Ekonomi
Share this on:

Bunga Utang Potensial Membengkak

  • Bunga Utang Potensial Membengkak
  • Bunga Utang Potensial Membengkak

JAKARTA - Pemerintah memperkirakan pembayaran bunga utang sepanjang tahun ini akan mencapai Rp 258,86 triliun. Artinya, pembayaran bunga utang bakal membengkak sekitar Rp 20,26 triliun dari asumsi awal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 hanya Rp 238,6 triliun.

Sementara berdasar data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) per 30 November 2018, pembayaran bunga utang pemerintah sudah mencapai Rp 251,1 triliun. Angka realisasi itu sudah melebihi asumsi awal. Bahkan, pembayaran bunga utang itu meningkat 19,3 persen dari periode sama pada tahun lalu Rp 210,5 triliun.

Ani, begitu sapaan akrab Sri Mulyani menyebut peningkatan pembayaran bunga utang pemerintah tidak lepas dari pengaruh kondisi ekonomi global, normalisasi kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve. Normalisasi The Fed, memicu kenaikan tingkat suku bunga acuan bank sentral lain, termasuk Bank Indonesia (BI), dan berimbas ke bunga Surat Berharga Negara (SBN).

Selain itu, normalisasi The Fed juga membuat sejumlah mata uang negara di dunia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), termasuk rupiah. ”Pembayaran bunga utang meningkat karena kenaikan kurs rupiah dan suku bunga utang meningkat, sehingga ada kenaikan cukup besar 19 persen,” tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12).

Kendati pembayaran bunga utang meningkat, namun Ani bilang pembiayaan anggaran dari utang sejatinya justru menurun. Tercatat, sampai 30 November 2018, pembiayaan utang ke APBN baru sekitar Rp 361,5 triliun atau 90,5 persen dari asumsi awal Rp 399,2 triliun. Bila dibanding periode sama tahun lalu, jumlah pembiayaan utang tersebut justru terkontraksi 18,7 persen.

Pemicunya, pembiayaan utang per 30 November 2017 telah mencapai Rp 444,8 triliun. Jumlah tersebut setidaknya sudah 96,4 persen dari target pada tahun lalu sejumlah Rp 461,3 triliun.

”Pertumbuhan pembiayaan utang jadi menurun dibanding tahun lalu. Ada kontraksi dari pembiayaan Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman,” urainya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu bilang penurunan pembiayaan anggaran dari utang dapat terjadi karena pemerintah konsisten menekan sumber penerimaan dari utang, meningkatnya aliran penerimaan negara, hingga dampak dari kenaikan tingkat suku bunga acuan bank sentral nasional.

Lebih rinci, pembiayaan utang dari SBN sebesar Rp 369,4 triliun dan pinjaman minus Rp 8 triliun per akhir bulan lalu. Pembiayaan dari SBN turun 16,5 persen dan pinjaman turun 447,3 persen dari periode sama pada tahun lalu.

Sejatinya, pemerintahan dan otoritas moneter sangat responsif terhadap perubahan kondisi perekonomian global. Itu bisa dilihat bagaimana persepsi perbankan terhadap ekonomi Indonesia. Itu terindikasi saat melakukan semacam roadshow ke luar negeri, masih banyak investor sangat tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

”Investor berharap masuk bursa untuk membeli beragam saham seperti property,” tutur Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro. (dai/jpg)

Berita Sebelumnya

Penerimaan Pajak Masih 80 Persen
Penerimaan Pajak Masih 80 Persen

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pinjaman untuk Besarkan BUMN

Pinjaman untuk Besarkan BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno kesal utang usaha berpanji merah putih mencapai ribuan triliun.


Utang Riil BUMN Rp2.448 Triliun

Utang Riil BUMN Rp2.448 Triliun

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengklaim jumlah utang 143 perusahaan hingga kuartal tiga 2018 sejumlah Rp2.448 triliun.


Jumlahnya Membengkak, Pemerintah Klaim Rasio Utang BUMN Aman

Jumlahnya Membengkak, Pemerintah Klaim Rasio Utang BUMN Aman

BUMN mencatat utang perusahaan pelat merah Rp5.271 triliun. Itu melesat 132,92 persen dari periode 2016 di kisaran Rp2.263 triliun.


Suku Bunga Ganjal Ekonomi

Suku Bunga Ganjal Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi tahun depan penuh tantangan. Tekanan eksternal diprediksi masih akan menggandoli.


BUMN Bangun Pabrik AMDK di Surabaya

BUMN Bangun Pabrik AMDK di Surabaya

Bisnis air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia masih potensial.


Suku Bunga Tinggi, Perbankan Tak Risau

Suku Bunga Tinggi, Perbankan Tak Risau

Sejumlah pihak menganggap era suku bunga tinggi sudah dimulai.


Bunga Deposito Sudah 8,59 Persen

Bunga Deposito Sudah 8,59 Persen

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menaikkan suku bunga penjaminan atau LPS rate 25 basis poin (bps).


BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan

Bank Indonesia (BI) diprediksi menahan suku bunga acuan di angka 5,75 persen.


Suku Bunga Acuan Naik Lagi

Suku Bunga Acuan Naik Lagi

Merespons Bank Sentral AS yang menaikkan suku bunga acuannya 25 basis poin (bps) menjadi 2–2,25 persen, Bank Indonesia (BI) pun ikut mengetatkan kebijakan monet


Pemerintah Pangkas Pajak Bunga

Pemerintah Pangkas Pajak Bunga

Pemerintah berencana memangkas pajak bunga obligasi.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!