Banyumas Zona Merah, Bupati: Tempat Tidur Rumah Sakit Tak Boleh Nol, Minimal 10

PURWOKERTO - Kabupaten Banyumas masuk zona merah. Itu disampaikan Bupati Banyumas Achmad Husein. Dia minta untuk segera melakukan upaya penanganan.

"Maka saya minta ada dua hal yang harus dilakukan. Satu tersedianya tempat tidur tidak boleh 0, bagaimanapun caranya. Harus tersedia minimal itu 10," katanya.

Ia minta agar bekerja lebih keras. Jangan hanya biasa-biasa saja. "Kalau kita melakukan yang seperti ini-ini saja maka tempat tidur akan selalu 0," ucapnya.

Menurutnya selain mempersiapkan tempat tidur, upaya selanjutnya adalah menekan angka kematian. Caranya? Pasien tidak boleh datang terlambat.

"Jangan malu untuk berobat. Harus sosialisasikan, yang kena Covid-19 itu bukan penyakit hina gubernur saja kena apalagi orang biasa. Begitu ada gejala sedikit mereka berobat," ucapnya.

Upaya selanjutnya bupati meminta agar segera terjun langsung ke masyarakat. Untuk edukasi protokol kesehatan. Juga lindungi komorbid.

"Segera turun kebawah untuk menjaga komorbid. Sudah semua dinas yang tidak ada pelayanan khusus di depan seperti MPP, Dindukcapil jangan libur. Tapi yang lain yang biasanya back office liburkan saja," ujarnya.

Lanjut bupati juga meminta komorbid jadi prioritas. Juga dilindungi betul. Bahkan jika perlu diberi tanda, berupa stiker.

"Rumah yang ada komorbid harus dikasih tanda. Bagi rumah yang ada komorbid wajib ditempeli stiker dan ada pengampunya. Dan diwajibkan rumah yang pakai stiker maka wajib memakai masker. Ini mungkin harus dilandasi dengan SK," ujarnya.

Upaya selanjutnya, untuk kerumunan bupati minta diperhatikan. Bahkan jangan takut untuk membubarkan. Selain itu untuk tempat perbelanjaan, toko, dan pasar yang ramai juga diminta toleransi.

"Tolong minta toleransi kepada mal, lihat toko-toko yang super sibuk dan ramai, mungkin tidak efektif tetapi efek kepada masyarakat psikologis jadi ada," paparnya.

Soal itu ia hanya minta toleransi kepada tempat perbelanjaan yang ramai saja.

"Mal-mal yang ramai itu toleransi seperti dulu, tiga hari tutup atau pasar-pasar yang ramai tutup. Tapi kalau itu kalau ga ramai dan sepi mau dijual ya jangan nanti malah dzalim. Mintakan mereka untuk bisa toleransi. Harus fair kalau ramai minta untuk toleransi. Ini agar tidak timpang," ucapnya. (aam/zul)

Baca Juga:

  • Setelah Mati Tertembak, Empat Tubuh Pencuri Digantung di Alun-alun oleh Taliban.
  • TNI Dituding Disusupi Komunis oleh Gatot Nurmantyo, Panglima TNI: Saya Tidak Mau Berpolemik.

Berita Terkait

Berita Terbaru