Ekonomi
Share this on:

BUMN-Swasta Sinergi Bangun Rumah

  • BUMN-Swasta Sinergi Bangun Rumah
  • BUMN-Swasta Sinergi Bangun Rumah

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggandeng PT Lion Air dan PT Sarana Global Utama menghadirkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) berskema iB bagi 1.200 karyawan Lion Group di wilayah Batam. Kemitraan tersebut sejalan dengan langkah Bank BTN terus mendukung kesuksesan Program Satu Juta Rumah sekaligus mendongkrak kredit dan pembiayaan perseroan di Batam.

Managing Director Consumer Banking Bank BTN Handayani mengatakan pihaknya terus berupaya menggelar kemitraan dengan berbagai pihak untuk mendukung kesuksesan Program Satu Juta Rumah. Apalagi, angka kebutuhan akan hunian di Indonesia masih tinggi. Selain itu, lanjutnya, tahun ini Bank BTN mematok target pertumbuhan kredit yang berada di atas rata-rata industri perbankan nasional.

”Dengan kemitraan ini menjadi salah satu upaya kami untuk menggenjot pertumbuhan kredit terutama di wilayah Batam dalam rangka mencapai target kredit kami. Penyaluran KPR yang mengutamakan skema syariah ini juga dalam rangka mendukung peningkatan peran serta keuangan syariah untuk penyediaan sumber dana pembangunan termasuk pembangunan perumahan,” tutur Handayani.

Adapun, pada tahap awal pembangunan perumahan bernama Lion Air Residence tersebut, akan dibangun 320 unit yang terdiri dari 110 unit rumah subsidi dengan harga per unitnya sekitar Rp130 juta dan 210 unit rumah non-subsidi dengan harga per unitnya di atas Rp200 juta. Perumahan dengan total luas lahan sekitar 3,7 hektar tersebut berlokasi di Kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa Batam.

Handayani melanjutkan, Bank BTN juga bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan kemudahan pembiayaan perumahan bagi karyawan Lion Group. Di antaranya, seperti pemberian bantuan uang muka bagi anggota BPJS Ketenagakerjaan untuk KPR Subsidi dan pemberian bunga ringan untuk KPR Non-subsidi.

”Kami juga berikan fasilitas KPR baik berskema syariah maupun konvensional dengan uang muka 1 persen, margin atau bunga mulai 5 persen jangka waktu pembiayaan hingga 20 tahun, dan angsuran fix selama jangka waktu pembiayaan,” jelas Handayani.

Menurut Handayani, pada tahap awal ini, Bank BTN membidik dapat menyalurkan KPR iB dan konvensional baik berskema subsidi maupun non-subsidi kepada karyawan Lion Group senilai sekitar Rp 56 miliar. Ke depannya, perseroan juga akan mengeksplorasi potensi pembiayaan konstruksi kepada pengembang dan pembiayaan konsumer lainnya kepada karyawan Lion Group.

Sementara itu, hingga akhir Agustus 2017, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN terus mencatatkan kinerja positif. Per Agustus 2017, UUS Bank BTN mencatatkan aset unaudited sekitar Rp19,87 triliun naik 26,73 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). BTN Syariah juga telah menyalurkan pembiayaan unaudited senilai Rp16,16 triliun per atau tumbuh 27,31 persen yoy.

UUS emiten bersandi saham BBTN ini juga berhasil menghimpun dana pihak ketiga unaudited senilai Rp16,33 triliun atau naik 26,44 persen yoy. Pada bulan ke delapan tahun ini, unit syariah tersebut juga telah mencetak laba unaudited senilai Rp268 miliar atau melesat 35,92 persen yoy. (vit/jpnn)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bangun Ekonomi Kreatif dengan Buku

Bangun Ekonomi Kreatif dengan Buku

Perkembangan teknologi digital tak membuat buku tersingkirkan. Masih banyak ide kreatif yang bisa diakses dengan buku.


Segera Bentuk Holding Migas

Segera Bentuk Holding Migas

Pemerintah melalui Kementerian BUMN akan segera membentuk Holding Minyak dan Gas (Migas).


Begini Caranya supaya Dapat Rumah Gratis

Begini Caranya supaya Dapat Rumah Gratis

Rumah merupakan salah satu kebutuhan primer yang paling susah terpenuhi.


Penyandan Disabilitas Usul Sinergikan CSR Perusahaan

Penyandan Disabilitas Usul Sinergikan CSR Perusahaan

Pemerhati disabilitas tunarungu, Kusuma Prabandari, mengusulkan BUMN untuk bersinergi dalam menyalurkan corporate social responsibility (CSR).


Inalum Resmi Pimpin Holding BUMN Tambang

Inalum Resmi Pimpin Holding BUMN Tambang

Empat BUMN (badan usaha milik negara) resmi bergabung dalam holding BUMN pertambangan terhitung mulai 29 November 2017.


Holding Jangan Munculkan Begal

Holding Jangan Munculkan Begal

Rencana pemerintah untuk pembentukan holding perusahaan-perusahan BUMN terus menuai pro dan kontra.


Tambang Dikuasai Swasta dan Asing

Tambang Dikuasai Swasta dan Asing

Penguasaan sumber daya alam oleh negara melalui perusahaan BUMN, masih sangat minim. Khususnya untuk sektor pertambangan.


Holding BUMN Tak Boleh Jual Aset

Holding BUMN Tak Boleh Jual Aset

Rencana pembentukan induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kian mengundang reaksi keras dari sejumlah legislator.


Holding Tambang jadi Polemik, Pemerintah Jalan Terus

Holding Tambang jadi Polemik, Pemerintah Jalan Terus

Rencana pembentukan holding tambang Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menuai sejumlah kritik.


Stafsus Menteri Jadi Dirut Peruri

Stafsus Menteri Jadi Dirut Peruri

Kementerian BUMN RI, Senin (20/11) lalu, mengangkat Dwina Septiani Wijaya, sebagai Direktur Utama Peruri.



Kolom

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!