Bambang Wuryanto: Wajar Presiden Jokowi Sindir Menterinya Work from Home seperti Cuti

JAKARTA - Isu reshuffle kabinet terus bergulir. Meski pihak Istana melalui Mensesneg Pratikno menyebut isu reshuffle sudah tidak relevan, namun perombakan kabinet diyakini bakal terjadi. Prediksinya usai pelaksanaan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020.

"Analisisnya, reshuffle kemungkinan akan terjadi setelah pilkada. Karena Presiden Jokowi itu nggak suka ribut-ribut. Apalagi, setelah presiden menyindir menterinya yang work from home (WFH) seperti cuti," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Bambang Wuryanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7).

Dia meyakini, Jokowi tidak ingin mengambil keputusan yang bisa berujung polemik. Sebab, hal tersebut akan menghambat kinerja para menteri. Menurutnya, modal awal yang harus dimiliki menteri adalah kesehatan.

Selain itu, juga harus mengerti kemauan Jokowi. Yakni tetap produktif di tengah pandemi COVID-19. "Menurut saya wajar jika Pak Jokowi menyindir menterinya. Kan presiden yang mengangkat menteri," tuturnya.

Seperti diketahui, dalam video rapat terbatas yang diunggah pada Rabu (8/7) Presiden Joko Widodo kembali menyindir para menterinya. Kepala Negara lagi-lagi menginstruksikan jajarannya bekerja keras melawan krisis akibat COVID-19.

"Jangan sampai tiga bulan yang lalu kita menyampaikan bekerja dari rumah, work form home. Yang saya lihat ini kok kayak cuti malahan," sindir Jokowi.

Presiden menyesalkan kinerja para menteri yang terkesan biasa-biasa saja. Dia menginginkan pejabat di Kabinet Indonesia Maju mampu bekerja keras da cepat di tengah pandemi. (rh/zul/fin)

Baca Juga:

  • Tak Ada Prediksi Akurat, Pengamat: Zona Hijau Bisa Tiba-tiba Berubah Jadi Merah Bahkan Hitam.
  • Mantan Pengacara Djoko Tjanda Anita Kolopaking Berakhir di Penjara, Usai Diperiksa 18 Jam.

Berita Terkait

Berita Terbaru