Ekonomi
Share this on:

Dongkrak Ekspor Temukan Kendala

  • Dongkrak Ekspor Temukan Kendala
  • Dongkrak Ekspor Temukan Kendala

JAKARTA - Sebagaimana perintah Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) untuk menggeliatkan pasar ekspor di mancanegara, namun tidak semudah yang diharapkan. Sebab terdapat sejumlah kendala yang berasal dari internal dan eksternal.

Kementerian Perdagangan (Kemendag), menyebutkan permintaan dunia sebesar 81 persen adalah barang manufaktur dan 19 persen komoditas primer.

"Indonesia masih mengekspor 46 persen barang yang dihasilkan dari sumber daya alam," ujar Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag Kasan di Jakarta, kemarin (20/8).

Sementara, lanjut dia, untuk tantangan eksternal datang dari perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Cina.

"Turunnya harga komoditas juga memengaruhi serta aturan organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization/WTO)," tutur dia.

Tahun ini, pemerintah manargetkan ekspor nonmigas tumbuh sebesar 8 persen dengan nilai 175 miliar dolar AS. Produknya antara lain mebel dan produk kayu, makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik dan produk kimia.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah memfokuskan melakukan produk ekspor yang masih mentah sehingga bisa meningkatkan nilai tambah.

"Selain itu kita juga melakukan perbaikan manajemen untuk impor dan ekspor," ucap dia.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah menilai di tengah kondisi global yang melambat akan membuat permintaan produk menjadi berkurang.

"Maka ekspor Indonesia akan sangat sulit untuk meningkat secara signifikan. Kemungkinannya pertumbuhan ekspor masih akan mengalami perlambatan," kata Pieter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (20/8).

Menurut dia, untuk meningkatkan ekspor membutuhkan waktu, sehingga akan menciptakan produk-produk yang berdaya saing tinggi.

"Pemerintah memang sulit mengatasi permasalahan struktural ini dalam jangka pendek. Hal ini hanya bisa diatasi dalam jangka menengah panjang dengan membangun kembali industri manufaktur yang mampu memproduksi produk-produk ekspor yang berdaya saing," tutur dia.

Dia pun meminta pemerintah mengeluarkan kebijakan yang konkret sehingga harapan dan keinginan tersebut dapat terwujud.

"Kita memang kaya sumber daya alam tapi kita tidak cukup membangun industri pengolahannya. Kebijakan Smelter saja maju mundur. Pemerintah perlu lebih tegas dalam membangun industri hulu dan hilir dengan didukung kebijakan perdagangan internasional yang tepat," kata dia.

Maka, dengan pidato kenegaraan Presiden Jokowi yang akan merampingkan Kementerian, dianggap sangat tepat untuk mendongkrak volume ekspor.

"Saya kira keputusan pemerintah menggabungkan kementerian industri dan perdagangan internasional apabila benar akan bisa mengatasi kelemahan ini," pungkas dia. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Regulasi IMEI Ponsel Masih Digodok
Regulasi IMEI Ponsel Masih Digodok

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

DP Kendaraan Turun Tak Mampu Dongkrak Daya Beli Masyarakat

DP Kendaraan Turun Tak Mampu Dongkrak Daya Beli Masyarakat

Dengan diturunkannya uang muka atau down payment (DP) kendaraan bermotor dan properti mulai 2 Desember 2019


Dijegal Uni Eropa, Ekspor CPO Malah Naik

Dijegal Uni Eropa, Ekspor CPO Malah Naik

Di tengah diskriminasi atau boikot yang dilakukan Uni Eropa terhadap produk minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia


Permendag No 29/2019 Cacat Hukum

Permendag No 29/2019 Cacat Hukum

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 29 Tahun 2019 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan kembali menuai protes keras.


Hapus Label Halal, Pemerintah Timbulkan Kegaduhan

Hapus Label Halal, Pemerintah Timbulkan Kegaduhan

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 29 Tahun 2019 tentang ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan


Ekspor Kerajinan Tangan Lesu

Ekspor Kerajinan Tangan Lesu

Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Bali, mengeluhkan ekspor produk kerajinan tangan mengalami kelesuan


Tim Independen PLN Belum Temukan Penyebab Blackout

Tim Independen PLN Belum Temukan Penyebab Blackout

Seminggu sudah berlalu insiden mati listrik massal alias blackout.


Ini Lima Jurus Jitu Genjot Ekspor Pertanian

Ini Lima Jurus Jitu Genjot Ekspor Pertanian

Sesuai arahan Presiden Jokowi, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian terus berupaya meningkatkan volume ekspor produk pertanian.


Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton

Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton

Penjegalan sawit Indonesia di Uni Eropa diperkirakan membuat ekspor sawit tahun ini menurun sebanyak 30 juta ton hingga akhir tahun 2019 ini.


Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor

Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan komoditas ayam dan telur saat ini telah dinyatakan surplus.


Industri Tekstil Masih Menjanjikan

Industri Tekstil Masih Menjanjikan

Pemerintah tengah membidik nilai ekspor dari industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) sepanjang tahun 2019 akan menembus USD15 miliar.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!