Ekonomi
Share this on:

Butuh Realisasi, Bukan Rencana

  • Butuh Realisasi, Bukan Rencana
  • Butuh Realisasi, Bukan Rencana

SAMARINDA - Rencana pemerintah menghadirkan sektor hilirisasi untuk komoditas seperti minyak kelapa sawit disambut positif para pengusaha Kaltim. Pasalnya saat ini, semua produk yang dikirim masih berupa crude palm oil (CPO). Jumlah produksi CPO yang cukup baik, memang sudah sepantasnya memiliki produk hilirisasi.

Diketahui saat ini, capaian luasan kebun kelapa sawit mencapai 1,19 juta hektare (ha). Sedangkan capaian produksinya adalah 13,13 juta ton tandan buah segar (TBS). Dengan jumlah pabrik mencapai 78 unit atau 3.965 ton per jam kapasitas terpakai. Maka produksi CPO Kaltim mencapai 2,890 juta ton.

Pembina Gapki Kaltim Azmal Ridwan mengatakan, berbicara sawit memang tidak boleh hanya sebatas CPO. Hilirisasi harus menjadi fokus utamanya. Saat ini, Tiongkok membeli CPO dalam bentuk mentah, lalu mereka olah dan menghasilkan produk. Produk tersebut dibeli kembali oleh Indonesia.

“Ini sudah berulang kali dikatakan oleh para pengusaha. Kenapa tidak kita yang membuat produk hilirisasinya dahulu baru kita jual berupa produk jadi. Selama ini, yang dibahas hanya mengenai ekspor CPO, kenapa kita tidak berbicara produk hilirisasi untuk ekspor,” katanya kepada Kaltim Post, Senin (16/7).

Menurutnya, hilirisasi yang harus digalakkan bukan hanya sekadar dipikirkan atau direncanakan. Hilirisasi harusnya dilakukan sejak dulu, karena untungnya jauh lebih banyak. Lalu, produksi CPO kita bisa gunakan dengan jauh lebih banyak.

Selama ini, ekspor belum maksimal karena negara-negara lain membeli CPO dalam bentuk mentah. Lalu, CPO yang dibeli, diolah kembali untuk menghasilkan berbagai produk turunan yang lalu dikembalikan ke Indonesia oleh mereka. Sebut saja, seperti sabun, minyak goreng, hingga produk cokelat yang menggunakan minyak inti sawit.

“Nah, itu kita beli kembali di Indonesia. Padahal bahan dasarnya dari kita,” ujarnya.

Menurutnya, upaya hilirisasi kelapa sawit memang harus menjadi fokus utama di masa mendatang. Kaltim memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy akan menjadi pusat hilirisasi memiliki peluang itu. Pemerintah diharap dapat membuka ruang dan peluang lebih besar untuk investor membuka bisnis atau pabrik turunan CPO. Sejauh ini, Gapki mencatat belum satu pun pabrik turunan CPO berdiri di Kaltim.

“Idealnya tak cuma CPO yang diekspor tapi produk turunan. Kaltim siap, jika benar akan dilakukan hilirisasi,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kilang Cilacap Akan Digarap Aramco

Kilang Cilacap Akan Digarap Aramco

Lawatan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi ternyata bukan sekedar umrah biasa.


Sektor Mikro Serap KUR Paling Banyak

Sektor Mikro Serap KUR Paling Banyak

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) mencatat terbanyak realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor usaha mikro.


EBT Butuh Perhatian Pemerintah

EBT Butuh Perhatian Pemerintah

Pemerintah belum berhasil menciptakan iklim fiskal dan kebijakan yang kondusif untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT).


Tiket Pesawat Picu Inflasi

Tiket Pesawat Picu Inflasi

Pemerintah perlu cermat menyikapi fenomena mahalnya tiket pesawat dan rencana penerapan kebijakan bagasi berbayar.


Momentum Andalkan Investasi Dalam Negeri

Momentum Andalkan Investasi Dalam Negeri

Insentif-insentif masih menjadi andalan untuk menggenjot realisasi investasi.


Permudah Emiten dan Investor

Permudah Emiten dan Investor

Emiten atau perusahaan yang mencari modal di bursa efek optimistis rencana perubahan kedua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 32 Tahun 2014.


Tahun Ini Keadaan Ekonomi Berbeda

Tahun Ini Keadaan Ekonomi Berbeda

Penerimaan negara dalam APBN 2018 boleh saja melampaui target. Namun, kontribusinya masih didorong penerimaan negara bukan pajak (PNBP).


Penyaluran KUR Capai 95 Persen

Penyaluran KUR Capai 95 Persen

Realisasi kredit usaha rakyat (KUR) hingga November 2018 telah mencapai Rp 118 triliun atau 95,7 persen dari target Rp 123,8 triliun.


Tarik Rencana Investasi Rp210,8 Triliun

Tarik Rencana Investasi Rp210,8 Triliun

Usaha memikat investor dengan pemberian fasilitas libur pajak (tax holiday) mulai menunjukkan hasil.


Pertamina Belum Ajukan Penyesuaian

Pertamina Belum Ajukan Penyesuaian

PT Pertamina (Persero) belum mengajukan rencana penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!