Ekonomi
Share this on:

Bisnis Ritel Untung Besar saat Lebaran

  • Bisnis Ritel Untung Besar saat Lebaran
  • Bisnis Ritel Untung Besar saat Lebaran

JAKARTA - Sejumlah sektor bsinis ritel modern mendapatkan kecipretan dari berkah bulan Ramadan dan Lebaran. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memprediksi kedua momen tersebut bisa menyumbang 5 persen terhadap penjualan. Total kontribusinya menjadi sekitar 13-17 persen.

"Jadi kontribusi sale-nya antara 13 persen sampai 17 persen. Kalau biasanya sebulan 8 persen, tetapi saat Ramadan dan Lebaran bisa tumbuh 5 persen, jadi total bisa sampai 13 persen bahkan lebih," ujar Sektretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Solihin, belum lama ini.

Dia menjelaskan, selama bulan Ramadan dan Lebaran menjadi momentum yang ditunggu-tunggu pelaku usaha ritel. Karena kedua momen itu mampu meningkatkan pendapatan yang cukup signifikan.

"Biasanya bulan Puasa dan Lebaran menjadi peluang sehingga penjualannya jauh di atas biasanya," ucap dia.

Managing Director Sogo Indonesia, Handaka Santosa mengatakan, pendapatan di Ramadan dan Lebaran sejatinya meningkat dari bulan biasanya, namun pendapatan melambat dibandingkan Lebaran tahun lalu,

Menurut dia, dampak kerusuhan 22 Mei 2019 membuat pendapatan mengalami penurunan. Hal itu karena masyarakat malas untuk keluar rumah. Karena itu dia memperkirakan pendapatannya hanya sekitar 5-10 persen di Lebaran 2019 ini.

"Kami kena hajar dampak kerusuhan beberapa hari lalu, sehingga operasional toko tutup lebih cepat dan orang malas belanja. Beberapa toko mengeluh pendapatan turun 80-100 persen beberapa hari lalu," ucap Handaka.

Pun demikian dengan Sekretaris Perusahaan Ramayana Lestari Sentosa, Setyadi Surya. Dia pesimis Lebaran tahun ini pendapatannya sesuai harapan tumbuh 3,7 persen.

"Lebaran tahun ini sulit dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu, karena kan juga ada pergeseran hari," ucap Setyadi.

Sebaliknya, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S Lukman memperkirakan industri ritel makanan tumbuh cemerlang Lebaran tahun ini. Sebab permintaan meningkat dalam beberapa bulan terkahir ini. "Permintaan Lebaran tahun ini lebih bagus dari sebelumnya," ucap dia.

Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih menyebutkan geliat industri ritel akan lesu tahun ini karena masyarakat menerapkan skala prioritas. Artinya terjadi minimnya peningkatan daya beli.

"Income (pendapatan) mungkin naik, tapi tidak cepat. Sedangkan harga kebutuhan meningkat, jadi harus beli sesuai prioritas. Kalaupun ada THR, itu hanya sebagian yang signifikan," ujar dia.

Dia menjelaskan peningkatan daya beli terbilang minim karena sumber pendapatan tidak meningkat cukup tinggi. Secara teori, peningkatan pendapatan seharusnya meningkat sekitar 8 persen. Padahal, harga bahan makanan naik 5 persen, pakaian 6-10 persen, tiket pesawat bahkan sampai 50 persen," pungkas dia. (din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kenang BJ Habibie Kuatkan Rupiah Saat Krisis Ekonomi

Kenang BJ Habibie Kuatkan Rupiah Saat Krisis Ekonomi

Banyak karya yang telah disumbangkan oleh Presiden ke-3 RI BJ Habibie, sehingga putra bangsa itu tidak hanya dikenal di Tanah Air, melainkan di dunia.


Pemerintah Tak Perlu Intervensi Soal Harga Cabai

Pemerintah Tak Perlu Intervensi Soal Harga Cabai

Sejak tiga bulan lalu sampai saat ini harga cabai masih tetap tinggi. Bahkan saat ini tembus mencapai Rp100 ribu per kilogram (kg).


Maskapai AirAsia Raup Untung Rp11 M

Maskapai AirAsia Raup Untung Rp11 M

Di tengah sekaratnya industri penerbangan namun tidak membuat maskapai AirAsia Indonesia merugi.


PLN Tingkatkan Laba Lewat Program Tambah Daya

PLN Tingkatkan Laba Lewat Program Tambah Daya

Untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan laba, PT PLN (Persero) meminta masyarakat agar memanfaatkan program tambah daya.


Krisis Garam Industri, 180 Karyawan di-PHK

Krisis Garam Industri, 180 Karyawan di-PHK

Saat ini stok garam industri sebanyak 77 ribu ton. Angka ini akan habis pada September mendatang.


Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Saat ini kepemilikan utang asing dalam Surat Utang Negara (SUN) di Indonesia mencapai Rp1.005 triliun atau 38,49 persen.


Harga Garam Makin Anjlok Rp250 per Kg

Harga Garam Makin Anjlok Rp250 per Kg

Harga garam sejak bukan Juni 2019 sampai saat ini semakin melorot. Padahal saat ini sedang berlangsung panen garam.


Mati Listrik Massal Rontokkan Pendapatan Ojol Hingga 50 Persen

Mati Listrik Massal Rontokkan Pendapatan Ojol Hingga 50 Persen

Pemadaman listrik secara massal yang terjadi di Pulau Jawa dan sejabodetabek bukan hanya dikeluhkan oleh para pelaku usaha besar ataupun UMKM


Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor

Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan komoditas ayam dan telur saat ini telah dinyatakan surplus.


Cabai Sumbang Inflasi 0,20 Persen di Juli 2019

Cabai Sumbang Inflasi 0,20 Persen di Juli 2019

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi bulan Juli sebesar 0,31 persen. Kelompok makanan menyumbang inflasi paling besar sebesar 0,17 persen.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!