Astagfirullohaladziim... Imam Masjid Dibacok Parang Makmumnya saat Sedang Pimpin Salat Maghrib

PALEMBANG - Insiden kasus penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber saat tausyiah di masjid belum tuntas, muncul kabar yang tak kalah mengharukan. Seorang imam masjid meninggal dunia, usai dibacok ketika sedang memimpin salat Maghrib di Kayuagung, Sumatra Selatan (Sumsel), Sabtu (12/9) lalu.

Muhammad Arif, sang imam masjid itu, dibacok pria bernisial MY (50). Arief mengalami luka bacok cukup parah di bagian rahangnya.

Arif sempat dilarikan ke RSUD Kayuagung untuk menjalani perawatan. Namun nyawanya tak tertolong dan meninggal dunia, Senin (14/9) dinihari WIB.

Sementara pelaku MY melarikan diri ke salah satu rumah warga, setelah melakukan tindakan kejinya itu. Warga Perumnas Tanjung Rancing Blok E Nomor 24 itu berhasil diamankan anggota TNI bersama warga setempat.

Pelaku kemudian diserahkan ke polisi. Adik korban, Efrohayati kemudian mendatangi Mapolsek Kayuagung untuk membuat laporan.

Dia mengaku tidak menyangka kejadian tragis yang menimpa kakaknya tersebut. Salah seorang warga Kayuagung, Udin mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika Arif sedang mengimami Salat Maghrib di Masjid Nurul Imandi Kelurahan Tanjung Rancing Kecamatan Kayuagung, Sabtu (12/9).

Pelaku yang saat itu menjadi makmun tiba-tiba membacok Arif pada saat memasuki rakaat kedua. Pelaku menyabet rahang imam dengan sebilah parang.

“Imam dibacok di rahangya. Pelakunya kabur tapi sudah tertangkap,” kata Udin, warga Kayuagung.

Informasi yang diperoleh, pelaku merupakan orang dekat korban. Pelaku pernah menjadi supir mobil korban. Diduga pelaku dendam kepada korban, karena tidak dipercaya lagi untuk menyimpan kunci kotak amal masjid.

Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Alamsyah Pelupessy membenarkan informasi mengenai kejadian tersebut. Pelaku saat ini sedang dalam pemeriksaan. (pojoksatu/zul)

Baca Juga:

  • Unggah Ceramah UAS, Mahfud MD: Terkadang Masih Ada Orang yang Ingin Mengadu Domba Antartokoh Islam.
  • Tiba-tiba Muncul Isu Nama Pengganti Jaksa Agung Beredar di Setneg.

Berita Terbaru