Ekonomi
Share this on:

Dirjen IKMA Kemenperin Kunjungi PT Lakumas

  • Dirjen IKMA Kemenperin Kunjungi PT Lakumas
  • Dirjen IKMA Kemenperin Kunjungi PT Lakumas

TINJAU PROSES – Dirjen IKMA Kemenperin didampingi direktur PT Lakumas meninjau proses tenun di PT Lakumas, Senin (5/8).(k. anam s/radar tegal)

LEBAKSIU - Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih mengunjungi PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati (Lakumas), Senin (5/8).

Kunjungan tersebut bersamaan acara silaturahmi dengan pelaku usaha sarung tenun goyor yang diselenggarakan PT Lakumas.

Gati menyampaikan, kunjungan ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung dukungan PT Lakumas untuk IKM.

“Masalah utama IKM adalah bahan baku. Nah, PT Lakumas ini kan support, jadi saya harus hadir dong. Ternyata sudah sejak sepuluh tahun lalu membantu IKM, saya baru tahunya belakangan. Kami sangat berterimakasih kepada PT Lakumas,” kata Gati.

Sehubungan dengan bahan baku untuk IKM, Kemenperin mempunyai program Material Center, namun tidak mudah dalam implementasinya. Sedangkan untuk pemasaran produk, Kementerian menyiapkan E-Smart IKM. Dengan Artificial Intelligence dalam aplikasi tersebut, pelaku usaha bisa mengetahui produk mana yang laku di pasaran.

Selanjutnya, pemerintah daerah (pemda) diminta tidak hanya menyiapkan perajin, melainkan mensuplai tenaga kerja. Kemenperin mempunyai program mendidik, melatih, dan mensertifikasi mereka. Menurut Gati, dalam pengembangan industri di daerah, yang terpenting adalah kesadaran pemda. Sehingga, pemerintah pusat lebih mudah dalam mensupport.

“Apabila pemda tidak aware, pemerintah pusat sakit kepala,” ungkap Gati.

Direktur PT Lakumas Erick Halim mengemukakan, kedatangan Dirjen IKMA merupakan tindaklanjut dari pertemuan pertama Maret lalu. Sudah sepuluh tahun PT Lakumas menyuplai benang ke industri sarung tenun goyor. Transformasi dari perusahaan full ekspor menjadi supplier utama sarung tenun goyor merupakan komitmen PT Lakumas mendukung IKM yang berbasis kerakyatan.

Sarung tenun goyor merupakan produk kerajinan unggulan Kabupaten Tegal yang telah merambah pasar Afrika. Industri ini menyerap ribuan tenaga kerja, dan menghasilkan devisa ekspor Rp250 miliar setiap tahunnya. Keberadaan industri ini sangat penting, karena juga memberdayakan lansia, difabel, ibu rumah tangga, dan warga berpendidikan rendah.

Saat ini, tantangan terbesar industri ini adalah kurangnya sumber daya manusia yang berminat menjadi perajin tenun. Sehingga, pelaku yang ada beroperasi di bawah kapasitas mesin tenun yang tersedia. Di wilayah Kabupaten Tegal, diperkirakan kurang dari 50 persen mesin tenun yang beroperasi karena kekurangan tenaga tenun.

Apabila dari sisi bahan baku PT Lakumas hadir menjadi solusi, pemda diharapkan hadir dalam memberi pelatihan sumber daya manusia dan menjadikan sarung tenun goyor sebagai ikon daerah, sehingga menarik generasi muda untuk menjadi pelaku usaha.

“Dengan acara ini, kami berharap dapat memperkuat kolaborasi PT Lakumas, pelaku usaha, didukung kementerian dan pemda,” ujar Erick. (nam/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pakaian Impor China Mulai Gerus Produk Dalam Negeri

Pakaian Impor China Mulai Gerus Produk Dalam Negeri

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat memasuki bulan suci Ramadan penjualan produk makanan minuman dan produk tekstil mengalami peningkatan.


Pekerja Industri Diproyeksi Naik 8 Persen

Pekerja Industri Diproyeksi Naik 8 Persen

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memprediksi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri akan naik 8 persen sampai 2035 mendatang.


Ingin Diskon Emas Per Gram? Segera Kunjungi Toko Emas Hidup Banjaran

Ingin Diskon Emas Per Gram? Segera Kunjungi Toko Emas Hidup Banjaran

Ratusan pengunjung memadati Grand Opening Toko Hidup Banjaran Cabang ke-7 di Jalan A Yani Kota Tegal, Senin (19/11) lalu.


Ekspor Sepeda Motor Ditarget Tumbuh 10 Persen

Ekspor Sepeda Motor Ditarget Tumbuh 10 Persen

Iklim pasar roda dua di Indonesia dipacu. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta produsen sepeda motor atau agen pemegang merek (APM) bisa meningkatkan


Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring dengan keluarnya Surat Edaran Dirjen Pajak No SE-15/PJ/2018 tentang Kebijakan Pemeriksaa


PT Lakumas Dukung Industri Tenun ATBM

PT Lakumas Dukung Industri Tenun ATBM

Berdiri pada 1998 di Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati merupakan satu-satunya pabrik pemintalan di Tegal.


Industri Digital Tumbuh 11 persen

Industri Digital Tumbuh 11 persen

Kementrian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksi industri digital tumbuh di atas 11 persen per tahun. Proyeksi itu mulai terjadi edisi tahun depan.


Lindungi Industri Alas Kaki Lokal, Bea Keluar Kulit Hewan Bakal Naik

Lindungi Industri Alas Kaki Lokal, Bea Keluar Kulit Hewan Bakal Naik

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana menaikkan bea keluar (BK) untuk bahan baku kulit hewan.


Industri Perkapalan Mulai Difokuskan Kemenperin

Industri Perkapalan Mulai Difokuskan Kemenperin

Industri perkapalan nasional semakin diakui kemampuannya membangun berbagai jenis kapal untuk kebutuhan militer.


Saatnya Permudah Ekspor Limbah Industri

Saatnya Permudah Ekspor Limbah Industri

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang ingin melakukan ekspor sisa limbah logam industri.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!