Ekonomi
Share this on:

Ada Niatan Jelek Pemerintah Naikkan Cukai Rokok?

  • Ada Niatan Jelek Pemerintah Naikkan Cukai Rokok?
  • Ada Niatan Jelek Pemerintah Naikkan Cukai Rokok?

Ilustrasi./fin

JAKARTA - Alasan kenaikan cukai rokok untuk menekan konsumsi rokok, dan bisa menambah penerimaan negara dianggap ada niatan yang tidak baik. Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, kebijakan pemerintah tidak berpihak pada pengusaha dan petani rokok.

"Kebijakan menaikkan cukai untuk meningkatkan penerimaan pemerintah itu artinya sudah cacat niat dari awal. Tujuan pemerintah yang sesungguhnya adalah menaikkan penerimaan menutup defisit APBN," ujar Pieter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (17/9).

Menuurut Pieter, pemerintah sudah mengetahui bahwa kebijakan yang diberlakukan pada tahun depan itu akan mampu mengurangi konsumsi rokok.

"Hal ini seakan menegaskan sejak awal pemerintah tahu bahwa kenaikan cukai tidak akan menurunkan konsumsi rokok dan justru memanfaatkan inelastisnya konsumsi rokok terhadap harga," kata dia.

Senada dengan Pieter, Ketua Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo menilai tidak akan berpengaruh terhadap konsumsi rokok di Tanah Air.

"Perlu diketahui bahwa kebijakan menaikkan cukai tidak berbanding lurus dengan penurunan prevalensi merokok karena perokok sangat elastis artinya ketika harga naik mereka akan mensiasati dengan membeli rokok yang harganya lebih rendah, bahkan akan membeli rokok ilegal bahkan melintang sendiri alias tingwe. jadi argumen itu terbantahkan," ujar dia kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (17/9).

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membeberkan alasan kenaikan cukai rokok dilakukan adalah untuk menekan konsumsi rokok yang selama ini terus meningkat.

Dia juga tidak memungkiri, kebijakan tersebut nantinya menambah penerimaan negara.

"Tujuan (kenaikan cukai) untuk mengurangi dan mengontrol konsumsi. Jadi memang tujuannya begitu," ujar Sri Mulani di Jakarta, Senin (16/9).

Memutuskan kebijakan itu, kata Sri Mulyani, telah mempertimbangkan semua aspek baik penerimaan negara, pemerintah maupun produksi, yakni baik petani dan pengusaha pabrik rokok.

"Oleh karena itu, aspek dari kesehatan, penerimaan negara maupun dari sektor produksinya terutama kelompok petani dan pengusaha kecilnya kita tetap harmoniskan dalam kebijakan cukai itu," tutur dia.

Menurut dia, menaikkan cukai rokok telah dilakukan dengan pertimbangan yang sangat matang dan seimbang. Namun, tidak melupakan nasib para petani.

"Kita perhatikan ada unsur elemen petani, dan juga petani terutama tembakau dan cengkeh versus adanya impor cengkeh tersebut," ucap dia.

Dengan kebijakan ini, harapan dia jumlah perokok akan menurun. Terlebih lagi bisa menekan rokok ilegal.

"Di sisi lain menjaga harus mencegah rokok ilegal agar tetap gak meningkat," ungkap dia.

Diakui dia, kenaikan rokok akan memberikan andil inflasi. Karena setiap bulan, rokok berkontribusi sebesar 0,01 persen dari rokok filter dan kretek.

"Setiap bulan kan ada kenaikan, tapi tipis ya kontribusinya," ujar dia. (din/fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pemerintah Sinkronisasi 1,4 Miliar IMEI

Pemerintah Sinkronisasi 1,4 Miliar IMEI

Agar regulasi pemblokiran ponsel ilegal atau black market (BM) berjalan dengan optimal tahun depan


Belum Kantongi Sertifikasi Halal, Pemerintah Masih Beri Kelonggaran bagi UKM

Belum Kantongi Sertifikasi Halal, Pemerintah Masih Beri Kelonggaran bagi UKM

Pemerintah masih memberikan kelonggaran bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang belum mengantongi sertifikasi halal hingga lima tahun ke depan atau 2024.


Investasi, Prioritas Pembiayaan Infrastruktur

Investasi, Prioritas Pembiayaan Infrastruktur

Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) yang memfasilitasi pembiayaan infrastruktur tanpa utang dan tidak membebani APBN mencapai Rp29,3 triliun


Pemerintah Diminta Segera Naikkan Cukai Rokok

Pemerintah Diminta Segera Naikkan Cukai Rokok

Pemerintah diminta segera menaikkan cukai rokok. Sehingga harga rokok semakin mahal dan pelajar akan semakin sulit membelinya.


Kenaikan Cukai Rokok Gerus Pendapatan Negara

Kenaikan Cukai Rokok Gerus Pendapatan Negara

Industri Hasil Tembakau (IHT) memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Karenanya, cukai rokok selama ini dapat mengerek pendapatan negar


Status Ojol Jadi Angkutan Umum Tak Mungkin Terjadi

Status Ojol Jadi Angkutan Umum Tak Mungkin Terjadi

Desakan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) agar pemerintah memberi payung hukum terhadap ojol


Aturan Tax Refund Belum Kerek Wisman

Aturan Tax Refund Belum Kerek Wisman

Pemerintah memberikan kelonggaran skema pengembalian Pajak Pertambahan Nilai atau tax refund bagi wisatawan mancanegara.


Rusuh di Wamena, Investor Asing Lirik Negara Lain

Rusuh di Wamena, Investor Asing Lirik Negara Lain

Kerusuhan hingga menyebabkan 30 orang meninggal, sekitar 70 orang terluka, ratusan bangunan milik pemerintah maupun swasta dirusak


Pemerintah Izinkan Pemda Bikin Perda Investasi

Pemerintah Izinkan Pemda Bikin Perda Investasi

Di tengah perampingan aturan yang menghambat investasi di dalam negeri


Terancam PHK, Buruh Tembakau Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Terancam PHK, Buruh Tembakau Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Rencana kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen dan Harga Jual Eceran (HJE) sebesar 35 persen, tidak pernah reda dari sorotan berbagai pihak.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!