Ballon dOr 2021 Bisa Gelar Ketujuh Lionel Messi, Lalu Ronaldo?

PARIS - Sepuluh hari jelang pengumuman pemenang Ballon d’Or 2021, persaingan sudah mengerucut ketiga nama. Pemenang penghargaan individual paling prestisius itu akan diumumkan di Teater Chatelet, Paris, Senin (29/11) mendatang.

Majalan France Football merilis 30 nominator Ballon d’Or 2021 Oktober lalu. Sebagai penghargaan pesepak bola terbaik sejagad, daftar nominator diisi pemain-pemain dengan prestasi luar biasa sepanjang tahun ini.

Seperti Robert Lewandowski, Jorginho, Lionel Messi, Mohamed Salah, Kylian Mbappe, Neymar, dan tentu saja Cristiano Ronaldo.

Di tengah berbagai spekulasi dan kontroversi yang muncul, tiga nama diklaim paling layak untuk mendapatkan penghargaan ini. Ketiga nama tersebut yakni Lionel Messi, Jorginho, dan Robert Lewandowski.

Messi yang mencetak 38 gol dan 14 assist dalam 52 pertandingan musim lalu membantu Barcelona memenangkan Copa del Rey dan finis ketiga di La Liga. Berkat gol-golnya, ia juga menjadi top skor La Liga.

Akan tetapi, alasan mengapa pemain Paris saint Germain (PSG) itu layak mendapatkan Ballon d'Or ketujuhnya tahun ini adalah karena pencapaian internasionalnya. Juli lalu, striker 34 tahun itu memimpin Argentina memenangkan Copa America 2020.

Trofi internasional besar pertamanya itu diraih Messi dengan penampilan spektakuler. Selain menjadi top skor sekaligus top assist dan meraih sepatu emas, Messi juga merengkuh gelar pemain terbaik turnamen. Inilah alasan mengapa Messi favorit pemenang Ballon d'Or tahun ini.

Meraih gelar Piala Eropa, Liga Champions, dan Piala Super Eropa menempatkan Jorginho sebagai penantang terkuat Messi. Sang gelandang bermain hampir di setiap laga dan menjadi sosok vital dalam sukses klub dan negaranya merengkuh gelar-gelar bergengsi tersebut.

Sebagai gelandang, tentu saja jumlah gol Jorginho tidak sebanyak Messi. Pemain 29 tahun itu musim lalu hanya mencetak delapan gol dan memberikan dua assist dalam 43 penampilan untuk Chelsea. Namun, Editor Kepala France Football, Pascal Ferre, memastikan jumlah gol bukan penentu utama.

“Ballon d'Or bukanlah penghargaan untuk pencetak gol terbanyak ataupun pemain dengan koleksi gol terbanyak dalam satu tahun. Saya rasa, Ballon d'Or adalah perpaduan dari dua aspek itu,” kata Ferre dikutip Sportskeeda.

Mantan Pelatih Italia dan Juventus, Marcelo Lippi menyebut, Jorginho memang sangat pantas meraih Ballon d’Or tahun ini. Menurutnya, penghargaan ini akan jadi pengakuan untuk semua prestasi Jorginho bersama timnas dan klub.

“Dia telah memenangkan semuanya dan ketika seseorang memenangkan segalanya, itu benar bahwa dia mendapatkan pengakuan ini. Ada juara hebat yang hanya menang sedikit atau tidak sama sekali, kemudian juara yang telah memenangkan segalanya dan harus diberi penghargaan,” tegas Lippi.

Sementara Lewandowski, penghargaan Ballon d’Or dianggap sebagai bentuk keadilan untuk kapten Polandia tersebut. Dengan 55 gol dalam 47 pertandingan dan treble winner bersama Bayern Munchen di musim 2019/2020, Lewy diklaim tanpa penantang tahun lalu. Sayangnya, pemberian Ballon d'Or ditiadakan karena Covid-19.

Musim ini, striker 33 tahun itu masih melanjutkan torehan hebatnya. Dalam 40 pertandingan, ia mencetak total 48 gol. Tak hanya membantu Bayern mempertahankan gelar Bundesliga, ia juga memenangkan Sepatu Emas Eropa.

Sayangnya, dengan kualitas timnas Polandia, Lewy belum bisa berbicara banyak di level internasional. Ia bahkan belum bisa membantu negaranya lolos ke Piala Dunia 2022. Situasi ini sama dialami Jorginho yang juga masih harus bertarung di babak playoff untuk meraih tiket ke Qatar.

Lewy sendiri mengaku sudah tidak terlalu berharap untuk bisa merengkuh Ballon d'Or pertamanya tahun ini. Pernyataan mantan penyerang Borussia Dortmund itu muncul menyusul adanya bocoran terkait nama Messi sebagai pemenang Ballon d'Or 2021 di sejumlah media.

“Saya sudah berhenti berpikir soal itu. Hal itu tentu tidak akan membantu saya untuk meraihnya. Apalagi soal adanya bocoran dan spekulasi yang beredar soal nama pemenangnya. Saya lebih baik fokus pada hal lain,” ujar Lewy.

Terlepas dari bocoran yang menyebut panitia Ballon d'Or telah menginformasikan kepada Messi bahwa dia peraih gelar yang kemudian dibantah France Football, Lewy menyebut kapten Argentina itu memang pantas untuk gelar ini.

“Setelah apa yang diperlihatkan Messi di Copa America, rasanya akan sangat sulit buat saya untuk bisa mendapatkan Ballon d'Or. Namun, saya tidak akan keberatan kalah dari salah satu pemain terbaik di sepanjang sejarah sepak bola,” jelas Lewy.

Pemenang Ballon d'Or ditentukan oleh 180 jurnalis dari berbagai negara yang menjadi dewan juri. Para jurnalis ini memilih pemain yang mereka anggap layak untuk menduduki posisi pertama, kedua dan ketiga.

Sebagaimana dikutip dari Goal, jurnalis menentukan peringkat lima besar sesuai aturan dan regulasi yang sudah ditetapkan. Mulai dari penampilan individu dan kolektif (pemenang) sepanjang tahun, kelas pemain (bakat dan fair play), serta penilaian keseluruhan dari karier sang pemain.

Pemain yang berada di peringkat teratas dalam setiap pilihan jurnalis akan mendapatkan enam poin, yang kedua empat poin, lalu tiga untuk peringkat berikutnya dan berkurang satu poin sampai posisi kelima. Poin hasil voting kemudian akan direkap untuk menentukan pemenang penghargaan. (amr/zul)

Baca Juga:

  • Arteria Dahlan Pernah Protes karena Tidak Dipanggil Yang Terhormat, Netizen: Saking Angkuhnya.
  • Arteria Dahlan Ternyata Lulusan Tanah Sunda, Prof Romli Atmasasmita: Rasa Malumu di Mana?.

Berita Terkait

Berita Terbaru