Baru 7 Bulan Pegang Pistol dan Bukan Snipers, Bharada E Ternyata Tidak Mahir Menembak

JAKARTA - Tersangka kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Bharada E ternyata tidak mahir menembak dan bukan ajudan Irjen Ferdy Sambo. Fakta Bharadar Eliezer tak mahir meembak itu ditemukan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Personel Brimob bernama lengkap Richard Eliezer Pudihang Lumiu itu juga bukanlah seorang sniper atau penembak jitu. Karenanya, LPSK menilai sangat janggal jika Bharada E yang tak mahir menembak malah menjadi tersangka penembakan Brigadir J.

Apalagi, informasi yang didapat LPSK, Bharada E baru memegang pistol. Anggota Brimob asal Manado itu diketahui baru memegang senjata api sekitar 7 bulan sebelum insiden Jumat berdarah di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

Bahkan LPSK menemukan fakta jika Bharada E baru melakukan latihan menembak pada Maret 2022. Fakta baru itu diungkapkan Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu, Kamis (4/8).

“(Bharada E) Latihan menembak Maret 2022 di Senayan. Menurut informasi yang kami dapat, Bharada E bukan termasuk kategori mahir menembak,” ungkapnya.

Atas bukti-bukti itu, Edwin membantah informasi yang menyebut Bharada E adalah seorang sniper alias penembak jitu. “Dia tidak masuk standar itu (sniper). Bukan kategori penembak yang mahir,” tekan Edwin.

Kejangalan lain adalah, bahwa Bharada Eliezer bukan ajudan Ferdy Sambo. Melainkan hanya sopir. “Bharada E ini bukan ajudan atau ADC (aide-de-camp). Sprin (surat perintah penugasan) Bharada E ini (menjadi) sopir,” bebernya.

Bukti itu didapat langsung berdasarkan keterangan Bharada Eliezer kepada LPSK. Dalam keterangan itu, Bharada Eliezer menyebut ada delapan anggota Polri yang bertugas kepada Irjen Pol Ferdy Sambo.

“Menurut Bharada E, tiga di antaranya adalah sopir,” terangnya.

Kepada LPSK, Bharada Eliezer menyebut bahwa Ferdy Sambo memiliki dua ajudan. Yakni Brigadir Joshua dan Brigadir Daden. “J itu ajudan yang cukup lama di Pak Sambo bersama Daden. Jadi, J sama Daden sudah melekat ke Pak Sambo dua tahun,” paparnya.

Fakta dan bukti ini bertolak belakang dengan keterangan yang disampaikan Kombes Budhi Herdi Susianto, yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan. Saat itu, Budhi menyatakan bahwa Bharada Eliezer adalah personil polisi yang jago menembak di kesatuannya.

“Bharada E ini sebagai pelatih vertical rescue. Dan di Resimen Pelopor dia menjadi tim petembak kelas satu,” kata Budhi, Selasa (12/7) lalu.

Budhi juga menyebut bahwa Bharada Eliezer jadi pelatih teknik penyelamatan pada medan vertikal atau curam (vertical rescue). Budhi menyatakan, dalam baku tembak tersebut, Brigadir Joshua menggunakan senpi HS 16 dengan 16 peluru.

Tujuh peluru disebut Budhi dilepaskan, tapi tak satupu mengenai Bharada E. Sementara Bharada Eliezer dengan Glock 17 melepaskan menembakkan lima butir yang semuanya mengenai Brigadir Joshua.

Dengan fakta Bharada Eliezer tak mahir menembak, apakah itu berarti Kombes Budhi Herdi Susianto menyebarkan hoaks? (poj/zul)

Baca Juga:

  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.
  • Sadis! Senjata Brigadir J Disebut Dipakai Pelaku Lain untuk Buat Alibi Baku Tembak.

Berita Terkait

Berita Terbaru