Belajar dari Ahlinya, Pegawai Humas Dilatih Langsung Arbain Rambey

SLAWI - Sedikitnya 30 pegawai utusan dari organisasi perangkat daerah mengikuti workshop fotografi jurnalistik. Kegiatan ini diikuti utusan kehumasan OPD di lingkungan Pemkab Tegal dan instansi mitra pemda.

Narasumber kegiatan ini adalah wartawan dan fotografer senior, Arbain Rambey.

Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Fakihurrokhim mengatakan, dirinya berharap peserta bisa menggali tentang fotografi jurnalistik yang baik dan benar.

Melalui pelatihan ini, peserta bisa menyajikan foto dokumentasi kegiatan maupun pelayanan publik di instansinya masing-masing agar tampil lebih layak mengingat penyampaian berita melalui laman maupun media sosial harus diimbangi dengan ilustrasi foto yang menarik.

"Saya berharap peserta nanti mampu menyajikan berita di media maupun medsos di mana dia bekerja," katanya.

Sementara itu, narasumber Arbain Rambey mengawali materinya dengan prinsip dasar foto jurnalistik. Foto menurutnya satu bingkai dari rangkaian bingkai-bingkai kejadian. Goto jurnalistik merupakan foto yang mewakili kejadian tersebut secara keseluruhan.

Tidak hanya berteori, dirinya juga mengulas kegagalan sejumlah foto jurnalistik yang harus dihindari. Untuk itu, sebelum melakukan liputan jurnalistik, fotografer sudah harus bisa menggambarkan foto seperti apa yang akan diabadikannya.

"Prinsipnya, foto jurnalistik itu harus sudah jadi dulu, tersimpan di memori otak fotografer sebelum melakukan pemotretan," ucapnya.

Peliputan foto jurnalistik, lanjut Arbain, harus dilengkapi dengan informasi untuk disertakan sebagai teks pelengkap foto. Menurutnya foto yang baik adalah yang tidak kelebihan data dan tidak kekurangan data.

Sebab ada hal yang tidak bisa ditulis, tetapi juga ada hal yang tidak bisa difoto. Dalam mengabadikan sebuah peristiwa melalui foto, ada empat unsur yang harus diperhatikan, yakni teknis, posisi, komposisi, dan momen.

Di antara keempatnya, unsur teknis tidak perlu dirisaukan. Sebab dengan kemajuan teknologi, teknik pengabadian sudah terbantu dengan menu auto pada kamera, sehingga fotografer jurnalistik yang membutuhkan kecepatan tidak perlu khawatir dengan fokus maupun pencahayaan.

Penyampaian materi fotografi jurnalistik diakhiri dengan tanya jawab oleh peserta yang dipandu moderator. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Novia Widyasari yang Diduga Bunuh Diri Sudah 2 Kali Dihamili Polisi Pacarnya dan 2 Kali Diaborsi.
  • Prihatin Wali Kota Portal Alun-alun, Warga: Kita Ingin Tak Ada Egoisme dan Arogansi Kekuasaan.

Berita Terkait

Berita Terbaru