Ekonomi
Share this on:

Dikerek Konsumsi, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Naik

  • Dikerek Konsumsi, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Naik
  • Dikerek Konsumsi, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Naik

JAKARTA - Momen Ramadan dan Lebaran akan berimbas pada peningkatan pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2019. Pada perayaan keagamaan itu akan meningkatkan konsumsi masyarakat.

"Pengaruh konsumsi masyarakat, karena puasa dan Lebaran. Juga mudah-mudahan investasinya sudah agak ngangkat setelah kuartal I," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (28/5) kemarin.

Mengenai kondisi dalam negeri adanya aksi-aksi unjuk rasa pasca 22 Mei 2019 atau pengmuman hasil Pemilihan Umum (Pemilu), diharapkan tidak berdampak besar pada investor asing. Karena aksi massa hanya berlangsung sementara.

"Saya melihatnya tidak menimbulkan sentimen negatif," ujar Bambang.

Dengan melihat dua kondisi itu, Bambang meyakini pertumbuhan ekonomi nasional akan meningkat dibandingkan kuartal 1 2019 yang tumbuh 5,07 persen. "Kalau melihat musiman biasanya kuartal I lebih rendah, baru kuartal berikutnya lebih baik. Kuartal I kan 5,07 persen. Jadi kuartal II akan di atas itu," ucap Bambang.

Bambang juga melihat sektor ekspor dan investasi akan meningkat, bahkan geliat pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) akan semakin menggeliat.

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta menuturkan, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerintah mendorong mendorong ekspor dan investasi. Sebab ekspor dan investor menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

"Sejak 1990-an, struktur perekonomian belum optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusi konsumsi terhadap perekonomian masih terbatas di kisaran 9 persen dan tidak pernah tumbuh lebih tinggi," ujar Arif.

Nah berdasarkan kondisi tersebut, maka kunci pertumbuhan ekonomi saat ini hanya dua, yakni kenaikan ekspor dan investasi. Selain itu, menurut Arif, pemerintah juga memperhatikan pelaku UMKM. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM, sebanyak 98,7 persen usaha di Indonesia merupakan usaha mikro, yang menyerap 89,17 persen tenaga kerja domestik serta berkontribusi sebanyak 36,82 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen dapat terwujud apabila UMKM diberdayakan. Tentunya hal ini harus dilakukan melalui kebijakan dengan eksekusi yang baik di sektor terkait," ucap Arif.

Terpisah, ekonom Indef Nailul Huda mengatakan memang pertumbuahan ekonomi akan meningkatkan setelah momen Ramadna dan Lebaran. "Secara historis, pertumbuhan ekonomi di mana ada peristiwa bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri mengalami kenaikan dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada tahun 2016-2018, pertumbuhan ekonomi kuartal II lebih tinggi dibandingkan kuartal 1," ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (28/5).

"Pada tahun ini saya prediksi akan ada perputaran uang sebesar Rp175 triliun pada Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Tapi pertumbuhan kuartal 2 ini akan ditopang oleh konsumsi masyarakat," sambung Huda.

Ekonom Indef lainnya, Eko Listiyanto berpandangan yang sama Huda. Bahwa pertumbuhan ekonomi trennya selalu lebih baik dari kuartal sebelumnya pasca Ramadan dan Lebaran. "Secara umum memang biasanya puncak momen pertumbuhan ekonomi terjadi di triwulan yang ada hari lebarannya. Jadi kemungkinan triwulan II 2019 memang akan tumbuh lebih tinggi dari triwulan I," kata Eko.

Dia juga memperkirakan kondisi investasi akan meningkat karena adanya momen Lebaran. "Terkait investasi biasanya juga naik saat momen lebaran," pungkas Eko. (din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Pengguna Gas Bumi Merosot
Pengguna Gas Bumi Merosot

Berita Sejenis

Impor Naik 34,96 Persen di Juli 2019

Impor Naik 34,96 Persen di Juli 2019

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor sepanjang bulan Juli masih tinggi, yakni 34,96 persen menjadi 15,51 miliar dolar


Ribetnya Regulasi Bikin Hambat Investasi

Ribetnya Regulasi Bikin Hambat Investasi

Bank Indonesia (BI) menyebutkan investasi di kuartal II tahun ini bergerak tipis 5,01 persen atau lebih rendah


Defisit Transaksi Berjalan 3,04 Persen Masuk Bahaya

Defisit Transaksi Berjalan 3,04 Persen Masuk Bahaya

Bank Indonesia (BI) mencatat defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal II 2019 sebesar 8,4 miliar dolar AS atau setara 3,04 persen


Masyarakat Kena Dampak Tumpahan Minyak Karawang

Masyarakat Kena Dampak Tumpahan Minyak Karawang

Insiden tumpahan minyak PT Pertamina (Persero) yang terjadi di Karawang hampir dua pekan ini dinilai berdampak pada kehidupan ekonomi nelayan


Pemerintah Siapkan 4 Jurus Tingkatkan Mutu Ekonomi

Pemerintah Siapkan 4 Jurus Tingkatkan Mutu Ekonomi

Untuk meningkatkan mutu ekonomi Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menyiapkan empat jurus jitu yakni daya saing, produktivitas, inovasi dan riset.


Usai Pertemuan Jokowi-Prabowo Subianto, Ekonomi RI Menggeliat

Usai Pertemuan Jokowi-Prabowo Subianto, Ekonomi RI Menggeliat

Pertemuan Ketua Umum Partai Gerinda Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo alias Widodo saat menjajal Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta


Kurs Rupiah Tinggi, Listrik Batal Naik Tahun Depan

Kurs Rupiah Tinggi, Listrik Batal Naik Tahun Depan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memperkirakan jika kurs rupiah terus menguat dan harga minyak tidak menurun


Tarif Listrik Tidak Naik

Tarif Listrik Tidak Naik

Pemerintah menyatakan tidak melakukan penyesuaian tarif listrik hingga akhir tahun 2019.


Tahun Depan Tarif Listrik Naik

Tahun Depan Tarif Listrik Naik

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pada 2020 mendatang, mekanisme tariff adjustment.


Inflasi Diprediksi Melonjak, Jika Harga BBM Subsidi Naik

Inflasi Diprediksi Melonjak, Jika Harga BBM Subsidi Naik

Pemerintah tengah was-was inflasi lebih tinggi dari proyeksi pemerintah tahun ini sebesar Rp3,5 persen.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!