Ekonomi
Share this on:

Baru 52,85 Persen Jamaah Haji yang Lunasi Biaya Haji 2019

  • Baru 52,85 Persen Jamaah Haji yang Lunasi Biaya Haji 2019
  • Baru 52,85 Persen Jamaah Haji yang Lunasi Biaya Haji 2019

(Dipta Wahyu/Jawa Pos )

JAKARTA - Setelah sepekan pelayanan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk jamaah haji reguler, tercatat lebih dari 107.818 dari 204.000 jamaah haji yang sudah melakukan pelunasan pertanggal 26 Maret 2019 kemarin.

Diketahui, pembukaan pelayanan pelunasan tahap 1 BPIH dilakukan pada 19 Maret 2019. Khusus mulai tahun ini, pelunasan BPIH sudah bisa menggunakan e-banking melalui smartphone dan ATM.

Ada empat Bank yang sudah bisa menerima pembayaran biaya Haji e-banking, yakni Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah, Bank Mualamat, dan BRI Syariah. Kepala Seksi Pendaftaran Haji Reguler Kementerian Agama (Kemenag), Wahyu Utomo mengatakan, hingga Selasa (26/3) senbanyak 1.079, jamaah menggunakan fasilitas e-banking.

"Jadi ini sesuatu yang baru dan banyak yang belum tahu juga jadi mayoritas masih melalui teller, artinya antusiasme belum terlalu tinggi," Kata Wahyu kepada Fajar Indonesia Network (FIN), di kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Rabu (27/3) kemarin.

Diakui Wahyu, masih sedikitnya jamaah Haji menggunakan fasilitas e-banking salah satu faktornya adalah kurang sosialisasi. "Karena sesuatu yang baru itu perlu sosialisasi, kendala lain adalah waktu antara kebijakan e-banking dan waktu pelunasan terlalu mepet sehingga sosialisasi kurang Karena ini tahun ujicoba," ungkap Wahyu.

Ini sebenarnya, lanjut Wahyu, memudahkan jamaah melalui program pelunasan jamaah haji dengan dengan adanya sistem non teller pertahun ini. Dalam hal ini, masih kata Wahyu, kemenag, ke depan akan melakukan evaluasi dan mengembangkan untuk pendaftarannya bisa dilakukan dengan online.

Masalah Teknis di Daerah

Diketahui dibeberapa daerah jamaah Haji kesulitan melakukan pembayaran di Bank karena data hasil kesehatan belum muncul pada aplikasi yang dimiliki Bank dalam proses pembayaran tersebut.

Hal itu banyak terjadi lantaran Dinas Kesehatan di daerah belum menginput data yang dinamakan Istitoah tersebut, namun Kemenag sendiri sudah memberikan solusi, yaitu jamaah Haji disarankan untuk membawa nomor register yang ada setelah cek kesehatan.

"Jadi saat jamaah setor ke bank teller akan mengatakan belum bisa bayar karena syarat belum lengkap. Tapi, sebenarnya sudah ada solusi dari Kemenag, jadi jamaah setelah cek kesehatan harus meminta nomornya setelah melakukan cek kesehatan," papar Wahyu.

Visa Progresif

Dimulai pada tahun ini, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberlakukan kebijakan baru bagi jamaah dan petugas Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) yang pernah berhaji. Kedua pihak harus membayar biaya visa jika ingin kembali menunaikan haji rukun Islam yang kelima tersebut.

"Visa Progresif adalah kebijakan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi kepada jamaah haji yang sudah lebih dari satu kali melakukan ibadah Haji, analoginya seperti pajak progresif kendaraan bermotor di Indonesia," tutur Wahyu. (Ibl/din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Perang Dagang, Indonesia Potensi Kena Resesi Ekonomi

Perang Dagang, Indonesia Potensi Kena Resesi Ekonomi

Perang dagang yang semakin memanas antara Amerika Serikat (AS)-Cina dan Jepang-Korea, ditambah kasus Brexit yang tak segera selesai


Smartfren, FX, Senimart Ajak Millenials Toleransi Perbedaan

Smartfren, FX, Senimart Ajak Millenials Toleransi Perbedaan

Mengambil momentum HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 yang mengambil tema “Menuju Indonesia Unggul”, Smartfren, FX dan juga Senimart.


Dongkrak Ekspor Temukan Kendala

Dongkrak Ekspor Temukan Kendala

Sebagaimana perintah Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) untuk menggeliatkan pasar ekspor di mancanegara, namun tidak semudah yang diharapkan.


Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Saat ini kepemilikan utang asing dalam Surat Utang Negara (SUN) di Indonesia mencapai Rp1.005 triliun atau 38,49 persen.


Impor Naik 34,96 Persen di Juli 2019

Impor Naik 34,96 Persen di Juli 2019

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor sepanjang bulan Juli masih tinggi, yakni 34,96 persen menjadi 15,51 miliar dolar


Antisipasi Blackout, PLN Bakal Tanam Kabel Listrik Bawah Laut

Antisipasi Blackout, PLN Bakal Tanam Kabel Listrik Bawah Laut

Untuk antisipasi insiden blackout listrik yang terjadi separuh di Pulau Jawa dan se Jabodetabek pada 4-5 Agustus 2019 lalu, PT PLN (Persero)


Ribetnya Regulasi Bikin Hambat Investasi

Ribetnya Regulasi Bikin Hambat Investasi

Bank Indonesia (BI) menyebutkan investasi di kuartal II tahun ini bergerak tipis 5,01 persen atau lebih rendah


Idul Adha 1440 H, Telkomsel Jateng & DIY Bagikan 57 Hewan Kurban

Idul Adha 1440 H, Telkomsel Jateng & DIY Bagikan 57 Hewan Kurban

Pada Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 H Tahun 2019, Telkomsel Regional Jawa Tengah dan DIY membagikan bantuan hewan kurban


Idul Kurban Sumbang Inflasi

Idul Kurban Sumbang Inflasi

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyebutkan Hari Raya Idul Adha menyumbang inflasi sepanjang bulan Agustus 2019.


Defisit Transaksi Berjalan 3,04 Persen Masuk Bahaya

Defisit Transaksi Berjalan 3,04 Persen Masuk Bahaya

Bank Indonesia (BI) mencatat defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal II 2019 sebesar 8,4 miliar dolar AS atau setara 3,04 persen



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!