Ekonomi
Share this on:

Akhir 2018 Industri Kreatif Rp1.000 Triliun

  • Akhir 2018 Industri Kreatif Rp1.000 Triliun
  • Akhir 2018 Industri Kreatif Rp1.000 Triliun

JAKARTA - Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf) optimistis industri ekonomi kreatif dipengujung tahun ini berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp1.000 triliun. Pasalnya, pada periode 2016 silam, sumbangan ekonomi kreatif sudah menyentuh di kisaran Rp 922 triliun. Tentu, itu dengan catatan industri ekonomi kreatif setiap tahun tumbuh positif.

Memang angka itu baru sebatas taksrian. Maklum, data edisi 2017 belum dilansir Badan Pusat Statistik (BPS). Tiga sektor penyumbang terbesar industri ekonomi kreatif meliputi feshion, kuliner, dan kriya. Tahun 2016, industri kreatif tercatat berkontribusi 7,44 persen terhadap PDB.

Persentase sumbangan industri kreatif di bawah Amerika Serikat (AS) 11,12 persen terhadap PDB, dan Korea Selatan 8,67 persen terhadap PDB. Namun, berada di atas Rusia 6,05 persen terhadap PDB, Singapura 5,7 persen terhadap PDB, Filipina 4,92 persen terhadap PDB, dan Kanada 4,5 persen terhadap PDB.

Menariknya, persentase perempuan sektor ini 53,86 persen. Angka itu cukup mencolok bila dibanding komposisi industri pada umumnya, dengan pekerja perempuan hanya 37,16 persen dan laki-laki 62,84 persen. Pada 2016, perempuan bekerja sektor ekonomi kreatif 9,4 juta orang.

”Untuk tiga sektor itu memang didominasi kaum hawa,” tutur Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ricky Joseph Pesik belum lama ini.

Kondisi itu, menginspirasi sejumlah pelaku industri mencetuksna gerakan #IniKerjaKu. Ajakan untuk kaum muda berbagi inspirasi positif dan melakukan aksi nyata bagi kemajuan bangsa. ”Kami melihat apresiasi terhadap seni semakin meningkat. Terutama mural dan tren masyarakat ingin tampil beda dengan produk buatan anak negeri. Pemerintah juga semakin membuka ruang terutama bagi produk-produk ekonomi kreatif untuk berkembang baik di dalam dan luar negeri,” tutur inisiator #IniKerjaKu Muhammad Haudy.

Co-Founder Never Too Lavish itu menyebut gerakan itu mengajak generasi muda berpartisipasi aktif melalui media sosial. Mengenai kreativitas, kerja, aksi nyata bagi orang banyak, dan membagikan melalui media social. ”Ini jangan dikaitkan dengan dukungan politik tertentu. Ini murni untuk menyebar virus optimisme pada generasi milenial. Kaum muda dan kreatif harus menjadi pelaku utama,” tegas Haudy.

Gerakan #IniKerjaKu merupakan ajakan kepada Generasi Kerja #GenerasiKerja saling memotivasi para pelaku industri seluruh Indonesia untuk terus menghasilkan karya. Caranya, dengan mengunggah semangat di media sosial menggunakan tagar #IniKerjaKu dan #GenerasiKerja.

”Kami melihat industri kreatif begitu berkembang pesat. Buktinya, saya telah mendidik setidaknya 21 orang. Itu juga tidak lepas dari dukungan pemerintah yang peduli akan potensi bonus demografi yang begitu melimpah,” tukas Haudy.

Dukungan terhadap gerakan #IniKerjaKu juga datang disuarakan Founder of Senja.ja & JA Design Studio Jos Acha. Acha mengaku saat menekuni dunia kreatif sempat tidak percaya diri. Bahkan, pernah ada konsumen datang untuk melihat produk, setelah mengetahui pemiliknya masih berusia belia, seakan tidak percaya.

”Iya, saya kan mulai bisnis kreatif sejak usia 17 tahun,” tutur Acha.

Mesi begitu, Acha mengaku tidak patah arang. Dia terus membakar semangat karena ada dukungan riil dari pemerintah. ”Saya bangga menjadi generasi muda Indonesia. Pemerintah mendukung penuh dan mengapresiasi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas. Itu membuat masyarakat Indonesia peduli dan memperhatikan brand-brand lokal yang dikembangkan generasi muda, generasi fokus pada kerja,” tuturnya. (dan/jpg)

Berita Sebelumnya

Pemilu Sela AS Tunggangi Rupiah
Pemilu Sela AS Tunggangi Rupiah

Berita Berikutnya

Mandiri Layani Kemenko Perekonomian
Mandiri Layani Kemenko Perekonomian

Berita Sejenis

Industri Tekstil Dapat Insentif

Industri Tekstil Dapat Insentif

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) akan diidentifikasi untuk meningkatkan kapasitas produksi.


Produsen Roda Empat Tahan Harga

Produsen Roda Empat Tahan Harga

Penjualan otomotif tahun ini diperkirakan stagnan atau sama dengan 2018 yang mencapai 1.151.413 unit.


Permendag Tekan Baja Impor

Permendag Tekan Baja Impor

Pelaku industri baja menyambut baik Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 110 Tahun 2018.


Batu Bara Topang Ekspor Kaltim

Batu Bara Topang Ekspor Kaltim

Nilai ekspor Kaltim periode Januari-Desember 2018 mencapai USD 18,36 miliar atau naik 5,01 persen dibanding periode yang sama pada 2017.


Semen Indonesia Akuisisi Holcim

Semen Indonesia Akuisisi Holcim

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk resmi mengakuisisi PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) senilai Rp 12,96 triliun.


Pajak E-Commerce Masih Moderat

Pajak E-Commerce Masih Moderat

Keluarnya PMK Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik diharapkan memberikan kepastian bagi pela


Target Ekspor Lebih Rendah daripada 2018

Target Ekspor Lebih Rendah daripada 2018

Pertumbuhan ekspor nonmigas tahun ini dipatok lebih rendah daripada 2018.


Produksi Konsentrat Freeport Turun

Produksi Konsentrat Freeport Turun

Produksi konsentrat PT Freeport Indonesia tahun ini akan merosot menjadi 1,2 juta ton dari 2 juta ton pada 2018.


Terdorong Permintaan Pasar Domestik

Terdorong Permintaan Pasar Domestik

Kinerja sektor industri agro diproyeksi terdongkrak karena lonjakan permintaan domestik seperti produk makanan dan minuman pada momen pemilihan umum (pemilu).


Tambah Investasi Substitusi Impor

Tambah Investasi Substitusi Impor

Tahun ini investasi tetap mengalir deras. Pemerintah memproyeksikan nilai investasi yang masuk di industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT) pada 2019.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!