Ekonomi
Share this on:

BKPM Dorong Akselerasi Penanaman Modal

  • BKPM Dorong Akselerasi Penanaman Modal
  • BKPM Dorong Akselerasi Penanaman Modal

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong akselerasi penanaman modal. Itu digitalisasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) melalui platform Online Single Submission (OSS). Sistem itu sebagaimana amanat Perpres nomor 91 tahun 2017 Tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha.

Dengan begitu, tidak ada cerita soal keterlambatan pemberian izin. Baik itu pada level daerah dan pusat menyangkut izin investasi dan operasional. "Jadi, harus ada harmonisasi kebijakan, standar dan prosedur. Baik ditingkat kementrian, lembaga dan pemerintah daerah," tutur Kepala BPKM Thomas Trikasih Lembong, kemarin.

Thomas melanjutkan, pada 12-14 Maret 2018, BPKM akan melakukan tiga kegiatan utama di Hotel Alana, Yogyakarta, sebagai upaya percepatan penanaman modal. Yaitu implementasi Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK), dalam percepatan pelaksanaan berusaha di Kawasan Industri.

Kemudian Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal (KP3MN) serta Regional Investment Forum (RIF). "Program itu untuk mencapai target investasi tahun ini Rp765 triliun. Selain itu, untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi," tegas mantan Menteri Perdagangan (Mendag) itu.

KLIK sebut Thomas, untuk memperluas kemudahan dan layanan investasi. Sedang KP3MN bertujuan mengkonsolidasikan seluruh aparatur penanaman modal, baik pusat dan daerah.

Sementara RIF untuk mengkomunikasikn beragam kemajuan dan peluang investasi langsung kepada investor.

Deputi Bidang Perencanaan Modal, Tamba Hutapea menambahkan, kegiatan KLIK telah dilakukan sejak 22 Febuari 2016. Dan, telah diimplemantasikan pada sedikitnya 32 kawasan industri di 10 provinsi dan 16 kabupaten atau kota.

Di mana, sebanyak 115 proyek dan perusahaan telah memanfaatkan fasilitas itu dengan nilai investasi Rp130,62 triliun. "Dan, juga telah memanfaatkan lahan seluas 1.322,96 hektar (ha)," ucap Tamba.

Sedang Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal, Farah Ratnadewi Indriani menyebut acara di Yogyakarta mengambil tema Konektivitas Ekonomi. "Untuk kegiatan RIF akan mengundang 550 investor dalam dan luar negeri," ujarnya. (dai/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Terbitkan EBA Senilai Rp2 Triliun
Terbitkan EBA Senilai Rp2 Triliun

Berita Sejenis

Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif

Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif

Pameran otomotif GIIAS Surabaya 2018 menjadi ajang untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan kendaraan.


XL Terbitkan Obligasi Rp10 Triliun

XL Terbitkan Obligasi Rp10 Triliun

Untuk memperkuat belanja modal (capital expenditure), PT XL Axiata Tbk berencana menerbitkan obligasi senilai Rp10 triliun.


Pabrik Gula Dorong Kenaikan Rendemen

Pabrik Gula Dorong Kenaikan Rendemen

Pabrik gula mendorong peningkatan rendemen pada musim giling tahun ini.


Penyerapan PMN Capai 92 Persen

Penyerapan PMN Capai 92 Persen

PT Perusahaan Listrik Negara (persero) hampir setiap tahun memperoleh kucuran dana penyertaan modal negara (PMN) untuk membantu program kelistrikan.


Serap Tenaga Kerja, Dorong Daya Beli

Serap Tenaga Kerja, Dorong Daya Beli

Tidak hanya menyerap tenaga kerja, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mendongkrak daya beli masyarakat.


Pasar Modal Perlu Tambahan SDM Tersertifikasi

Pasar Modal Perlu Tambahan SDM Tersertifikasi

Peluang profesi di pasar modal masih terbuka.


Dorong Investor Aktif Transaksi

Dorong Investor Aktif Transaksi

Jumlah investor yang aktif bertransaksi di lantai bursa masih rendah.


Dorong Porsi Investor Lokal Suntik Start-up

Dorong Porsi Investor Lokal Suntik Start-up

Porsi investor lokal belum cukup signifikan menyuntikkan dana ke perusahaan rintisan (start-up).


Tawarkan Investasi Infrastruktur ke Tiongkok

Tawarkan Investasi Infrastruktur ke Tiongkok

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan investasi berskema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) kepada calon investor di Tiongkok.


Konsumsi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Konsumsi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Setelah sekian lama lesu darah, konsumsi rumah tangga akhirnya kembali menggeliat.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!