Ekonomi
Share this on:

Belanja via e-Commerce Didominasi Milenial

  • Belanja via e-Commerce Didominasi Milenial
  • Belanja via e-Commerce Didominasi Milenial

JAKARTA - Perilaku belanja masyarakat didominasi kaum urban. Setidaknya, kaum urban menguasai 72 persen melalui platform e-commerce. Sedang kaum pinggiran (rural-urban) mulai menyodok di kisaran 50 persen.

Itu hasil temuan survei IPSOS Indonesia dari total 280 jumlah populasi di Indonesia. Survei dilakukan Agustus itu, merefleksikan keadaan e-commerce kuartal tiga. Pulau Jawa mendominasi dengan 64 persen, dan pelakunya kaum milenial.

”Penggunaan internet berbanding lurus dengan pertumbuhan perilaku belanja online. Industri itu lebih banyak didorong kalangan milenial, dari omset, value hingga kategori,” tutur Head of Observer IPSOS Indonesia Andi Sukma di Jakarta, Senin, (26/11).

Secara bertahap perilaku konsumen berubah. Bahkan omset industri itu menembus angka lebih dari Rp100 triliun. Ledakan ndustri belanja berbasis aplikasi, bisa menjadi berkaitan dengan penetrasi internet masyarakat sangat pesat. Profil netizen berbelanja di e-commerce sangat menarik untuk ditelaah.

”Netizen milenial lebih banyak berbelanja via e-commerce,” imbuhnya.

Profil masyarakat berbelanja di e-commerce mayoritas kalangan ekonomi dengan pendapatan bulanan minimal Rp3 juta, bekerja, dan telah menikah. Itu menunjukkan orang berbelanja online memiliki buying power untuk menentukan pembelian e-commerce.

Lima perusahaan e-commerce paling banyak dikunjungi Tokopedia 49 persen, Shopee 45 persen, Lazada 39 persen, Bukalapak 38 persen, dan Blibli 17 persen. Pengunjung pada website lima perusahaan itu lebih banyak melakukan pembelian daripada berselancar.

Itu menjadi bukti kepercayaan netizen untuk melakukan pembelian e-commerce. Produk fashion masih menjadi favorit netizen, baik pria dan wanita.

Setelah itu, ada variasi produk favorit berdasar jenis kelamin. Di mana, pria lebih cenderung melakukan pembelian barang teknologi atau gawai, elektronik, pembayaran tagihan atau untuk perjalanan.

Sedang netizen wanita lebih cenderung melakukan pembayaran tagihan, kosmetik, produk perawatan, kebutuhan sehari-hari, produk makanan, dan minuman. Adapun jenis pembayaran disukai sudah bergeser dari COD menjadi debit transfer.

Sekadar diketahui, menurut Asosiasi E-Commerce Indonesia (IDeA), kontribusi e-commerce terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) telah mencapai 2 persen.

Menurut Bank Indonesia (BI), prediksi total transaksi e-commerce sepanjang tahun ini akan mencapai Rp 102 triliun. Pemerintah memperkirakan kontribusi e-commerce terhadap PDB 10 persen pada 2020 seiring target memposisikan Indonesia sebagai pusat e-commerce di ASEAN.

Itu memberikan pengaruh positif bagi pertumbuhan ekonomi secara digital di Indonesia. Karena itu, IPSOS melihat pertumbuhan e-commerce positif. Baik untuk pebisnis, konsumen, dan masyarakat pada umumnya.

”Bagi pebisnis, e-commerce berdampak pada pengurangan biaya operasional dan kesempatan memperlebar pangsa pasar dengan tidak berbanding lurus terhadap modal yang harus disiapkan akibat ekspansi bisnis,” tutur Managing Director IPSOS Indonesia Soeprapto Tan. (dew/jpg)

Berita Sebelumnya

Ekspor Sawit Tak Dipungut Biaya
Ekspor Sawit Tak Dipungut Biaya

Berita Berikutnya

Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,4 Persen
Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,4 Persen

Berita Sejenis

Duh... Uang Koin Terabaikan

Duh... Uang Koin Terabaikan

Sebagian masyarakat sering ditolak jika belanja pakai uang koin. Kata pedagang, uang tersebut sudah tak laku di pasaran.


Pendapatan dan Belanja Biang Keladi Defisit BPJS Kesehatan

Pendapatan dan Belanja Biang Keladi Defisit BPJS Kesehatan

Sejak tahun pertama, di 2014 sampai saat ini penyakit defisit BPJS Kesehatan tidak kunjung sembuh. Bahkan terus semakin parah.


Pemilu, Belanja Iklan Cuma Tumbuh 4 Persen

Pemilu, Belanja Iklan Cuma Tumbuh 4 Persen

Penyelenggaraan pesta demokrasi berdampak pada tren belanja iklan di sejumlah media.


Penerimaan Negara Ditarget Naik

Penerimaan Negara Ditarget Naik

Pemerintah mencanangkan kenaikan penerimaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.


Banjir Produk Impor E-Commerce Tak Signifikan Sumbang Defisit

Banjir Produk Impor E-Commerce Tak Signifikan Sumbang Defisit

Neraca perdagangan Indonesia diketahui defisit sebesar 8,56 miliar dolar AS sepanjang tahun 2018.


E-Commerce Menggeliat, Sektor RiilLesu

E-Commerce Menggeliat, Sektor RiilLesu

Menggeliatnya perusahaan-perusahaan start up di Tanah Air membuat resah para pengusaha di sektor riil.


Pencabutan Aturan Pajak E-Commerce Sangat Tepat

Pencabutan Aturan Pajak E-Commerce Sangat Tepat

Pencabutan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 210 Tahun 2018 , dinilai sangat tepat.


Sri Mulyani Melunak Cabut Pajak Transaksi e-Commerce

Sri Mulyani Melunak Cabut Pajak Transaksi e-Commerce

Setelah mendapatkan serangan dari berbagai pihak, akhirnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak kuasa menahan gempuran itu.


Penerapan Pajak E-Commerce Sebaiknya Ditunda

Penerapan Pajak E-Commerce Sebaiknya Ditunda

Kebijakan mengenai pajak e-commerce akan berlaku 1 April 2019 nanti.


Jaring Turis via Kakao Terbaik Dunia

Jaring Turis via Kakao Terbaik Dunia

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII memaksimalkan hilirisasi produk dengan membangun pabrik cokelat.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!