Ekonomi
Share this on:

Bisnis Ritel Mulai Mengkhawatirkan

  • Bisnis Ritel Mulai Mengkhawatirkan
  • Bisnis Ritel Mulai Mengkhawatirkan

MANADO - Bisnis ritel secara nasional mulai mengkhawatirkan. Terbukti, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat, secara nasional tahun lalu ada sekira 30 sampai 40 toko yang tutup.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menuturkan, untuk skala nasional memang mengalami penurunan yang cukup signifikan. “Memang usaha ritel secara nasional ada sedikit mengalami penurunan dibanding tahun yang lalu. Ya, sekitar 10 sampai 12 persen untuk minat beli masyarakat di pasar ritel modern,” ungkapnya.

Berdasarkan data Aprindo, semester I 2017 industri ritel hanya mengalami pertumbuhan 3,7 persen sedangkan tahun sebelumnya masih di atas 10 persen. Namun untuk semester II 2017, dia optimis akan ada pertumbuhan.

“Kami optimis ritel secara utuh akan ada pertumbuhan, meskipun lambat,” katanya.

Terkait banyak usaha ritel yang tutup, seperti beberapa toko Matahari dan 7-eleven, dirinya tidak banyak memberi komentar. “Sudah biasa kalau tutup, mungkin di tempat itu sudah tidak banyak peminat dan pindah ke tempat lain,” terangnya.

Sementara, menurut pandangan Aprindo Sulut, kondisi 2017 terjadi anomali. Ketua Aprindo Sulut Andy Sumual melalui Sekretaris Robert Najoan mengungkapkan, secara data ekonomi, pertumbuhan ekonomi, daya beli dan indikator lain menunjukkan hal positif.

“Walau faktual yang kami alami sedikit berbeda. Telah terjadi 'disruption' atau pola bagaimana orang berbelanja,” kata dia.

Dia menuturkan, kompetisi kian ketat. “Transmart buka tapi ada juga supermarket yang tumbang. 'Kue' akan terbagi-bagi, banyak tantangan, tapi ini juga peluang. Kita berharap dan optimis bisnis ritel ini akan lebih cerah,” ungkapnya optimis.

Terpisah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Soekowardojo menjelaskan, pesatnya perkembangan bisnis ritel di Sulut, karena tingginya tingkat konsumsi masyarakat. Sehingga banyak investor di bidang ritel tak ragu menanamkan investasinya di daerah ini. Hal tersebut ditopang kondusivitas dan stabilitas perekonomian Sulut sebagai jaminan utama.

“Daya konsumsi warga Sulut cukup baik bagi pertumbuhan bisnis ritel. Bisa kita lihat, tenant fashion, aksesori, maupun handphone terus bertambah. Ini membuktikan daya beli masyarakat di sini cukup baik bagi jalannya bisnis ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dikaitkan dengan PE di tahun 2017, walaupundi triwulan I dan II melambat, namun masih bertumbuh. Sedangkan untuk faktor pendukung pertumbuhan ekonomi, kata Soekowardojo, sektor pertanian, perkebunan dan pertanian masih menjadi motor penggerak.

“Termasuk masuknya sejumlah bisnis ritel di Sulut,” tukas Soekowardojo. (fgn/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Ini Alasan Holding Tambang Diperkarakan
Ini Alasan Holding Tambang Diperkarakan

Berita Sejenis

Murah Tapi Tidak Murahan

Murah Tapi Tidak Murahan

Guna semakin melengkapi kebutuhan para pelanggan, Rita Pasaraya menghadirkan aneka parfum mulai harga Rp30 ribu.


Pacu Bisnis Syariah di Timur

Pacu Bisnis Syariah di Timur

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terus melakukan ekspansi ke Indonesia bagian Timur.


Produk Logam Jadi Alternatif Perak

Produk Logam Jadi Alternatif Perak

Sejumlah pengusaha perak di Celuk mulai melirik logam untuk meningkatkan gairah penjualan asesoris.


All New Honda PCX 150 Sudah Bisa Diinden

All New Honda PCX 150 Sudah Bisa Diinden

All New Honda PCX 150 terbaru tahun 2018 sudah bisa diinden di dealer resmi Naga Mas Motor mulai sekarang.


Industri Digital Tumbuh 11 persen

Industri Digital Tumbuh 11 persen

Kementrian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksi industri digital tumbuh di atas 11 persen per tahun. Proyeksi itu mulai terjadi edisi tahun depan.


Yuuukkk ke Promo Super Boom Yogya

Yuuukkk ke Promo Super Boom Yogya

Toserba Yogya Tegal menggelar promo Super Boom mulai 1 hingga 31 Desember mendatang.


Pelaku Usaha Transportasi Tolak Rencana Kenaikan Tarif Tol

Pelaku Usaha Transportasi Tolak Rencana Kenaikan Tarif Tol

Kenaikan tarif tol yang akan mulai diberlakukan, Jumat (8/12) besok, ditolak pelaku usaha transportasi.


Investasi Reksa Dana Meningkat

Investasi Reksa Dana Meningkat

Penurunan suku bunga deposito yang cukup drastis mulai menggeser penyaluran investasi ke reksa dana.


Inalum Resmi Pimpin Holding BUMN Tambang

Inalum Resmi Pimpin Holding BUMN Tambang

Empat BUMN (badan usaha milik negara) resmi bergabung dalam holding BUMN pertambangan terhitung mulai 29 November 2017.


PGN Mulai Produksi Gas Tabung

PGN Mulai Produksi Gas Tabung

Kini, membeli gas untuk kebutuhan memasak tidak hanya kita dapatkan dari Pertamina.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!