Ekonomi
Share this on:

Bahas Ekonomi Digital hingga Urbanisasi

  • Bahas Ekonomi Digital hingga Urbanisasi
  • Bahas Ekonomi Digital hingga Urbanisasi

JAKARTA - Persiapan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-World Bank yang akan berlangsung pada 8–14 Oktober 2018 di Bali sudah hampir final. Beberapa substansi prioritas yang bakal menjadi agenda pembahasan pun mulai dikerucutkan.

Misalnya, tantangan ekonomi digital, penerapan pajak yang akan membantu penerimaan negara, serta perkembangan teknologi untuk mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Parjiono menyatakan, isu urbanisasi juga menjadi salah satu agenda prioritas yang dibahas.

’’Itu urgen,’’ katanya dalam diskusi di Jakarta akhir pekan lalu.

Saat ini World Bank melakukan studi terkait dengan urbanisasi yang banyak terjadi di negara-negara berkembang. Urbanisasi yang memantik gelombang penduduk dari desa menuju kota menjadikan program pembangunan dan pengentasan kemiskinan kian menantang.

Menurut Parjiono, salah satu kajian awalnya adalah pentingnya pembangunan infrastruktur konektivitas untuk memecahkan persoalan urbanisasi. ’’Selain infrastruktur, pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) sangat penting,’’ ujarnya.

Parjiono menuturkan, selain mendorong terciptanya SDM berkualitas, pemerintah Indonesia menyikapi dengan pembukaan akses pada pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial. Meski begitu, lanjut dia, saat ini ada beberapa faktor yang harus diwaspadai negara seperti Indonesia dan Malaysia soal besarnya kontribusi sektor perkebunan kelapa sawit dalam perekonomian maupun petani langsung. D

i sisi lain, beberapa negara Eropa mulai menghentikan konsumsi minyak sawit karena terpengaruh isu lingkungan. Akibatnya, permintaan dan harga sawit di pasar dunia berpotensi turun.

Negara-negara lain juga memiliki tantangan perekonomian. Karena itu, Indonesia nanti memberikan gambaran maupun strategi untuk me-manage potensi volatilitas ekonomi. ’’Buktinya, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi,’’ jelasnya.

Di samping itu, forum yang dihadiri 189 negara tersebut membahas ekonomi syariah. Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Muhammad Anwar Bashori menyebutkan bahwa isu keuangan syariah yang berdampak pada aspek sosial seperti zakat, infak, dan sedekah akan menjadi salah satu pembahasan.

’’Di Bali nanti, kita mainstreaming Islamic social finance. Kita juga bakal menjadi inisiator mengenai aturan wakaf yang bisa digunakan secara global,’’ papar Anwar.

Karena itu, penyelenggaraan pertemuan tahunan tersebut menyertakan Badan Wakaf Indonesia. Dalam pertemuan itu, BI juga membahas bentuk produk wakaf yang bisa dihubungkan dengan instrumen keuangan syariah seperti sukuk.

’’Pada 14 Oktober, BI, IDB (Islamic Development Bank), World Bank, dan PBB akan melakukan high-level discussion dan launching waqf core principle,’’ jelasnya.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika R. Niken Widiastuti mengungkapkan, pertemuan tahunan IMF-World Bank nanti dihadiri 1.500–2.000 jurnalis dari dalam dan luar negeri. Selain itu, ada banyak sekali pelaku usaha maupun investor yang hadir.

’’Agenda ini menjadi peluang Indonesia membangun jaringan investor kelas dunia,’’ tuturnya. (nis/ken/c14/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa
Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

Berita Berikutnya

Subsidi Energi Membengkak
Subsidi Energi Membengkak

Berita Sejenis

Telkomsel Dukung Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital

Telkomsel Dukung Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital

Sebagai digital telco company, Telkomsel berkomitmen untuk terus bergerak maju mengakselerasikan pembangunan bangsa melalui inovasi dan solusi


Perang Dagang, Indonesia Potensi Kena Resesi Ekonomi

Perang Dagang, Indonesia Potensi Kena Resesi Ekonomi

Perang dagang yang semakin memanas antara Amerika Serikat (AS)-Cina dan Jepang-Korea, ditambah kasus Brexit yang tak segera selesai


Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton

Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton

Penjegalan sawit Indonesia di Uni Eropa diperkirakan membuat ekspor sawit tahun ini menurun sebanyak 30 juta ton hingga akhir tahun 2019 ini.


Kontribusi Go-Jek Terhadap Perekonomian Indonesia Hingga Rp55 Triliun

Kontribusi Go-Jek Terhadap Perekonomian Indonesia Hingga Rp55 Triliun

Kehadiran transportasi online meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus mengurangi pengangguran di Tanah Air.


Mati Listrik Massal Rontokkan Pendapatan Ojol Hingga 50 Persen

Mati Listrik Massal Rontokkan Pendapatan Ojol Hingga 50 Persen

Pemadaman listrik secara massal yang terjadi di Pulau Jawa dan sejabodetabek bukan hanya dikeluhkan oleh para pelaku usaha besar ataupun UMKM


Masyarakat Kena Dampak Tumpahan Minyak Karawang

Masyarakat Kena Dampak Tumpahan Minyak Karawang

Insiden tumpahan minyak PT Pertamina (Persero) yang terjadi di Karawang hampir dua pekan ini dinilai berdampak pada kehidupan ekonomi nelayan


Telkomsel Tantang Akademisi, Profesional dan Start-up Indonesia

Telkomsel Tantang Akademisi, Profesional dan Start-up Indonesia

Telkomsel sebagai digital telco company terus bergerak maju mengembangkan ekosistem digital, untuk meningkatkan daya saing global Indonesia di era Industry 4.0.


Samsung Beri Cash Back hingga Rp4 Juta

Samsung Beri Cash Back hingga Rp4 Juta

Berbagai promo istimewa dihadirkan untuk masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya pada Grand Opening Samsung Store.


Raksasa Digital Dunia Incar Indonesia

Raksasa Digital Dunia Incar Indonesia

Indonesia tengah kebanjiran tawaran investasi. Kali ini datang dari sektor elektronik.


Umrah Online Didesak Dibatalkan

Umrah Online Didesak Dibatalkan

Penolakan travel umrah konvensional terkait rencana pemerintah menjembatani Tokopedia dan Traveloka untuk menggarap umrah digital didukung anggota DPR.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!