DPRD Kota Tegal
Share this on:

Dideadline Pindah, Nilai Ganti Bongkar dari PT. KAI Tak Manusiawi

  • Dideadline Pindah, Nilai Ganti Bongkar dari PT. KAI Tak Manusiawi
  • Dideadline Pindah, Nilai Ganti Bongkar dari PT. KAI Tak Manusiawi

TEGAL - PT. Kereta Api Indonesia (KAI) berencana melakukan pembongkaran di lahan milik PT. KAI di Implasement Dipo Lokomotif Tegal Daop 4 Semarang yang berada di wilayah RW VII, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur. Rencana tersebut mendapat respons dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal.

Ketua Sementara DPRD Edy Suripno mengatakan, memang kedudukan warga di area tersebut sangat lemah, karena berada dalam zona pengembangan PT. KAI di jalur perkeretaapian. Namun demikian, nilai ganti bongkar yang ditetapkan PT. KAI kepada warga yang terdampak tidaklah manusiawi. Harusnya, dihitung dari pertumbuhan ekonomi dan nilai kelayakan.

“Sebab, yang dipindah adalah orang, bukan memindahkan barang atau suatu tempat, tapi orang, yang di dalamnya merupakan orientasi suatu daerah. Orang tersebut menjadi subjek sekaligus objek pembangunan. Karena itu, harus dilindungi. Sehingga, perlu ada negosiasi dan agar mempertimbangkan itu,” kata Uyip, sapaan akrab Ketua Sementara DPRD, Rabu (4/9).

Uyip mengemukakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal dalam hal ini wali kota perlu memfasilitasi penyelesaian persoalan PT. KAI dengan warga secara bersama-sama. Karena bagaimana pun, di lokasi tersebut telah terbentuk struktur pemerintahan, baik RT maupun RW. Warga juga ditetapkan sebagai wajib pajak yang terkait dengan iuran Pajak Bumi Bangunan dan lainnya.

Atas peristiwa ini, sambung Uyip, ke depan, pengembangan yang dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seyogyanya diberitahukan terlebih dulu kepada unsur penyelenggara pemerintahan, yakni DPRD dan Pemkot. “Sejak ada rencana itu, belum ada pembahasan dari PT. KAI maupun Pemkot. DPRD menyayangkan hal tersebut,” tegas Uyip.

Seperti diberitakan Radar sebelumnya, PT. KAI akan melakukan pembongkaran di lahan itu untuk kepentingan Mesin Bubut Roda di Implasement Depo Lokomotif Tegal. Rencana pelaksanaan penertiban lahan dilakukan akhir September 2019. Adapun untuk ganti bongkar bangunan permanen warga Rp250.000 per meter persegi dan semi permanen Rp200.000 per meter persegi. (nam/zul/wan)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

APBD 2020 Kota Tegal Direncanakan Defisit

APBD 2020 Kota Tegal Direncanakan Defisit

APBD Kota Tegal 2020 diperkirakan mengalami defisit, menyusul jumlah belanja daerah yang lebih besar dari pendapatan yang direncanakan.


Akhiri Polemik Retribusi Pasar Pagi dengan Ganti Perwal

Akhiri Polemik Retribusi Pasar Pagi dengan Ganti Perwal

Setelah mendapatkan aduan dari sejumlah pedagang pasar pagi blok A, Komisi II DPRD Kota Tegal melakukan kajian Perda yang menjadi dasar retribusi kios.


DPRD Minta Dinkes Intensifkan Home Visit ke Warga Tak Mampu

DPRD Minta Dinkes Intensifkan Home Visit ke Warga Tak Mampu

Akhmad Khaerudin (2), warga Kelurahan Kaligangsa Kecamatan Margadana Kota Tegal yang menderita muntaber, akhirnya bisa dirawat di RSUD Kardinah.


Penggusuran Rumah Kian Dekat, DPRD Panggil PT. KAI

Penggusuran Rumah Kian Dekat, DPRD Panggil PT. KAI

Terkait rencana eksekusi puluhan bangunan di 3 RT RW VII Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal, DPRD setempat mengambil sikap.


Puluhan Warga Terancam Kehilangan Rumah, Pemkot Tegal Diminta Pikirkan Solusi

Puluhan Warga Terancam Kehilangan Rumah, Pemkot Tegal Diminta Pikirkan Solusi

Batas waktu pengosongan lahan milik PT KAI di 3 RT RW VII Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal semakin dekat.


Soal Kenaikan Iuran BPJS, Pemkot Tegal Diminta Responsif

Soal Kenaikan Iuran BPJS, Pemkot Tegal Diminta Responsif

Rencana pemerintah menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan September ini mendapat tanggapan dari sejumlah politisi di Kota Tegal.


Dewan Apresiasi Prestasi Pemkot Tegal

Dewan Apresiasi Prestasi Pemkot Tegal

Sejumlah prestasi yang diraih Pemkot Tegal mendapatkan apresiasi dari pimpinan DPRD Kota Tegal.


Raih Suara Terbanyak, Uyip Ungguli Habib Ali

Raih Suara Terbanyak, Uyip Ungguli Habib Ali

Dari 30 caleg terpilih yang ditetapkan KPU, petahana yang juga Ketua DPRD Edy Soeripno berhasil meraih suara terbanyak


Tangani Banjir, Pemkot Tegal Diminta Lakukan Kajian Tak Biasa

Tangani Banjir, Pemkot Tegal Diminta Lakukan Kajian Tak Biasa

Penanganan banjir yang selama ini menggunakan program peninggian jalan kerap dikeluhkan warga.


TPAS Sudah Tak Tepat untuk Atasi Persoalan Sampah

TPAS Sudah Tak Tepat untuk Atasi Persoalan Sampah

Persoalan sampah menjadi momok berkelanjutan bagi Kota Tegal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!