Ekonomi
Share this on:

AS Siap Sanksi RI Rp5 Triliun

  • AS Siap Sanksi RI Rp5 Triliun
  • AS Siap Sanksi RI Rp5 Triliun

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) menyiapkan sanksi USD 350 juta atau sekitar Rp5 triliun kepada Indonesia, setelah menang gugatan atas pembatasan impor produk pertanian dan peternakan ke World Trade Organization (WTO). Pemerintah RI masih menunggu hasil pembahasan dari Dispute Settlement Body (DSB) WTO yang akan berlangsung pada 15 Agustus mendatang.

”Pihak AS sedang mendaftarkan retaliasi USD 350 juta pada WTO karena Indonesia dianggap gagal memenuhi kesepakatan,” ujar Dirjen Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan tadi malam. Kesepakatan yang dimaksud Oke adalah terkait waktu pengajuan permohonan izin impor yang dikaitkan dengan masa panen. Oke menambahkan, kedua ketentuan dianggap tidak mematuhi putusan panel WTO.

Sebagaimana dilansir Reuters kemarin (7/8), AS menggungat Indonesia ke WTO karena produk makanan, pertanian, dan peternakan mereka dibatasi masuk ke Indonesia. Nilai gugatan tersebut merujuk pada total kehilangan pendapatan yang diterima industri di AS senilai USD 350 juta pada 2017. Gugatan tersebut dilayangkan AS sejak 2015.

Indonesia sempat banding, namun kembali dinyatakan kalah pada akhir 2017 lalu. ”Indonesia sendiri merasa sudah memenuhi putusan panel WTO dengan mengubah beberapa permentan dan permendag yang disampaikan kepada WTO,” tambah Oke.

Menurut dia, untuk meminimalkan kerugian yang berpotensi dijatuhkan ke Indonesia, pemerintah akan mencoba menjelaskan serta meyakinkan kepada pemerintah AS bahwa Indonesia sudah menindaklanjuti keputusan panel WTO.

”Permintaan AS tersebut akan dibahas lagi di sidang DSB WTO pada 15 Agustus 2018,” ujarnya. (agf/c25/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Utang Pemerintah Turun Tipis Rp1 T

Utang Pemerintah Turun Tipis Rp1 T

Posisi utang pemerintah pusat hingga Juni 2019 tercatat sebesar Rp4.570,17 triliun.


Neraca Perdagangan RI Tekor Rp28 T

Neraca Perdagangan RI Tekor Rp28 T

Neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif sampai dengan Mei 2019 masih tekor sebesar Rp2,14 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp28 triliun.


Pemerintah Ngutang Lagi Rp4,2 Triliun untuk Atasi Kemiskinan

Pemerintah Ngutang Lagi Rp4,2 Triliun untuk Atasi Kemiskinan

Bank Dunia menyetujui pinjaman sebesar 300 juta dolar AS atau sekitar Rp4,2 triliun untuk Indonesia.


Investasi Mobil Listrik, Toyota Kucurkan Rp28,3 T

Investasi Mobil Listrik, Toyota Kucurkan Rp28,3 T

Toyota Motor mempersiapkan investasi segar kurang lebih Rp28,3 triliun untuk pengembangan mobil listrik di Indonesia selama empat tahun ke depan.


Duh... Belanja Pemerintah untuk PNS Membengkak

Duh... Belanja Pemerintah untuk PNS Membengkak

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut realisasi belanja pemerintah pusat hingga Mei 2019 mengalami peningkatan sebesar Rp530,8 triliun.


Permudah Izin Usaha, Pemerintah Siap Revisi Perda

Permudah Izin Usaha, Pemerintah Siap Revisi Perda

Sejak awal tahun kemarin Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) sudah meminta kepada pejabat daerah agar mempermudah proses izin usaha.


Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia

Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia

Tidak lama pemerintah mengeluarkan wacana mengundang maskapai asing untuk masuk ke Indonesia, ternyata sudah ada tiga maskapai asing yang siap bersaing.


Utang Luar Negeri Swasta RI Berpotensi Picu Krismon 1998

Utang Luar Negeri Swasta RI Berpotensi Picu Krismon 1998

Bank Indonesia (BI) meyebutkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia untuk swasta dan BUMN tumbuh sebesar 1999,6 miliar dolar AS atau setara Rp2.834,2 triliun.


Defisit BPJS Kesehatan Tak Akan Pernah Selesai

Defisit BPJS Kesehatan Tak Akan Pernah Selesai

Kondisi keuangan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kembali mengalami defisit Rp9,1 triliun di tahun 2018 lalu.


Aksi 22 Mei Ricuh, Pengusaha Rugi Rp1,5 Triliun

Aksi 22 Mei Ricuh, Pengusaha Rugi Rp1,5 Triliun

Unjuk rasa 22 Mei yang berujung rusuh memukul sektor perekonomian di Jakarta. Total kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 triliun.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!