN maupun ketum PKB sepertinya ngawur tanpa kajian yang mendalam meminta Pemilu ditunda,” imbuhnya menekankan.

Di sisi lain, Arief menambahkan, di tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat pada kuartal I-2019 sebesar 5,07 persen. Naik satu poin dibanding periode tahun 2018.

“Padahal, selama periode kuartal I-2019 terdapat masa kampanye Pemilu 2019 yang diharapkan bisa mendongkrak konsumsi sehingga pertumbuhan ekonomi turut terdongkrak,” pungkas Arief dikutip dari RMOL.id. (Rtc/ima)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terkait

Berita Terbaru