Ekonomi
Share this on:

Aktif Gaet Investor Pemula

  • Aktif Gaet Investor Pemula
  • Aktif Gaet Investor Pemula

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) berusaha menggaet lebih banyak investor pemula. Salah satu upayanya, menggandeng berbagai komunitas.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menyebutkan, pertumbuhan jumlah single investor identification (SID) kini berada di angka 759 ribu. Angka tersebut tumbuh 27 persen atau telah melampaui target hingga akhir tahun r 25 persen.

’’Per 10 September 2018,’’ ungkapnya di BEI, kemarin.

Target pertumbuhan 25 persen itu bukan hanya kuantitas investor, tetapi juga investor yang aktif. ’’Kami bisa melihat SID mana yang aktif melakukan transaksi,’’ katanya.

Saat ini BEI memiliki 29 kantor perwakilan. Ada pula 400 galeri investasi yang menggandeng pihak kampus. Berbagai kegiatan diselenggarakan di daerah untuk menggaet investor.

Menurut Hasan, pertumbuhan jumlah investor-investor muda cukup signifikan. Jumlah investor di bawah 30 tahun mencapai 30 persen dari total investor. Secara demografi, Pulau Jawa masih mendominasi sebesar 75 persen dan luar Jawa 25 persen.

’’Investor luar Jawa tumbuh dengan kecepatan lebih tinggi,’’ terangnya.

Direktur IT dan Online Trading MNC Sekuritas Fifi Virgantria menyatakan, salah satu tujuan menggandeng komunitas adalah membudayakan menabung sejak dini. Menurut dia, besarnya peluang investasi di pasar modal seharusnya dimanfaatkan investor domestik.

Nah, investor pemula bisa memanfaatkan peluang tersebut karena pasar modal bukan hanya milik segelintir orang. ’’Investasi saham bermodal Rp 100 ribu saja,’’ tuturnya dalam peluncuran komunitas MNC Gemesin Asia Charts di BEI kemarin.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Pieter Abdullah menuturkan, investor pemula pada umumnya di-back up keluarganya. Nilainya masih minim karena investasi di pasar modal dianggap sebagai media belajar. (nis/c14/fal/jpg)

Berita Sebelumnya

Stok Melimpah, Harga Beras Terkendali
Stok Melimpah, Harga Beras Terkendali

Berita Berikutnya

Lima Wilayah Jadi Blok Minyak Raksasa
Lima Wilayah Jadi Blok Minyak Raksasa

Berita Sejenis

Perizinan di Daerah Masih Tak Sinkron

Perizinan di Daerah Masih Tak Sinkron

Ribetnya perizinan di daerah sampai saat ini masih menjadi penghambat investor masuk di daerah.


Ekonomi Melambat, Minat Investor Asing Masih Tinggi

Ekonomi Melambat, Minat Investor Asing Masih Tinggi

Di tengah perlambatan ekonomi global, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat minat investor asing berinvestasi di pasar saham domestik masih cukup tinggi.


Deal, Jepang Garap Blok Masela

Deal, Jepang Garap Blok Masela

Jalan panjang pencarian investor untuk pengeboran lapangan minyak Blok Masela, akhirnya rampung.


Investor Asing Tunda Berinvestasi di Indonesia

Investor Asing Tunda Berinvestasi di Indonesia

Aksi massa 21 dan 22 Mei yang berujung ricuh membuat investor asing menunda menanamkan modalnya di Indonesia.


Perizinan Rumit Bikin Investor Asing Kabur BOGOR -

Perizinan Rumit Bikin Investor Asing Kabur BOGOR -

Sampai saat ini kinerja investasi Indonesia masih rendah, karena banyaknya aturan yang diberlakukan.


Investor Asing Diyakini Bakal Banjiri Indonesia

Investor Asing Diyakini Bakal Banjiri Indonesia

Pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 berjalan dengan damai dan aman.


Upah Buruh Naik, Investasi Berpotensi Melandai

Upah Buruh Naik, Investasi Berpotensi Melandai

Ekspansi investor asing berpotensi melandai menyusul tren kenaikan upah buruh dan biaya produksi. Utamanya dari Jepang.


Coca-Cola dan Apple Tambah Investasi

Coca-Cola dan Apple Tambah Investasi

Investor mancanegara masih menaruh kepercayaan pada Indonesia.


Agresif Gaet Konsumen Muda

Agresif Gaet Konsumen Muda

Meningkatnya permintaan mobil low cost green car (LCGC) di segmen milenial menjadi peluang bagi tumbuhnya sektor otomotif.


Permudah Emiten dan Investor

Permudah Emiten dan Investor

Emiten atau perusahaan yang mencari modal di bursa efek optimistis rencana perubahan kedua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 32 Tahun 2014.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!