Ekonomi
Share this on:

BTN Siapkan Restrukturisasi Kredit Korban Gempa Palu

  • BTN Siapkan Restrukturisasi Kredit Korban Gempa Palu
  • BTN Siapkan Restrukturisasi Kredit Korban Gempa Palu

JAKARTA - Setelah gempa dan tsunami mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mulai meracik skema restrukturisasi kredit bagi para debitur yang terdampak bencana alam. Perlakukan khusus bagi para debitur tersebut akan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 45/POJK.03/2017 tentang Perlakuan Khusus Terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank Bagi Daerah Tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam.

Dalam peraturan tersebut jenis perlakukan khusus diberikan antara lain meliputi penilaian kualitas kredit atau pembiayaan syariah berdasarkan plafon kredit yang diberikan, dan kualitas kredit yang direstrukturisasi serta perihal pemberian kredit/pembiayaan syariah baru.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya para debitur kami karena itu Bank BTN akan memberikan restrukturisasi kredit kepada mereka dengan memperhatikan kondisi fisik serta psikologis nasabah serta situasi Sulteng ke depannya sehingga tidak memberatkan mereka,” kata Direktur Utama Bank BTN, Maryono di Jakarta, Kamis (2/10) lalu.

Berdasarkan data yang dikompilasi oleh tim gabungan (Business Continuity Management-BCM) BTN, debitur kredit konsumer aktif di Sulteng tercatat berjumlah 12.036 debitur dengan nilai kredit sekitar Rp911 miliar, sementara debitur kredit komersial berjumlah 487 debitur dengan nilai kredit sekitar Rp139 miliar.

”Kami masih melakukan inventarisasi bagaimana keadaan debitur kami di Sulawesi Tengah dan akan kami segera laporkan ke regulator sambil menunggu arahan selanjutnya mengenai langkah-langkah restruktrurisasi kredit,” kata Maryono.

Restrukturisasi yang akan diberikan, jelas Maryono, bisa saja mengacu pada restrukturisasi untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Adapun jenis restrukturisasi yang diberikan kepada para debitur yang terdampak gempa Lombok dilakukan Bank BTN dalam bentuk pemberian grace period atau masa tenggang/kelonggaran waktu untuk membayar angsuran/cicilan pinjaman pokok maksimal 2 tahun dan keringanan lain yang menyesuaikan kondisi debitur serta pemberian diskon untuk denda dan bunga sampai dengan 100 persen bagi debitur yang disetujui mendapatkan restrukturisasi.

“Tetapi ini akan dilakukan setelah tim Business Continuity Management menyampaikan inventarisasi dari hasil pengecekan mereka terhadap nasabah di lokasi gempa,” katanya.

Sementara itu, Bank BTN terus melakukan upaya pemulihan operasional dari outlet yang terdampak gempa. Dari hasil kerja keras tim gabungan, empat outlet Bank BTN sudah memberikan pelayanan terbatas yaitu Kantor Cabang Palu, termasuk Kantor Kas yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika di Kota Palu dan Kantor Cabang Pembantu Syariah di Kota Palu serta Kantor Cabang Pembantu di Luwuk.

Per 4 Oktober 2018, berdasarkan laporan tim BCM, sejumlah nasabah Kantor Cabang Palu dan Kantor Kas di Jl Dewi Sartika sudah melakukan transaksi perbankan di counter dan ATM. Sedangkan untuk memudahkan nasabah menjangkau outlet Bank BTN, Mobil Kas Keliling sudah dipersiapkan untuk melayani nasabah.

“Kondisi ATM lainnya masih dalam proses pemulihan, karena ada yang masih terkendala akses,” kata Maryono.

Usai lawatannya ke Palu, Sulawesi Tengah pekan lalu bersama Kementerian BUMN, Maryono menilai kondisi sektor ekonomi di Palu lumpuh dan memerlukan waktu yang tidak singkat untuk pulih. Namun, Maryono optimistis sektor properti akan membaik seiring dengan pembangunan kembali/rekonstruksi yang akan digalakkan Pemerintah dan dibantu dengan sinergi BUMN dan juga swasta.

Sementara untuk bantuan sosial, Bank BTN secara bertahap mengirimkan bantuan berupa makanan, selimut, obat-obatan, pakaian dan lain sebagainya ke Palu dan daerah lainnya yang terdampak gempa dan tsunami. Per hari ini bantuan yang mengalir nilainya telah mencapai sekitar Rp350 juta, yang akan disebar dan dikirimkan secara bertahap. (raf/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Leasing Masih Waswas Terapkan DP 0 Persen

Leasing Masih Waswas Terapkan DP 0 Persen

Meski Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan pelonggaran uang muka atau (down payment/DP) kredit kendaraan bermotor hingga 0 persen.


Suzuki Hadirkan Sederet Pilihan Pembelian Tunai dan Kredit

Suzuki Hadirkan Sederet Pilihan Pembelian Tunai dan Kredit

Di awal tahun 2019, Suzuki menghadirkan sederet pilihan sepeda motor yang bisa dipilih konsumen.


Pulihkan Pariwisata Pascagempa

Pulihkan Pariwisata Pascagempa

Gempa berkekuatan 6,4 skala Richter pada Juli lalu sempat membuat sektor pariwisata di Lombok lesu.


Penyaluran KUR Capai 95 Persen

Penyaluran KUR Capai 95 Persen

Realisasi kredit usaha rakyat (KUR) hingga November 2018 telah mencapai Rp 118 triliun atau 95,7 persen dari target Rp 123,8 triliun.


Subsidi Uang Muka untuk Sejuta Rumah ASN, TNI, dan Polri

Subsidi Uang Muka untuk Sejuta Rumah ASN, TNI, dan Polri

Sistem kredit dan pembangunan sejuta rumah untuk aparatur sipil negara, TNI, dan Polri terus dimatangkan.


Kredit Konsumsi Masih Mendominasi

Kredit Konsumsi Masih Mendominasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim mencatat, kredit konsumsi masih mendominasi penggunaan kredit di Kaltim dan Kaltara selama periode Januari hingga Oktober 20


Pemerintah Alokasijan KUR Khusus untuk Peternak

Pemerintah Alokasijan KUR Khusus untuk Peternak

Akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kian mudah dan beragam. Pemerintah meluncurkan kredit usaha rakyat (KUR) khusus peternakan.


Pacu Penyaluran Kredit UMKM

Pacu Penyaluran Kredit UMKM

Pertumbuhan jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur begitu pesat.


Alokasi KUR 60 Persen untuk UMKM

Alokasi KUR 60 Persen untuk UMKM

Pemerintah menggaransi tahun depan 60 persen alokasi kredit usaha rakyat (KUR) untuk sektor produktif. Itu meningkat dari tahun ini di kisaran 50 persen.


BTN Syariah Tegal Pindah Lokasi

BTN Syariah Tegal Pindah Lokasi

BTN Kantor Cabang Syariah (KCS) Tegal resmi pindah kantor atau relokasi dari Jalan Gajah Mada Nomor 107 ke Jalan Jenderal Soedirman Nomor 2 Kota Tegal.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!