Ekonomi
Share this on:

Bersatu Wujudkan Kemandirian Ekonomi yang Adil dan Makmur

  • Bersatu Wujudkan Kemandirian Ekonomi yang Adil dan Makmur
  • Bersatu Wujudkan Kemandirian Ekonomi yang Adil dan Makmur

SLAWI - Wakil Komisi VI DPR RI Mohammad Hekal MBA mengharapkan kalangan usaha di Kota Tegal dan sekitarnya bisa merangkul koperasi. Menurutnya, kemandirian ekonomi harus dibiasakan tumbuh dari bawah untuk menghadapi persaingan di era milenial atau 4.0 saat ini.

Itu diungkapkan Hekal saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Hotel Grand Dian Slawi, Sabtu (8/9). Menurutnya, Tegal yang sudah lama terkenal sebagai jepangnya Indonesia, diharapkan bisa kembali menghidupkan potensi-potensi lokalnya untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Ditambahkan Hekal, posisi Kota Tegal yang berada di jalur pantai utara (pantura) Jawa Tengah, yakni 165 km sebelah barat Kota Semarang atau 329 km sebelah timur Jakarta, merupakan wilayah yang strategis. Karena itulah, Tegal sangat cocok menjadi rujukan investor yang ingin mengembangkan bisnis usahanya baik di bidang jasa maupun industri.

Dengan wilayah seluas 39,68 kilometer persegi atau kurang lebih 3.968 hektare, Kota Tegal kini mampu tumbuh sebagai wilayah yang mandiri. Apalagi, janji Pemkot Tegal untuk menyederhanakan urusan perizinan investor baru, tentu menjadi stimulus tersendiri bagi para pemilik modal untuk menanamkan investasinya di Kota Bahari.

?Saya sebagai orang yang kental darah tegalnya, tentu siap untuk mengabdikan kedudukan saya di DPR demi kemajuan Tegal. Karena kebanyakan orang Tegal bergerak di usaha kecil menengah (UKM), saya pun sudah meminta kementerian terkait, untuk melakukan kegiatan pemberdayaan di Tegal,? ungkapnya.

Itu sudah mulai dilakukan, papar Hekal, dengan mengadakan pelatihan manajemen wirausaha pemula bagi para pelaku UKM. Selanjutnya, setelah pelatihan, mereka dibantu modal usaha untuk mengembangkan usahanya.

Untuk kelanjutannya, urai Hekal, ditindaklanjuti dengan pelatihan bagi kelompok usaha bersama (KUB) yang sudah memiliki bidang usaha. Di antaranya usaha logam, bengkel motor dan las, batik tegalan, jajanan dan makanan, dan lain-lain. Kegiatan ini digagasnya dengan alokasi anggaran dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Sementara itu, untuk menumbuhkan daya saing potensi kelautan dan perikanan di Kota Tegal, Hekal sangat setuju jika Pelabuhan Tegal dikembangkan lebih besar. Sehingga kapal-kapal besar bisa kembali bersandar, seperti awal tahun 1990-an silam. Nantinya, pinta Hekal, diharapkan Pelabuhan Tegal bisa memback up kegiatan di Pelabuhan Jongor.

Hekal optimis, dengan karakteristik warga dan masyarakat Tegal yang ulet dan tak gampang menyerah, potensi lokal yang ada bisa kian dikembangkan. Utamanya, setelah Tol Trans Jawa yang melintasi Tegal terealisasi belum lama ini.

Hekal bangga dengan semangat pengusaha-pengusaha warung tegal (warteg), yang sukses mengembangkan usahanya di Jakarta. Hekal meminta, Pemkot Tegal segera mengambil langkah-langkah untuk antisipasi terkait pembangunan tol tadi. Menurutnya, jangan sampai tol justru mematikan potensi-potensi perekonomian di Kota Tegal.

