Bar Tempat Manggungnya Didatangi Polisi, Jerinx SID Adu Mulut dengan Intel

BALI - Jerinx Superman Is Dead (SID) kembali datang dengan kabar yang kurang menyenangkan. Musisi ini terlihat meluapkan emosinya di media sosial setelah tempat nongkrongnya, Twice Bar, di Bali didatangi aparat kepolisian, Sabtu (27/6).

Twice Bar sendiri kerap menjadi ajang bagi Jerinx dan musisi Bali menyalurkan bakat bermusik dengan menggelar konser sederhana.

Namun, kemarin malam semuanya berbeda. Beberapa petugas kepolisian Kuta datang dengan alasan menghindari kerumunan karena pandemi Covid-19.

“Terima kasih kunjungannya pak Polisi, Tentara & friends ke @twice_bar setelah konser selesai. Seru juga adu pendapat sama Kepala Intel Polsek Kuta tentang apa itu WHO (jujur saya berharap dapat lawan debat yang lebih imbang). Hingga 9 Juli ini Twice Bar tidak akan mengadakan acara musik dulu,” jelasnya lewat unggahan Instagram-nya.

Jerinx juga mengunggah video saat aparat di lokasi.

“Besok akan muncul berita jika konser di Twice dibubarkan dan saya jamin dengan nyawa saya berita bohong. Konser selesai sebelum jam 9 malam dan petugas datang 09.30 (21.30). Tidak ada konser yang dibubarkan,” tegasnya.

Suami model Nora Alexandra ini mengatakan, meski acara musik ditiadakan, kegiatan berbagi makanan gratis akan tetap berjalan seperti yang sudah dilakukan belakangan ini.

“Makan gratis bagi warga yang membutuhkan tetap berlangsung seperti biasa. Setiap hari mulai jam 5 sore,” lanjutnya.

Jerinx juga mengundang siapa yang bosan di rumah untuk datang ke Twice Bar.

“Yang stress di rumah aja, daripada mikirin hal negatif (bunuh diri, jadi kriminal, dan lain-lain) silakan main ke Twice. Saya suka diskusi & dengan senang hati memberi solusi jika kamu membutuhkannya ❤️,” jelasnya.

Untuk pihak aparat, Jerinx mengingatkan agar sebelum mendatangi lokasi yang disebut mengundang keramaian untuk membaca artikel tentang Kapolri mencabut maklumat soal larangan kerumunan di momen new normal. (nin/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Usulan RUU HIP Diganti PIP, Munarman FPI: Enggak Usah Pura-pura (Bersikap) Pancasila.
  • Kuat Dugaan Pembunuh Editor Metro TV Orang Dekat, Kemungkinan Motif Asmara Sangat Kecil.

Berita Terkait

Berita Terbaru