Ekonomi
Share this on:

Anggaran FLPP Naik Jadi Rp7,1 Triliun

  • Anggaran FLPP Naik Jadi Rp7,1 Triliun
  • Anggaran FLPP Naik Jadi Rp7,1 Triliun

JAKARTA - ahun depan pemerintah meningkatkan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dari Rp 5,8 triliun menjadi Rp 7,1 triliun dengan target pembangunan 68 ribu unit rumah. Meski demikian, bank yang berkomitmen menyalurkan FLPP berkurang dari sebelumnya 43 bank menjadi 25 bank.

’’Sebenarnya tidak bergantung banyaknya bank, tapi komitmen. Sedikit bank, tapi kinerjanya lebih baik itu yang kami inginkan,’’ kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di sela penekenan perjanjian kerja sama operasional (PKO) pembiayaan rumah bersubsidi dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) dan 25 bank kemarin (21/12).

Tahun lalu saja, kata Khalawi, target FLPP Rp 5,8 triliun tidak tercapai dengan 43 bank. Dengan dana yang meningkat, komitmen bank sangat diperlukan. ’’Tahun kemarin, di antara 43 bank, ternyata yang aktif dan betul-betul mau membangun rumah untuk MBR hanya 25 bank. Makanya, yang 25 ini harus lebih bagus lagi ke depan,’’ ujarnya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, saat ini pemerintah menyiapkan skema khusus penyediaan perumahan bagi MBR. Khususnya bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, dan milenial. Basuki berjanji terus mempermudah persyaratan. Selama ini ada batasan seperti penghasilan maksimal, rumah yang dibangun harus tipe 36, dan sebagainya. ’’Mudah-mudahan nanti skema baru bisa lebih mudah. Sebab, pasti anak saya kalau kerja pun enggak bakal bisa beli rumah sekarang ini tanpa ada upaya subsidi dari pemerintah,’’ tutur Basuki.

Basuki menyatakan diperintahkan presiden untuk menyiapkan skema khusus dengan persyaratan yang diperluas. ’’Tidak ada batasan gaji, boleh bangun rumah tipe 36 ke atas, dengan uang muka dan bunga mungkin lebih rendah,’’ ungkapnya.

Saat ini skema tersebut dirumuskan bersama OJK, Kemenkeu, Bappenas, dan Kemen PUPR. ’’Mudah-mudahan, dengan ini, pasar properti lebih bergairah, termasuk untuk penyediaan rumah bagi kita semua,’’ tuturnya.

Direktur PPDPP Budi Hartono menyebutkan, sejak 2010 hingga 2018, pemerintah menyalurkan KPR FLPP sebanyak 566 ribu unit dengan nilai Rp 35,7 triliun. ’’Pada 2018 ini, PPDPP memiliki target capaian 58 ribu unit dan hingga saat ini tercapai 85 persen. Tentu saja akhir tahun ini kami optimistis bisa terserap habis,’’ terangnya.

Pada akhir 2018, pihaknya telah mengevaluasi kinerja bank pelaksana yang meliputi capaian minimal kuota dan kinerja. ’’Berdasar hasil evaluasi tersebut, pada hari ini terdapat 25 bank pelaksana yang tanda tangan untuk salurkan FLPP 2019,’’ jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah mengkaji perubahan threshold atau ambang batas rumah yang akan dikenai pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Pemerintah juga masih mengkaji rencana penghapusan PPnBM dan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk rumah di pasar sekunder.

Selain pelonggaran aturan pajak, pemerintah mengkaji pemberian fasilitas khusus bagi generasi milenial yang ingin mendapat rumah dengan sistem KPR. Pemberian fasilitas itu diharapkan dapat membantu milenial yang saat ini susah membeli rumah.

Dirjen Anggaran Askolani menuturkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian PUPR. ’’Masih dibicarakan lintas KL (kementerian/lembaga). Bila pada waktunya selesai, akan disampaikan,’’ tuturnya. (tau/rin/c14/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Buka Rekening Efek Tak Sampai Sejam
Buka Rekening Efek Tak Sampai Sejam

Berita Berikutnya

Dorong Program Ekonomi Umat
Dorong Program Ekonomi Umat

Berita Sejenis

Undip Semarang jadi Kampus Pertama Rangkaian Roadshow IDCamp

Undip Semarang jadi Kampus Pertama Rangkaian Roadshow IDCamp

Indosat Ooredoo melalui program tanggung jawab perusahaan (CSR) pilar pendidikan telah meluncurkan IDCamp.


Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Saat ini kepemilikan utang asing dalam Surat Utang Negara (SUN) di Indonesia mencapai Rp1.005 triliun atau 38,49 persen.


Impor Naik 34,96 Persen di Juli 2019

Impor Naik 34,96 Persen di Juli 2019

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor sepanjang bulan Juli masih tinggi, yakni 34,96 persen menjadi 15,51 miliar dolar


Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton

Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton

Penjegalan sawit Indonesia di Uni Eropa diperkirakan membuat ekspor sawit tahun ini menurun sebanyak 30 juta ton hingga akhir tahun 2019 ini.


Kontribusi Go-Jek Terhadap Perekonomian Indonesia Hingga Rp55 Triliun

Kontribusi Go-Jek Terhadap Perekonomian Indonesia Hingga Rp55 Triliun

Kehadiran transportasi online meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus mengurangi pengangguran di Tanah Air.


BPJS Kesehatan Terindikasi ada Kecurangan

BPJS Kesehatan Terindikasi ada Kecurangan

Banyak faktor penyebab BPJS Kesehatan terus mengalami defisit anggaran.


Manpro.id, Tuni dan Traffobit Jadi Tim Terbaik Innovate 2019

Manpro.id, Tuni dan Traffobit Jadi Tim Terbaik Innovate 2019

Berdasarkan penilaian tim juri pada Hack Day, akhirnya terpilih tiga tim pemenang yaitu Manpro.id, Tuni dan Traffobit.


Rugikan Negara Rp1,3 T, Proyek Krakatau Steel Didesak Disetop

Rugikan Negara Rp1,3 T, Proyek Krakatau Steel Didesak Disetop

Proyek pengolahan bijih besi menjadi hot metal atau blast furnace sebab membuat rugi perusahaan sebesar Rp1,3 triliun mendapat sorotan dari berbagai pihak.


UEA Sepakati Investasi Rp125,5 Triliun

UEA Sepakati Investasi Rp125,5 Triliun

Pemerintah dan kalangan dunia usaha Uni Emirat Arab (UEA) telah menyepakati komitmen investasi kepada pemerintah Indonesia.


Baru 18 Bank Penuhi Kuota FLPP

Baru 18 Bank Penuhi Kuota FLPP

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) bersama 18 bank pelaksana kembali penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!