Ekonomi
Share this on:

Akhirnya Lima Kebijakan Diluncurkan

  • Akhirnya Lima Kebijakan Diluncurkan
  • Akhirnya Lima Kebijakan Diluncurkan

JAKARTA - Upaya mendorong investasi di sektor properti, pemerintah akhirnya mengeluarkan paket lima kebijakan. Salah satu poinnya yakni peningkatan batasan nilai hunian mewah yang dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) dan penurunan tarif PPh Pasal 22 atas hunian mewah dari lima persen menjadi satu persen.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (Kepala BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara kepada Fajar Indonesia Network (FIN) menjelaskan, kelima paket kebijakan yakni penyesuaian batasan tidak kena PPN (Pajak Pertambahan Nilai) rumah sederhana sesuai daerahnya. Kedua pembebasan PPN atas rumah/bangunan korban bencana alam.

Selain itu juga peningkatan batasan nilai hunian mewah yang dikenakan PPh dan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) dari Rp5 sampai Rp10 miliar menjadi Rp30 miliar yang menjadi poin ketiga.

Poin keempat, penurunan tarif PPh Pasal 22 atas hunian mewah dari 5 persen menjadi 1 persen; dan poin terakhir, simplifikasi prosedur validasi PPh penjualan tanah/bangunan dari 15 hari menjadi 3 hari kerja.

Sektor properti dalam makro perekonomian dicatat sebagai investasi karena dianggap barang jangka panjang yang menghasilkan efek berganda (multiplier effect) karena terkait dengan banyak jasa dan industri yang menggerakkan ekonomi.

"Kalau kita ingin menggairahkan investasi salah satunya adalah perhatikan sektor properti sebagai penarik perekonomian yang menghasilkan multiplier effect," paparnya.

Sektor properti berhubungan dengan hampir seluruh sektor yang penting bagi perekonomian. Dia terkait dengan sektor konstruksi, jasa keuangan, perdagangan, informasi dan komunikasi, jasa perusahaan, bahkan industri makanan, transportasi, pergudangan, dan lain-lain.

Ia menambahkan, properti mewah perlu diberi insentif agar pengembang memiliki keuntungan (margin profit) yang lebih tinggi untuk membangun rumah medium dan sederhana.

Suahasil Nazara juga menyampaikan, rincian batasan insentif fiskal untuk mendorong investasi di sektor properti sebagai tertuang dalam daftar batasan harga jual rumah sederhana berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81/PMK.010/2019 tentang Batasan Rumah Umum, Pondok Boro Asrama Mahasiswa dan Pelajar, serta Perumahan Lainnya, yang atas Penyerahannya Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai.

Terkait batasan harga jual Rumah Umum Bebas PPN, dibagi atas 5 zona, yaitu zona pertama Pulau Jawa (kecuali Jakarta, Bogor Depok, Tangerang, Bekasi) dan Sumatera (kecuali Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai) dari Rp130 juta di tahun 2018 menjadi Rp140 juta di tahun 2019 dan Rp150.500.000 di tahun 2020 mendatang.

"Zona kedua yaitu Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu) dari Rp142 juta di tahun 2018 menjadi Rp153 juta di tahun 2019 dan Rp164.500.000 di tahun 2020 mendatang," rincinya.

Sedangkan untuk zona ketiga yaitu Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai dan Kepulauan Riau (kecuali Kepulauan Anambas) dari Rp136 juta di tahun 2018 menjadi Rp146 juta di tahun 2019 dan Rp156.500.000 di tahun 2020 mendatang.

Zona keempat yaitu Maluku, Maluku Utara, Bali dan Nusa Tenggara, Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Mahakam Ulu dari Rp148.500.000 di tahun 2018 menjadi Rp158 juta di tahun 2019 dan Rp168 juta di tahun 2020.

Zona kelima yaitu Papua dan Papua Barat dari Rp205 juta di tahun 2018 menjadi Rp212 juta di tahun 2019 dan Rp219 juta di tahun 2020 mendatang.

Sebagai informasi, batasan harga jual tahun 2018 diatur dalam PMK 113/PMK.03/2014 sedangkan batasan harga jual tahun 2019 dan 2020 ditetapkan berdasarkan masukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) dan mempertimbangkan inflasi sektor perumahan. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Impor Mei 2019 Turun 5,62 Persen
Impor Mei 2019 Turun 5,62 Persen

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Mitsubishi New Triton Kembali Mengaspal

Mitsubishi New Triton Kembali Mengaspal

Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akhirnya meluncurkan model terbaru mobil pickup New Mitsubishi Triton.


Dorong Efisiensi, BI Perluas Kebijakan

Dorong Efisiensi, BI Perluas Kebijakan

Bank Indonesia (BI) memperluas kebijakan yang lebih akomodatif untuk mendorong permintaan domestik.


Penutupan Giant karena Kalah Bersaing

Penutupan Giant karena Kalah Bersaing

Setelah bungkam, akhirnya Direktur PT Hero Supermarket Hadrianus Wahyu Trikusumo buka suara terkait penutupan enam toko Giant di sejumlah tempat di Jabodetabek.


Pajak Ekspor CPO Untungkan Pengusaha Sawit

Pajak Ekspor CPO Untungkan Pengusaha Sawit

Kebijakan pemerintah menerbitkan pungutan ekspor kepada seluruh pengusaha sawit sebesar 50 dolar AS per ton dan 30 dolar AS.


Maskapai Patuh Turunkan Tarif Pesawat

Maskapai Patuh Turunkan Tarif Pesawat

Sehari pemerintah mengeluarkan kebijakan penurunan tarif pesawat untuk maskapai berbiaya murah (Low Cost Carrier/LCC).


Hasil Audit Laporan Keuangan Garuda Diumumkan Usai Lebaran

Hasil Audit Laporan Keuangan Garuda Diumumkan Usai Lebaran

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap laporan keuangan Garuda Indonesia lima hari setelah Lebaran.


Deal, Jepang Garap Blok Masela

Deal, Jepang Garap Blok Masela

Jalan panjang pencarian investor untuk pengeboran lapangan minyak Blok Masela, akhirnya rampung.


Akhirnya BPJS Kesehatan Diaudit

Akhirnya BPJS Kesehatan Diaudit

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akhirnya mengeluarkan hasil audit final BPJS Kesehatan.


Iuran PBI Naik Atasi Defisit BPJS

Iuran PBI Naik Atasi Defisit BPJS

Tahun ini merupakan tahun ke lima BPJS Kesehatan berdiri. Namun dapat dipastikan lembaga tersebut mengalami defisit.


Maskapai Penerbangan Akhirnya Patuhi Tarif Baru

Maskapai Penerbangan Akhirnya Patuhi Tarif Baru

Kementerian Perhubungan melakukan pemantauan penerapan tarif penumpang kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!