Ekonomi
Share this on:

Dorong Investor, Cukup UU Investasi

  • Dorong Investor, Cukup UU Investasi
  • Dorong Investor, Cukup UU Investasi

JAKARTA - Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk menggeliatkan investor asing di pasar domestik. Namun pada kenyataannya nihil. Upaya terakhir ditempuh adalah lewat kebijakan omnibus law. Diharapkan menggairahkan sektor investasi di Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, sebetulnya pemerintah telah menyederhanakan 72 peraturan perizinan, namun rupanya belum juga efektif.

"Ternyata setelah kita telusuri, ada 72 undang-undang yang mengatur perizinan di republik ini. Ada izin di kementerian lembaga, pemda. Ini yang jadi pada praktiknya perizinan kita masih lamban," ujar dia di Jakarta, Senin (23/9).

Sebagai solusi, kata dia, pemerintah bakal menggunakan cara omnibus law atau menggabungkan sejumlah aturan menjadi satu alias UU tentang perizinan.

"Dari 72 perizinan itu kalau kita revisi satu per satu kan sampai kiamat nggak akan selesai. Maka supaya cepat prosesnya, nanti kita cabut perizinan-perizinan yang tak diperlukan sehingga dimasukkan ke dalam omnibus law," kata dia.

Dengan begitu, dia meyakini proses perizinan di pusat maupun di pemda akan berjalan lebih singkat.

"Jadi, perizinan bisa lebih singkat," ucap dia.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah sepakat dengan pemangkasan regulasi yang selama ini menghambat investasi di dalam negeri.

"Pemangkasan regulasi memang dibutuhkan agar hambatan investasi bisa dikurangi. Saat pertumbuhan investasi asing cenderung melambat bahkan pada tahun 2018 sudah negatif. Jadi memang perlu gebrakan," ujar Pieter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Senin (23/9).

Namun, dia meragukan bila mengandalkan kebijakan omnibus law, pertumbuhan investasi tetap tidak bergerak naik. Sebab harus dibarengi dengan koordinasi antara pusat dan daerah.

"Tapi hanya dengan omnibus law saya perkirakan pertumbuhan investasi tidak akan mengalami lonjakan. Butuh langkah-langkah lain mengiringi omnibus law. Perlu perbaikan dalam hal konsistensi kebijakan, peningkatan koordinasi pusat dan daerah dan juga perbaikan mekanisme pembebasan lahan. Hambatan investasi selama ini tidak hanya diregulasi," tutur dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengeluhkan masih memburuknya pelayanan perizinian terintegrasi secara online atau Online Single Submission (OSS).

"Kami melihat jumlah pengguna OSS semakin bertambah dari hari ke hari. Masih banyak hal-hal yang perlu diperbaiki, khususnya dalam hal pengembangan sistem OSS untuk melayani pelaku usaha," ujar Tom.

Yang perlu diperbaiki kata dia, menumpuknya antrean layanan OSS di PTSP Pusat BKPM yang seharusnya bisa menggunakan sistem online. Jadi tidak perlu datang ke BKPM.

Dilansir data dari BKPM, mencatat realisasi investasi sepanjang 2018 hanya Rp721,3 triliun. Investasi hanya naik 4,1 persen dari 2017 yang sebesar Rp692,8 triliun.

Secara persentase, realisasi itu jelas menurun kalau dibandingkan dengan 2017 lalu yang pertumbuhannya masih bisa mencapai dua digit, yakni 13,1 persen dari posisi 2016 sebesar Rp612,8 triliun. (din/fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bank Investasi Syariah Beroperasi Tahun Depan

Bank Investasi Syariah Beroperasi Tahun Depan

Kajian pembentukan bank investasi syariah (BIS) sampai saat ini masih diberlakukan.


Gandeng Rubberman, Dunlop Tanam Investasi Senilai Rp1 Triliun

Gandeng Rubberman, Dunlop Tanam Investasi Senilai Rp1 Triliun

Dunlop Aircraft Tyres berencana akan investasi retreading dan produksi band pesawat terbang di Indonesia.


Pembatalan Rencana Kenaikan Gas Industri Rugikan Investor

Pembatalan Rencana Kenaikan Gas Industri Rugikan Investor

Pembatalan rencana kenaikan harga gas industri oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN)


Menperin Dorong Transformasi Industri Manufaktur

Menperin Dorong Transformasi Industri Manufaktur

Kementerian Perindustrian tengah menempuh sejumlah langkah strategis untuk merevitalisasi industri manufaktur di dalam negeri.


Capaian Positif, Investasi Hulu Migas Naik 11 Persen

Capaian Positif, Investasi Hulu Migas Naik 11 Persen

Hingga September 2019, nilai investasi hulu migas telah mencapai US$8,4 miliar.


Ekspor Hasil Industri Tekstil dan Alas Kaki Sumbang Hampir USD19 Miliar

Ekspor Hasil Industri Tekstil dan Alas Kaki Sumbang Hampir USD19 Miliar

Industri tekstil, kulit dan alas kaki merupakan salah satu sektor penyumbang devisa negara yang cukup signfikan.


Tahun Depan, Manufaktur Dapat Tekanan Kuat

Tahun Depan, Manufaktur Dapat Tekanan Kuat

Industri manufaktur hingga kuartal III/2019 berakhir menunjukkan angka positif. Namun, ekonom menilai tahun depan sektor manufaktur mendapat tekanan yang cukup


Investasi di Indonesia Tak Seksi Lagi?

Investasi di Indonesia Tak Seksi Lagi?

Dua perusahaan raksasa minyak asal Amerika Serikat (AS), yakni Exxon Mobil dan Chevron dikabarkan bakal hengkang dari Indonesia.


Investasi, Prioritas Pembiayaan Infrastruktur

Investasi, Prioritas Pembiayaan Infrastruktur

Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) yang memfasilitasi pembiayaan infrastruktur tanpa utang dan tidak membebani APBN mencapai Rp29,3 triliun


Pertumbuhan Ekonomi Digital Bantu Geliatkan Investasi

Pertumbuhan Ekonomi Digital Bantu Geliatkan Investasi

Perkembangan ekonomi digital di Tanah Air cukup tumbuh secara signifikan. Hal itu bisa mendorong investor asing menanamkan modalnya ke Indonesia.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!