Bahas Kalung Ayu Ting Ting, Instagram Pengusaha Perhiasan Langsung Diserbu Fans Nagita Slavina

JAKARTA - Setelah memberikan penjelasan soal kalung yang dipakai Ayu Ting Ting, yang dicap meniru milik Nagita Slavina, seorang pengusaha dan pemilik toko perhiasan langsung 'diserbu' haters.

Ya, Wanda Ponika, mendapat ‘serbuan’ haters Ayu Ting Ting usai
memastikan kalung bernama ‘eternity necklace’ itu adalah model sejuta umat, yang setiap orang boleh pakai dan bukan milik satu orang tertentu.

Lewat Instagram Story-nya, Wanda menunjukkan DM dari fans Nagita yang mencoba menjelaskan soal mengapa Ayu disebut plagiat dan menyalahkan ayah Ayu, Abdul Rozak.

Abdul Rozak diketahui sempat emosi saat dimintai komentar soal putrinya yang dicap plagiat hingga muncul kalimat yang dituduh body shaming. Meski tak menyebutkan nama, Abdul Rozak dituduh menyindir Nagita.

Padahal, faktanya jauh sebelum tanggapan Abdul Rozak itu muncul, sudah lama haters Ayu menghujat pelantun sambalado itu dengan cap plagiat.

Wanda pun terlihat membalas DM netizen itu. Dia memastikan bukan membela Ayu Ting Ting. Wanda juga diketahui sama sekali tidak saling follow dengan Ayu.

Pernyataannya keluar soal kalung lantaran sebagai orang yang paham perhiasan, apa yang dilontarkan haters ke Ayu, adalah salah.

“Aku enggak peduli artis-artis itu mau ngapain! Netizen mau bela siapa terserah. Aku cuma mau kasih tahu kalau model kalung itu klasik dan sudah dari jaman dulu. Bukan model milik artis tertentu. Dan harganya bukan Rp8M!,” tegasnya.

Diapun jadi heran mengapa dicap membela Ayu.

“Astaga kapan aku mau ikut-ikutan urusan artis? Ngebelain? Sorry, ogah, enggak penting! Tepatnya meluruskan! Enggak ada model kalung klasik dari jaman dahulu kala terus disebut-sebut saling tiru. Dan, enggak ada juga kalung ukuran segitu harganya Rp8 miliar,” jelasnya dikutip dari Pojoksatu. (nin/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Keren... Lokomotif Tua Buatan Jerman Sudah Diparkir di Taman Pancasila, Bakal Ada Lampu dan Suaranya.
  • Yusril Ihza Mahendra Dinilai Tidak Punya Etika sebagai Salah Satu Ketum, Mengkhianati Demokrasi demi Kepentingan Pribadi.

Berita Terkait

Berita Terbaru