Bela Jokowi Soal Kerumunan di Maumere, Instagram dr Tirta Banjir Komentar

JAKARTA - Berbeda sikap dengan banyak pihak, Relawan Covid-19 dr Tirta Mandira Hudhi atau dr Tirta rupanya menganggap Presiden Joko Widodo tidak bersalah atas kerumunan di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dia dengan tegas membela Presiden Jokowi dalam kasus ini. Buntutnya, Instagramnya pun banjir komentar.

Dalam unggahan Instagram resminya @dr.tirta, Rabu (24/2), dr Tirta membela Jokowi terkait kejadian di Maumere ini.

Unggahan ini menuai pro kontra dari follower dr Tirta di Instagram.

Sudah ada 129.973 orang yang melihat unggahan ini hingga Rabu siang atau satu jam sesudah diunggah.

Sementara komentarnya mencapai 1.435 komentar follower hanya selang 1 jam.

Dalam statusnya, dr Tirta mengungkit pertanyaan Atta Halilintar soal banyaknya orang yang mengajak berfoto ketika bepergian, termasuk usai beres Jumatan.

Atta Halilintar bertanya apakah kerumunan warga itu salah dia atau bukan.

“Apa yang ditanyakan Atta Halilintar ini persis dialami Pak Jokowi di NTT,” kata dr Tirta dikutip dari Fajar.

Tirta menegaskan, kerumunan di Maumere, Sikka, NTT itu bukan salah Jokowi.

Dokter Tirta menyebut Jokowi sama sekali tidak mengundang masyarakat berkerumun.

“Pak Jokowi tidak sama sekali mengajak berkumpul, apalagi bikin promo, bikin undangan, bikin tiket, apalah,” katanya.

“Semua pure (murni,red) antusias yang ramai-ramai datang menyambut presiden, ini tugas protokoler mengatur keramaian. Dan emang kalah jumlah,” ucap dr Tirta.

“Pada salah satu video, sedan Pak Jokowi sampai dikejar warga yang ingin menyapa. Tampak protokoler sampai kewalahan,” imbuh dia.

Dokter Tirta menyebut Jokowi sudah berusaha menenangkan dan mengingatkan soal protokol kesehatan kepada warga.

Dia juga membela aksi Jokowi menyapa warga dari atap mobil.

“Nggak mungkin mobil terus melaju kan? Satu-satunya cara agar bubar, ya, mau nggak mau Pakde keluar dari atap, dan menyapa dan meminta warga kembali ke rumah masing-masing,” sebut dr Tirta.

Dokter Tirta memberi pesan kepada protokoler Presiden Jokowi. Dia berharap protokoler Istana bisa berbenah dari kejadian kerumunan di NTT ini.

“Ini menjadi refleksi agar tim protokoler lebih berhati-hati mengatur agenda dan alur massa di lapangan ketika kegiatan Pak Jokowi,” katanya.

“Atas kejadian ini, pihak Biro Pers Istana juga sudah klarifikasi. Semoga ke depannya istana lebih selektif jika agenda Pak Presiden di lapangan, karena antusiasme warga yang sangat besar,” jelas dr Tirta.

“Sekian pendapat saya, semoga tetap sehat dan tetap semangat,” jelasnya. (pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Jozeph Paul Zhang Ternyata Lulusan SMA Favorit di Tegal, Saat Sekolah Prestasinya Biasa Saja.
  • Jozeph Paul Zhang Semakin Provokatif, Ring 1 SBY: Masak Negara Kalah Sama Satu Orang Pecundang Kayak Gini.

Berita Terkait

Berita Terbaru