Ekonomi
Share this on:

Aksi 22 Mei Picu Pelemahan Rupiah

  • Aksi 22 Mei Picu Pelemahan Rupiah
  • Aksi 22 Mei Picu Pelemahan Rupiah

JAKARTA - Pengamat ekonomi memperkirakan aksi massa 22 Mei memicu nilai tukar rupiah melemah semakin dalam. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengatakan, nilai tukar rupiah akan terus terkoreksi.

Diketahui, dalam beberapa terakhir nilai rupiah terus mengalami tekanan yang cukup besar. "Rupiah diperkirakan kembali alami koreksi ke 14.500 perDolar AS hingga 14.600per Dolar AS pasca 22 Mei," kata Bhima.

Menurut Bhima, Pemilihan Umum (Pemilu) tahun ini berbeda dengan tahun 2014 silam. Tahun ini, pelaku pasar optimis pasca Pemilu.

"Pemilu saat ini pelaku pasar pasca Pemilu cukup tinggi. Sebab ada harapan pemerintah di bawah Jokowi bisa mendorong ekonomi hingga tumbuh tujuh persen," kata Bhima.

Hanya saja, kata Bhima, untuk investor tidak optinistis. Artinya Jokowi Effect tidak lagi terjadi pada Pemilu tahun ini.

Hal itu karena Jokowi tidak mampu mencapai target 7 persen seperti yang ditargetjan sejak awal pemerintahan. "Melihat tren lima tahun terakhir ekonomi hanya mampu tumbuh 5 persen. Jadi Jokowi Effect berkurang di mata investor," ujar Bhima.

Ekonom Indef lainnya, Eko Listiyanto mengatakan, aksi massa 22 tidak akan banyak berpengaruh terhadap perekonomian. "Secara kondisi perekonomian tidak banyak yg berbeda, sama-sama membuat investor menunggu," ujar Eko.

Terkait kurs rupiah, menurut Eko, tidak akan berpengaruh sebab sudah terantisipasi sejak jauh-jauh hari. "Kalaupun melemah tajam kemungkinan ada faktor global juga," ucap Eko.

Sedangkan untuk investasi, Eko memperkirakan akan melambat namun bukan disebabkan pilpres, tetali disebabkan perekonomian global yang lesu. "Investasi melambat tahun ini bukan karena pilpres, tapi karena perekonomian global yang lesu, berimbas ke komoditas ekspor dan ekonomi Indonesia," pungkas Eko.

Nilai tukar rupiah di pasar spot bergerak melemah 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.465 per dolar AS pada pada Selasa (21/5), pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, rupiah dibuka di zona merah dengan pelemahan 8 poin atau 0,06 persen di posisi Rp14.463 per dolar AS. (din/zul/fin)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Neraca Perdagangan RI Tekor Rp28 T

Neraca Perdagangan RI Tekor Rp28 T

Neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif sampai dengan Mei 2019 masih tekor sebesar Rp2,14 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp28 triliun.


Kurs Rupiah Tinggi, Listrik Batal Naik Tahun Depan

Kurs Rupiah Tinggi, Listrik Batal Naik Tahun Depan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memperkirakan jika kurs rupiah terus menguat dan harga minyak tidak menurun


Impor Mei 2019 Turun 5,62 Persen

Impor Mei 2019 Turun 5,62 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis volume impor pada bulan Mei 2019 mengalami penurunan 5,62 persen secara bulanan atau month to month.


Duh... Belanja Pemerintah untuk PNS Membengkak

Duh... Belanja Pemerintah untuk PNS Membengkak

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut realisasi belanja pemerintah pusat hingga Mei 2019 mengalami peningkatan sebesar Rp530,8 triliun.


Realisasi Pencairan DAU Belum Optimal

Realisasi Pencairan DAU Belum Optimal

Realisasi pencairan Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan untuk dana kelurahan masih belum optimal hingga Mei 2019.


Utang Luar Negeri Swasta RI Berpotensi Picu Krismon 1998

Utang Luar Negeri Swasta RI Berpotensi Picu Krismon 1998

Bank Indonesia (BI) meyebutkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia untuk swasta dan BUMN tumbuh sebesar 1999,6 miliar dolar AS atau setara Rp2.834,2 triliun.


Inflasi saat Ramadan Diprediksi 0,47 Persen

Inflasi saat Ramadan Diprediksi 0,47 Persen

Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi bulan Ramadan atau Minggu Keempat Mei 2019 ini di berada di kisaran 0,47 persen.


Pasar Tanah Abang Buka Setengah Hari

Pasar Tanah Abang Buka Setengah Hari

Pasca kerusuhan 21-22 Mei, Pasar Tanah Abang Blok A-G, Jakarta Pusat mulai kembali dibuka untuk umum, Jumat (24/5) kemarin.


Aksi 22 Mei Ricuh, Pengusaha Rugi Rp1,5 Triliun

Aksi 22 Mei Ricuh, Pengusaha Rugi Rp1,5 Triliun

Unjuk rasa 22 Mei yang berujung rusuh memukul sektor perekonomian di Jakarta. Total kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 triliun.


Investor Asing Tunda Berinvestasi di Indonesia

Investor Asing Tunda Berinvestasi di Indonesia

Aksi massa 21 dan 22 Mei yang berujung ricuh membuat investor asing menunda menanamkan modalnya di Indonesia.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!