“Siapa yang tak kenal warteg? Hampir semua rakyat Indonesia tahu warteg ya dari Tegal. Ini kebanggan tersendiri bagi saya, karena warteg sudah sangat maju dan tak kalah dengan bisnis sejenis lainnya,” ungkap Hekal.

Memang menjadi pengusaha sukses, apalagi di lain daerah tidak gampang. Itulah sebabnya, saya mengajak warga Kota Tegal dan sekitarnya, mari bersama-sama bangun kemandirian ekonomi Tegal.

“Dengan bergotong-royong, insya Alloh kemandirian sebagai bangsa yang berdaulat secara ekonomi, akan mudah terealisasi.”

Terkait kemandirian ekonomi ini, organisasi ekonomi yang cocok bagi kita adalah koperasi. Ini sekaligus sebagai penguatan ekonomi masyarakat, agar menjadi subyek bukan obyek perekonomian negara.

Ditambahkannya, terbukti dengan koperasi, berbagai macam deraan krisis ekonomi tak mampu menggoyahkan sendi-sendi ekonomi kerakyatan ini. Itu pulalah yang menyebabkan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang–Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus kita junjung tinggi. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Phapros Emiten Terakhir 2018
Phapros Emiten Terakhir 2018

Berita Berikutnya

Pasokan Daging Sapi Lokal Menurun
Pasokan Daging Sapi Lokal Menurun

Berita Sejenis

Pasar Ekonomi Kompak Menguat

Pasar Ekonomi Kompak Menguat

Pelaku pasar merespon positif hasil quick count pilpres yang memenangkan pasangan calon O1.


Fiskal dan Moneter Senjata RI Hadapi Turbulensi Ekonomi Global

Fiskal dan Moneter Senjata RI Hadapi Turbulensi Ekonomi Global

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China diperkirakan akan berakhir damai, sehingga meringankan beban dunia yang melemah, termasuk Indonesia.


Investor Asing Diyakini Bakal Banjiri Indonesia

Investor Asing Diyakini Bakal Banjiri Indonesia

Pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 berjalan dengan damai dan aman.


Pembentukan Holding Penerbangan Masih Dikaji

Pembentukan Holding Penerbangan Masih Dikaji

Pemerintah bakal membentuk holding penerbangan. Perkembangan terbaru, masih dilakukan pengkajian yang mendalam.


2018, Pendapatan Garuda Indonesia Naik

2018, Pendapatan Garuda Indonesia Naik

Dalam debat terakahir, Sabtu (13/4) malam, Prabowo Subianto sempat menyinggung kondisi BUMN yang sedang tidak sehat.


Apa Betul Ekonomi Industri Indonesia Salah Arah? Begini Penjelasannya

Apa Betul Ekonomi Industri Indonesia Salah Arah? Begini Penjelasannya

Calon Presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto menilai bahwa arah ekonomi serta produksi industri Indonesia saat ini salah arah.


Prabowo-Sandi Minta BUMN Tak Dipolitisasi dan Jadi World Class Company

Prabowo-Sandi Minta BUMN Tak Dipolitisasi dan Jadi World Class Company

Dalam debat terakhir pemilihan presiden (Pilpres) 2019 ini, Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno menghadapi enam segmen.


Indonesia Masuk Eksportir Besar Ikan Tuna Dunia

Indonesia Masuk Eksportir Besar Ikan Tuna Dunia

Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKKP) Susi Pudjiastuti menyebutkan, Indonesia kini masuk sebagai eksportir besar ikan tuna dunia.


Jelang Coblosan, Pertamina Bentuk Satgas Amankan Pasokan BBM

Jelang Coblosan, Pertamina Bentuk Satgas Amankan Pasokan BBM

Untuk mengantisipasi kelangkaan BBM dan LPG di seluruh Indonesia menjelang Pemilu 2019, PT Pertamina membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemilu.


Pemerintah Jangan Campuri soal Tarif Pesawat

Pemerintah Jangan Campuri soal Tarif Pesawat

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menengahi agar maskapai dan masyarakat untuk saling mengerti.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!