Ekonomi
Share this on:

Daya Beli Turun, Pelaku Usaha Kulit Kelimpungan

  • Daya Beli Turun, Pelaku Usaha Kulit Kelimpungan
  • Daya Beli Turun, Pelaku Usaha Kulit Kelimpungan

JAKARTA - Krisis ekonomi cukup ampuh memukul kelanjutan industri. Usaha dengan segala turunan dan tingkatannya tidak luput dari dampak negatif. Industri ditingkat usaha kecil dan menengah (UKM) juga tidak bisa mengelak.

Memang tidak sampai membangkrutkan kelanjutan usaha. Tetapi, kalau situasi dan kondisi tidak mengalami perubahan signifikan, bukan tidak mungkin pelaku UKM berujung gulung tikar. Sebab, jangankan mengoleksi untung, untuk sekadar bertahan di tengah gempuran krisis, sudah tergolong luar biasa.

”Keadaan tengah lesu. Permintaan menurun dan berakibat pada pendapatan tidak terlalu signifikan. Bisa menutupi operasional sehari-hari sudah termasuk sangat beruntung,” tutur Owner Kulit Mas, Tri Widodo.

Kulit Mas, memproduksi beragam hasil kerajinan tangan dari kulit buaya. Produk kerajinan tersebut diolah dari kulit asal Merauke. Misalnya, tas wanita, dompet, sepatu pria dan wanita, sabuk hingga gantungan kunci. Hasil kerajinan tangan berbahan dasar kulit itu tergolong sepi peminat.

”Kalau sebelum ada krisis, pembeli itu tidak banyak nawar. Sekarang rumit, kadang hampir mendekati deal, eh tidak jadi,” ucap Tri.

Tri sadar daya beli konsumen menurun. Karena itu, sebagai pelaku usaha rumahan, ia tidak mengandalkan pendapatan dari penjualan hasil kerajinan kulit semata. Untuk menambah pendapatan tidak minus, Tri mengaku mencari pendapatan dari sumber lain. Sebab, tidak mungkin bertahan kalau hanya bersandar dan terpaku pada satu jenis usaha.

”Ya, kreatif dan inovatif. Tidak boleh apatis dalam situasi sulit,” tukas Tri mengulas.

Sebetulnya, produk hasil kerajinan kulit itu, dari segi banderol harga standar. Untuk kalangan tertentu, masalah harga tidak menjadi masalah. Artinya, harga itu tergolong relatif. Tas wanita dengan lima model dibanderol Rp4,5 juta hingga Rp12 juta, dompet wanita dengan banyak model dilabeli harga Rp750 ribu hingga Rp2,5 juta, sepatu pria dan wanita ditetapkan Rp1,5 juta hingga Rp4,5 juta, sabuk khusus laki-laki antara Rp850 ribu hingga Rp1,5 juta dan, gantungan kunci bisa ditebus seharga Rp30 ribu.

”Paling laris dompet cowok. Tidak mengerti mengapa kaum pria tidak banyak memburu dompet,” ucapnya.

UKM binaan Pertamina itu mengklaim tidak cukup hanya mengandalkan dari satu event ke event lainnya. Harus ada kreatif, supaya tetap bisa mengoperasikan tiga gerai yang tengah dikomandoi. Tiga gerai itu tersebar di Bandara Sentani, Swiss- Belhotel dan Ruko di Merauke.

”Untuk omset dan pendapatan tidak bisa kami ungkap. Ya, cukuplah untuk bertahan,” tukasnya. (far/jpnn)


Berita Sebelumnya

Infrastruktur Dongkrak Industri Cat
Infrastruktur Dongkrak Industri Cat

Berita Berikutnya

Industri Keramik Dapat Gas Murah
Industri Keramik Dapat Gas Murah

Berita Sejenis

Pemerintah Tambahi Plafon KUR Rp13,4 Triliun

Pemerintah Tambahi Plafon KUR Rp13,4 Triliun

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) punya keleluasaan untuk mengatasi masalah pembiayaan.


Pelaku Usaha Transportasi Tolak Rencana Kenaikan Tarif Tol

Pelaku Usaha Transportasi Tolak Rencana Kenaikan Tarif Tol

Kenaikan tarif tol yang akan mulai diberlakukan, Jumat (8/12) besok, ditolak pelaku usaha transportasi.


Subsidi Dongkrak Posisi Tawar

Subsidi Dongkrak Posisi Tawar

Tahun depan pemerintah mematok penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sejumlah Rp120 triliun.


Empat Bank Bentuk Konsorsium Services

Empat Bank Bentuk Konsorsium Services

Perusahaan-perusahaan switching serta bank umum kelompok usaha (BUKU) 4 atau bank-bank besar akan membentuk perusahaan konsorsium services.


Menkeu Enggan Komentari Rendahnya Inflasi Inti

Menkeu Enggan Komentari Rendahnya Inflasi Inti

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati enggan berbicara banyak mengenai rendahnya inflasi inti yang berkaitan dengan daya beli.


Cari Mobil Seken? Ke Bursa Mobil Saja

Cari Mobil Seken? Ke Bursa Mobil Saja

Puluhan unit dan merek mobil ternama dihadirkan dalam gelaran Bursa Jual Beli Mobil Bekas Sinarmas Mulfinance di Halaman Kantor Samsat Tegal.


Inalum Resmi Pimpin Holding BUMN Tambang

Inalum Resmi Pimpin Holding BUMN Tambang

Empat BUMN (badan usaha milik negara) resmi bergabung dalam holding BUMN pertambangan terhitung mulai 29 November 2017.


UKM Terbukti Ampuh Tahan Gempuran Krismon

UKM Terbukti Ampuh Tahan Gempuran Krismon

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop & UKM) mendorong kemitraan usaha besar dan kecil.


Rangsang Pelaku UMKM Kreatif

Rangsang Pelaku UMKM Kreatif

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan usaha rintisan (start-up) untuk inovasi.


Tambang Dikuasai Swasta dan Asing

Tambang Dikuasai Swasta dan Asing

Penguasaan sumber daya alam oleh negara melalui perusahaan BUMN, masih sangat minim. Khususnya untuk sektor pertambangan.



Kolom

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!