DPRD Kota Tegal
Share this on:

Bisa Dipenjara 3 Bulan, Ini Besaran Denda Buang Sampah di Kota Tegal

  • Bisa Dipenjara 3 Bulan, Ini Besaran Denda Buang Sampah di Kota Tegal
  • Bisa Dipenjara 3 Bulan, Ini Besaran Denda Buang Sampah di Kota Tegal

TEGAL - Peraturan Daerah (Perda) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga resmi disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal, Senin (8/7) lalu. Di mana setiap perbuatan yang melanggar larangan yang diatur dalam perda tersebut bakal dikenakan sanksi denda administratif paling tinggi Rp2,5 juta.

Ketua Pansus XVII DPRD Kota Tegal Sodik Gagang menegaskan, pelaksanaan sanksi denda administratif termasuk tindakan represif nonyustisial. Denda dibayarkan kepada Kas Daerah paling lambat 3x24 jam sejak ditetapkan. ”Apabila pembayaran tidak dilaksanakan dalam jangka waktu 3x24 jam, dapat dikenakan sanksi pidana,” ujar Sodik.

Ketentuan Pidana yang dimaksud diatur pada Pasal 40 Perda tersebut. Setiap orang yang melanggar ketentuan dalam perda tersebut, diancam pidana kurungan paling lama tiga bulan dan atau denda paling banyak Rp50 juta.

Dalam Perda tersebut, sesuai Pasal 35, setiap orang yang membuang sampah, kotoran, atau barang bekas lainnya di saluran air atau selokan atau sungai, jalan, berm, trotoar, tempat umum, tempat pelayanan umum, dan tempat lainnya yang mengganggu ketertiban, kebersihan, dan keindahan, dikenakan denda sebesar Rp2,5 juta.

Denda dengan nilai Rp2,5 juta juga berlaku bagi setiap orang yang membakar sampah atau benda lainnya di bawah pohon, yang menyebabkan matinya pohon tersebut. Termasuk, setiap orang yang membakar sampah pada tempat-tempat yang membahayakan. Serta, setiap orang yang mencampur sampah dengan limbah bahan berbahaya dan beracun.

Kemudian, lanjut dia, setiap orang yang melakukan penanganan sampah dengan pembuangan terbuka di TPA dendanya Rp1 juta. Setiap orang yang membuang bangkai hewan di saluran air atau sungai, baik yang airnya mengalir atau tidak, atau di jalan atau di tempat lain Rp500 ribu. Begitu pula dengan setiap orang yang mengotori, merusak, dan membakar atau menghilangkan tempat sampah yang sudah disediakan juga didenda Rp500 ribu.

Sedangkan setiap orang yang membuang sampah sembarangan atau di luar TPS, dendanya hanya Rp250 ribu. Kemudian, setiap orang yang tidak menyediakan tempat sampah di dalam pekarangan bagian depan, Rp125 ribu. Setiap orang yang mengeruk atau mengais sampah di tempat sampah yang berada di rumah tinggal, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan atau fasilitas lainnya yang berakibat sampah, dendanya senilai Rp125 ribu.

Selanjutnya, bagi setiap orang yang membuang benda berbau busuk yang menggangu penghuni sekitarnya, di perda itu juga diatur dengan denda Rp125 ribu. Nilai denda yang sama juga diberlakukan untuk setiap orang yang membakar sampah di badan jalan, jalur hijau, taman selokan, dan tempat umum.

Tidak hanya itu, denda juga diberlakukan untuk pedagang kaki lima (PKL) yang tidak menyediakan tempat sampah memadai untuk menampung seluruh sampah yang dihasilkan, yakni Rp 500 ribu. PKL yang tidak mengumpulkan semua sampah yang dihasilkan di tempat sampah dan membuangnya di TPS, juga didenda Rp500 ribu.

Dengan disahkannya Perda tersebut, sejumlah Fraksi DPRD Kota Tegal meminta Organisasi Perangkat Daerah terkait, dalam ini Dinas Lingkungan Hidup agar menyosialisasikan Perda secara gencar kepada masyarakat.

”Sehingga, masyarakat tidak menyalahkan Pemerintah Kota Tegal, meskipun ini telah lama diterapkan di kota-kota besar,” kata Juru Bicara Fraksi PKB Efi Iffanah. (nam/zul/fat)


Berita Sejenis

Penggusuran Rumah Kian Dekat, DPRD Panggil PT. KAI

Penggusuran Rumah Kian Dekat, DPRD Panggil PT. KAI

Terkait rencana eksekusi puluhan bangunan di 3 RT RW VII Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal, DPRD setempat mengambil sikap.


Edy Soeripno Diganti Kusnendro

Edy Soeripno Diganti Kusnendro

Setelah menunggu beberapa waktu, pimpinan definitif DPRD Kota Tegal periode 2019-2024 akhirnya diumumkan.


Puluhan Warga Terancam Kehilangan Rumah, Pemkot Tegal Diminta Pikirkan Solusi

Puluhan Warga Terancam Kehilangan Rumah, Pemkot Tegal Diminta Pikirkan Solusi

Batas waktu pengosongan lahan milik PT KAI di 3 RT RW VII Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal semakin dekat.


Uyip Gelorakan Kebanggaan melalui Pencak Silat

Uyip Gelorakan Kebanggaan melalui Pencak Silat

Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tegal periode 2019-2023 resmi dilantik di Pendapa Ki Gede Sebayu Kompleks Balaikota Tegal, Sabtu (7/9) lalu.


Dideadline Pindah, Nilai Ganti Bongkar dari PT. KAI Tak Manusiawi

Dideadline Pindah, Nilai Ganti Bongkar dari PT. KAI Tak Manusiawi

PT. Kereta Api Indonesia (KAI) berencana melakukan pembongkaran di lahan milik PT. KAI di Implasement Dipo Lokomotif Tegal Daop 4 Semarang


Duet Uyip-Habib Ali Garansi Sebulan Alat Kelengkapan Dewan Siap

Duet Uyip-Habib Ali Garansi Sebulan Alat Kelengkapan Dewan Siap

Pimpinan DPRD Kota Tegal definitif ditargetkan sudah ada maksimal sebulan sejak pelantikan.


Soal Kenaikan Iuran BPJS, Pemkot Tegal Diminta Responsif

Soal Kenaikan Iuran BPJS, Pemkot Tegal Diminta Responsif

Rencana pemerintah menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan September ini mendapat tanggapan dari sejumlah politisi di Kota Tegal.


DPRD Kota Tegal Sepakati Bentuk Tiga Pansus

DPRD Kota Tegal Sepakati Bentuk Tiga Pansus

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal menggelar Rapat Pimpinan di Ruang Rapat Komisi I, Gedung Parlemen, Jalan Pemuda, Senin (26/8).


30 Anggota DPRD Kota Tegal Terpilih Dilantik

30 Anggota DPRD Kota Tegal Terpilih Dilantik

Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya 30 anggota DPRD Kota Tegal periode 2019-2024 dilantik.


Dewan Apresiasi Prestasi Pemkot Tegal

Dewan Apresiasi Prestasi Pemkot Tegal

Sejumlah prestasi yang diraih Pemkot Tegal mendapatkan apresiasi dari pimpinan DPRD Kota Tegal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!