Ekonomi
Share this on:

Bulog Rela Beli Gabah Lebih Mahal

  • Bulog Rela Beli Gabah Lebih Mahal
  • Bulog Rela Beli Gabah Lebih Mahal

JAKARTA - Keputusan impor beras di tengah-tengah berlangsunya panen raya yang kontroversial itu rupanya akan diimbangi dengan kebijakan Perum Bulog untuk ”menolong petani”. Bepata tidak, Bolog rela merogoh kocek lebih dalam demi membeli harga gabah petani 20 persen lebih tinggi dari harga pembeilan harga pemerintah (HPP).

Bulog bakal membeli gabah kering panen (GKP) pada harga Rp4.440 perkilogram. Harga tersebut sebenarnya mendekati harga GKP di pasaran namun cenderung terus anjlok. Kendati begitu harga GKP yang diputuskan Bulog jauh melangit 740 poin dari HPP skelma jadul pemerintah di kisaran Rp3.700 per kg.

Dengan kebijakan itu, tidak hanya meningkatkan harga beras, lebih dari itu bakal memperbesar serapan Bulog. Sepanjang tahun ini, Perum Bulog mematok dapat menyerap 2,7 juta ton setara beras.

Meliputi beras untuk kebutuhan bantuan sosial, beras komersial, dan beras cadangan pemerintah. Guna mewujudkan proyeksi itu, Bulog telah membentuk 70 satuan kerja, disebar dan ditempatkan pada kantong-kantong produsen beras.

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti menyebut fleksibilitas tidak akan memengaruhi harga beras. Peningkatan fleksibilitas justru mempermudah Bulog dalam menyerap gabah petani. Sebab, petani akan melepas hasil panen dengan harga baik.

”Ini membantu petani. Petani mendapat harga pantas,” tutur Djarot di Jakarta, kemarin.

Menyusul lonjakan fleksibilitas harga itu, Djarot optimistis sepanjang tahun ini bisa menyerap gabah 2,7 juta ton. Di mana, hingga saat ini, Bulog telah menyerap 9.800 ton. Di sisi lain, stok Bulog berada di angka 600 ribu ton dengan cadangan beras pemerintah sebesar 43 ribu ton.

Sementara Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyebut kalau HPP tidak mengalami perubahan akan merugikan petani. Selama ini acuan HPP berpegang pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5/2015. Berdasar Inpres itu, HPP untuk GKP tercatat Rp3.700 per kg.

Dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) itu, fleksibilitas 20 persen berlaku hingga April. ”Ya, tetap akan ada evaluasi,” ucap Enggar.

Meski begitu, Enggar melanjutkan HPP belum akan direvisi. Di mana, HPP sesuai Inpres 5/2015, yaitu pembelian GKP pada tingkat petani berada di kisaran Rp3.700 per kg, di tingkat penggilingan Rp3.750 per kg, dan gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan setara Rp4.600 per kg dan di gudang Bulog seharga Rp4.650 per kg. (far/jpg)

Berita Sebelumnya

68 Tahun Kantongi Rp437 Triliun
68 Tahun Kantongi Rp437 Triliun

Berita Berikutnya

REI Target Bangun 250 Ribu Rumah Subsidi
REI Target Bangun 250 Ribu Rumah Subsidi

Berita Sejenis

Target Ekspor Lebih Rendah daripada 2018

Target Ekspor Lebih Rendah daripada 2018

Pertumbuhan ekspor nonmigas tahun ini dipatok lebih rendah daripada 2018.


UKM Didorong Lebih Manfaatkan Teknologi Digital

UKM Didorong Lebih Manfaatkan Teknologi Digital

Perkembangan dunia digital memungkinkan usaha kecil dan menengah (UKM) untuk tumbuh. Tidak terkecuali usaha yang dijalankan dari rumah oleh para perempuan.


Stok Beras Bulog Cukup untuk Setahun

Stok Beras Bulog Cukup untuk Setahun

Bulog memastikan ketersediaan stok beras di wilayah eks Karesidenan Pekalongan meski saat ini pasokan dari petani berkurang.


HPP Gabah Terlalu Rendah

HPP Gabah Terlalu Rendah

Penerapan harga pokok pembelian (HPP) gabah dan beras dinilai perlu ditinjau ulang.


Konsumsi Solar-Premium di Bawah Kuota

Konsumsi Solar-Premium di Bawah Kuota

Upaya pemerintah menekan penyelewengan konsumsi solar, premium, dan minyak tanah bersubsidi agar lebih tepat sasaran menunjukkan hasil.


Kelola Distribusi, Bulog Optimalkan Teknologi

Kelola Distribusi, Bulog Optimalkan Teknologi

Perum Bulog akan meningkatkan penggunaan teknologi untuk mengantisipasi kendala-kendala pada 2019.


Semakin Diminati, KA Joglosemarkerto Selalu Penuh 90 Persen Lebih

Semakin Diminati, KA Joglosemarkerto Selalu Penuh 90 Persen Lebih

Antusiasme penumpang Kereta Api (KA) Komuter Joglosemarkerto sangat tinggi. Bahkan tingkat okupansinya gila-gilaan, di atas 90 persen.


Bulog Amankan Pasokan Pangan

Bulog Amankan Pasokan Pangan

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perum Bulog terus melakukan stabilisasi harga.


Maksimalkan Produk Unggulan untuk Pemerataan Ekonomi

Maksimalkan Produk Unggulan untuk Pemerataan Ekonomi

Pemerintah berharap perhutanan sosial dimanfaatkan secara maksimal. Pemanfaatan lahan kawasan hutan negara itu bisa lebih produktif.


Mobil Listrik, Hemat BBM Dua Kali Lipat

Mobil Listrik, Hemat BBM Dua Kali Lipat

Penggunaan mobil listrik lebih hemat BBM dua kali lipat dibandingkan saat mengonsumsi B20.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!