Bantuan untuk Pekerja Swasta Berpenghasilan Rendah Rp600 Ribu Dinilai Tanggung, Komisi VIII: Genapkan Rp 1 Juta!

JAKARTA - Stimulus sebesar Rp600 ribu yang akan diberikan pemerintah kepada para pekerja swasta berpenghasilan rendah dinilai terlalu tanggung.

Hal ini seperti dikatakan Anggota Komisi VIII DPR Iip Miftahul Choiry. Dia turut menanggapi wacana pemerintah yang akan memberikan bantuan kepada pegawai swasta yang di bawah penghasilan Rp5 juta.

“Seharusnya pemerintah menggenapkan angkanya menjadi Rp1 juta,” ujar Iip Miftahul Choiry dikutip dari Pojoksatu, Jakarta, Jumat (7/8).

Menurutnya, semenjak virus asal kota Wuhan itu menjamur di Indonesia, ekonomi nasional mulai terombang ambing lantaran aktivitas sosial dan perdagangan dibatasi.

Oleh sebab itu, kata politisi PPP ini, program tersebut perlu didukung dan segera direalisasikan guna mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Politisi muda ini juga menyoroti, realisasi penyerapan program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp695,5 triliun yang belum maksimal.

Terutama untuk program perlindungan sosial, tambah Lip, baru terealisasi Rp85,3 triliun dari anggaran Rp239,1 triliun.

“Maka dari itu, rangsangan untuk menambah gaji yang disetujui Rp5 juta ke bawah harus segera direalisasi. Tambah saja besarannya, jangan Rp600 ribu, penyerapan maksimal, dan percepatan pemulihan ekonomi juga bisa cepat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, salah satu rencana yang akan dilakukan guna mempercepat penyerapan anggaran PEN adalah, pemberian santunan bagi para pegawai yang bekerja di sektor swasta.

Rencananya, pemerintah akan memberikan santunan kepada pegawai swasta dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.

“Pemerintah sedang kaji untuk menyiapkan pemberian bantuan gaji kepada 13 juta pekerja yang memiliki upah di bawah Rp5 juta,” kata Sri Mulyani, Rabu (5/8).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, untuk merealisasikan rencana tersebut, anggaran belanja yang dibutuhkan akan mencapai Rp31,2 triliun.

Melalui rencana dan program PEN lain-nya, Sri Mulyani berharap anggaran yang telah disiapkan pemerintah guna merespon pukulan telak dari pandemi Covid-19 dapat segera tersalurkan.

“Ini dilakukan karena sampai dengan Agustus ini penyerapan program PEN masih dirasa perlu untuk ditingkatkan,” ujarnya. (muf/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Mengerikan! Djumadil dan Laeli Sempat Tidur Bareng Potongan Tubuh Korban Karena Kelelahan usai Mutilasi.
  • Penuturan Teman Seangkatan Pembunuh dan Pemutilasi Sadis asal Tegal, Dulu Laeli Alim, Pintar, dan Berhijab tapi Berubah Setelah Kuliah.

Berita Terkait

Berita Terbaru