Bandingkan Anies-Gibran Usai 'Invasi Java In Paris', Mazdjo Pray: Anies Gak Ada Apa-apanya dari Wali Kota Solo

JAKARTA - Promosi 1.200 produk lokal UMKM Solo di Kota Paris, Perancis, dalam sebuah gelaran yang bertajuk "Java In Paris" sukses digelar Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, pekan lalu.

Masyarakat lokal Paris pun mengapresiasi gelaran Java In Paris tersebut, begitupun netizen Indonesia. Hal itu terbukti dari nama Gibran yang sempat menjadi trending topik di Twitter beberapa hari kemarin.

Itu pulalah yang kemudian menjadi alasan pegiat media sosial, Mazdjo Pray untuk ikut memuji Gibran setinggi langit. Bahkan dia menilai, kinerja Wali Kota Solo itu luar biasa, karena sejatinya hal itu seharusnya dilakukan oleh Menparekraf.

Hal itu diungkapkan Mazdjo Pray dalam tayangan video berjudul "Mazdjo Pray: KERJA SENYAP GIBRAN RAKABUMING DEMI MAJUKAN UMKM & PARIWISATA SOLO", yang tayang di akun YouTube 2045 TV, dilihat Fin.co.id, Senin 13 Juni 2022.

Menurut Mazdjo, Gibran tanpa cang cing cong, langsung bekerja dalam senyap, untuk memperjuangkan produk UMKM bisa diterima di pasar Internasional.

"Gak tanggung-tanggung, acara itu berhasil menguasai jalan Le BHV Marais, sebuah jalan di pusat kota Paris yang memang menjadi pusat belanja para turis, karena memang di jalan ini ada merek-merek fashion termasyhur di dunia, ada di jalanan ini," ujar Mazdjo Pray.

Menurut Mdazdjo, akibat gelaran tersebut kota Paris menjadi heboh. Ia menyebut, fashion batik, tari kreasi, nyanyian dan tembang serta Gibran sebagai Wali Kota yang pertama kali pidato di jalanan Paris, membuat Kota Solo menjadi perhatian dunia.

"Dalam pidatonya yang padat, singkat dan berbahasa Inggris itu, Gibran mempromosikan produk Solo dan mengundang warga Perancis untuk dateng ke Solo menikmati nasi liwet, belanja batik, dan tentu saja banyak pertunjukan budaya," tutur Mazdjo.

Mazdjo pun membandingkan gelaran Java In Paris tersebut dengan event Formula E Jakarta yang menghebohkan publik. "Kok rasanya Anies itu gak ada apa-apanya ya, dibanding Wali Kota muda ini," tuturnya.

"Saya memang ingin membandingkan kegiatan Java in Paris ini yang diinisiasi oleh Gibran yang heboh ini, dengan gelaran yang juga diklaim sebagai gelaran internasional yaitu Formula E," kata Mazdjo.

"Kita tau banget ya apa yang diupayakan Gibran itu adalah jelas tugas Kepala Daerah, yaitu cari solusi bagi Kota dan warganya. Dengan promosi ke Paris dan 1.200 jenis produk UMKM, jelas tujuannya adalah memperbesar peluang ekspor dan bisnis. Itu artinya Wali Kota Solo sedang memberikan solusi bagi UMKM di daerahnya juga promosi pelaku wisata di Solo," kata dia.

Sementara hal sebaliknya, kata Mazdjo, justru dilakukan Anies Baswedan ketika event Formula E berlangsung. "Di Jakarta kebalikannya, kepala daerahnya bikin masalah melulu," tuturnya.

Hal itu terutama merujuk pada UMKM yang malah diminta tutup ketika event Formula E berlangsung.

Mazdjo berharap, Wali Kota lain bisa mencontoh Gibran dalam mempromosikan produk unggulan daerahnya agar bisa mendunia, dan membantu masyarakat di kota nya untun memperbaiki taraf hidup menjadi lebih baik. (fin/zul)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Tabungan Brigadir J Diduga Dikuras Salah Seorang Tersangka Pembunuhnya, Pengacara Keluarga: Orang Mati Kirim Duit.

Berita Terkait

Berita Terbaru