Ekonomi
Share this on:

BEI Siap Putuskan Kejanggalan Laporan Keuangan Garuda

  • BEI Siap Putuskan Kejanggalan Laporan Keuangan Garuda
  • BEI Siap Putuskan Kejanggalan Laporan Keuangan Garuda

JAKARTA - Sejumlah pihak melakukan penelusaran terkait ketidakberesan laporan keuangan Garuda Indonesia. Pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berjanji segera mengambil keputusan. Namun BEI belum bisa memastikan kapan waktunya.

"Saya tidak bisa bilang, tapi secepatnya kita bisa menyimpulkan. Kita akan melakukan," kata Direktur Utama BEI, Inarno Djayadi di Jakarta, Selasa (21/5) kemarin.

Saat ini, BEI masih menunggu masukan dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Nah, setelah nantinya mendapatkan pendapat dari pihak-pihak terkait baru kemudian BEI mengambil keputusaun.

"Kita sudah punya stand poin dalam waktu dekat. Kalau memang sekiranya aneh, tapi kita masih tunggu," ujar dia,

Inarno mengungkapkan, sejauh ini pihaknya telah melakukan pertemuan baik dengan IAI ataupun pihak lainnya terkait penyampaian laporan keuangan. "Jadi, ada notulen kan kita bisa menyimpulkan bahwa kalau sekiranya, ini dalam proses ya untuk menyimpulkan. Tapi begitu kita sudah bisa menyimpulkan, sudah tidak ada perlu ada surat resmi," ucapnya.

Andaikata hasil masukan bahwa laporan keuangan Garuda Indoensia ada yang salah, maka BEI meminta perusahaan pelat merah itu kembali menyampaikan laporan keuangannya. "Bisa saja terjadi kalau kita melihat ada keanehan atau apa, bisa saja kita minta di-restatment," tuturnya,

Sebelumnya, Badan Pemerikan Keuangan (BPK) telah memeriksa keganjilan laporan keuangan perusahaan BUMN itu. Namun tim BPK belum bisa menyimpulkan karena pemeriksaan sedang berjalan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga masih mengumpulkan mengumpulkan dan menganalisa laporan keuangan Garuda. Seperti diketahui, ditemukan kejanggalan pada laporan keuangan BUMN penerbangan tersebut.

Kejanggalan itu dari laporan keuangan perusahaan yang membukukan laba bersih 809.846 dolar AS pada 2018 atau setara Rp11,49 miliar. Namun jika dikulik secara detil, perusahaan yang berdiri pada 21 Desember 1949 dengan nama Garuda Indonesia Airways ini semestinya merugi.

Dari laporan keuangannya, ada piutang yang dimasukkan ke pendapatan sehingga BUMN ini mengantongi laba di 2018. Piutang tersebut berasal dari kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi untuk pemasangan layanan konektivitas (wifi) dan hiburan pesawat. Nilainya mencapai 239,94 juta dolar AS atau sekitar Rp3,36 triliun.

Adapun KAP yang mengaudit laporan keuangan Garuda Indonesia 2018 adalah Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang Rekan (Member of BDO International).(din/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Duh... Belanja Pemerintah untuk PNS Membengkak

Duh... Belanja Pemerintah untuk PNS Membengkak

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut realisasi belanja pemerintah pusat hingga Mei 2019 mengalami peningkatan sebesar Rp530,8 triliun.


Permudah Izin Usaha, Pemerintah Siap Revisi Perda

Permudah Izin Usaha, Pemerintah Siap Revisi Perda

Sejak awal tahun kemarin Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) sudah meminta kepada pejabat daerah agar mempermudah proses izin usaha.


Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia

Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia

Tidak lama pemerintah mengeluarkan wacana mengundang maskapai asing untuk masuk ke Indonesia, ternyata sudah ada tiga maskapai asing yang siap bersaing.


Hasil Audit Laporan Keuangan Garuda Diumumkan Usai Lebaran

Hasil Audit Laporan Keuangan Garuda Diumumkan Usai Lebaran

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap laporan keuangan Garuda Indonesia lima hari setelah Lebaran.


Defisit BPJS Kesehatan Tak Akan Pernah Selesai

Defisit BPJS Kesehatan Tak Akan Pernah Selesai

Kondisi keuangan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kembali mengalami defisit Rp9,1 triliun di tahun 2018 lalu.


Akhirnya BPJS Kesehatan Diaudit

Akhirnya BPJS Kesehatan Diaudit

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akhirnya mengeluarkan hasil audit final BPJS Kesehatan.


Indonesia Waspadai Kelanjutan Perang Dagang AS dan China

Indonesia Waspadai Kelanjutan Perang Dagang AS dan China

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperkirakan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China akan berkelanjutan.


PMK Diteken, THR PNS Cair Paling Cepat H-10

PMK Diteken, THR PNS Cair Paling Cepat H-10

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 58/PMK/05/2019 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi PNS, TNI, Polri, pensiunan ak


Garuda Beber Alasan Kerjasama dengan Mahata

Garuda Beber Alasan Kerjasama dengan Mahata

Sekian lama diam, pihak PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akhirnya mau angkat suara tentang perjanjian kerjasama dengan PT Mahata Aero Teknologi.


BUMN Serahkan Polemik Laporan Keuangan Garuda ke Regulator

BUMN Serahkan Polemik Laporan Keuangan Garuda ke Regulator

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menyerahkanpolemik laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kepada regulator.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!