Ekonomi
Share this on:

Dorong Kesadaran Pajak dari Kampus

  • Dorong Kesadaran Pajak dari Kampus
  • Dorong Kesadaran Pajak dari Kampus

BALIKPAPAN - Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Kalimantan Timur dan Utara terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perpajakan. Kali ini, direktorat di bawah Kementerian Keuangan tersebut menjalankan program tax center di kalangan mahasiswa dan dosen.

Kepala DJP Kaltimra Samon Jaya mengatakan, langkah ini merupakan salah satu strategi untuk memberikan edukasi perpajakan kepada masyarakat sehingga kesadaran pajak bisa meningkat.

“Saya akui, kesadaran pajak masyarakat Kaltimra ini masih rendah. Bisa dilihat dari setoran tiap tahun kami kesulitan mencapai target. Tapi dengan program dan berbagai upaya kami lakukan perlahan kesadaran pajak bisa terbangun,” ucapnya usai pengukuhan pengurus Asosiasi Tax Center Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (Atpetsi) wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Selasa (18/12) di Kantor DJP, Jalan Ruhui Rahayu, Balikpapan.

Ia menjelaskan, tax center nantinya menjadi pusat informasi dan edukasi perpajakan bagi mahasiswa dan dosen. Dengan demikian, pajak sudah tertanam sejak dini dan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran pajak di masa depan.

Saat ini, jumlah tax center di Kalimantan ada 19. Jumlah ini terbilang belum terlalu banyak. Hanya saja dengan pengukuhan keanggotaan bisa memancing agar tumbuh lebih banyak lagi.

“Jadi sistemnya, dosen akan kami membina dan memberi pengetahuan sekaligus update tentang pajak. Dan merekalah yang akan menularkan kepada anak didiknya. Tiap tahunnya kami akan melakukan evaluasi. Kegiatan yang dilakukan biasanya seminar perpajakan dan agenda lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, realisasi pajak tahun ini, sampai Senin (17/12) mencapai 86,51 persen dari target Rp 20,83 triliun. Lebih tinggi dari angka nasional yakni 85,83 persen. Year on year tumbuh 10,56 persen. Sebagai informasi, empat tahun ke belakang tak kunjung capai target. Di 2014, target Rp 17,5

triliun, hanya tercapai 88,83 persen. Lanjut 2015, target Rp 23,44 triliun hanya berhasil mengejar setoran pajak 73,49 persen. Target pajak tahun berikutnya Rp 23,9 triliun kembali tidak mencapai target atau hanya 67,96 persen. Melihat hal itu, pusat menurunkan target pajak untuk Kaltimra di 2017 menjadi Rp 20,62 triliun. Namun hanya bisa mengejar 79,13 persen dari target yang dibebankan.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Atpetsi Darussalam mengatakan, sebagai wadah koordinasi dan kerja sama tax center serta mitra Ditjen Pajak, kehadiran pengurus Atpetsi di wilayah Kaltimtara diharapkan dapat membina dan meningkatkan kesadaran perpajakan. “Juga untuk mendorong lahirnya tax center lain di Kaltim sehingga dapat meningkatkan edukasi ke wajib pajak,” katanya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah Kaltimtara Atpetsi Cornelius Rantelangi mengatakan, saat ini baru 12 tax center di seluruh Kaltimtara. Dia menargetkan dapat mendorong lahirnya tax center di seluruh perguruan tinggi yang ada di Kaltimtara.

“Jumlah perguruan tinggi kan cukup banyak dengan civitas akademik yang dapat membantu meningkatkan kesadaran perpajakan,” tuturnya.

Cornelius menambahkan kewajiban perpajakan merupakan kewajiban seorang warga negara selain soal bela negara. Selama ini, mayoritas sumber pendanaan negara berasal dari pajak. “Dengan peningkatan kesadaran perpajakan otomatis akan meningkatkan kemandirian bangsa dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan,” tukasnya.

Rencananya, setelah pelantikan, Cornelius akan menggelar banyak pelatihan guna meningkatkan informasi perpajakan kepada para dosen dan civitas akademik di perguruan tinggi yang ada di Kaltimtara. Dengan demikian, sosialisasi perpajakan untuk meningkatkan kesadaran perpajakan dapat semakin luas dilakukan. (aji/tom/k18/jpg)

Berita Sebelumnya

Kredit Konsumsi Masih Mendominasi
Kredit Konsumsi Masih Mendominasi

Berita Berikutnya

Divestasi Saham Freeport Segera Tuntas
Divestasi Saham Freeport Segera Tuntas

Berita Sejenis

Pajak Ekspor CPO Untungkan Pengusaha Sawit

Pajak Ekspor CPO Untungkan Pengusaha Sawit

Kebijakan pemerintah menerbitkan pungutan ekspor kepada seluruh pengusaha sawit sebesar 50 dolar AS per ton dan 30 dolar AS.


Pendidikan Vokasi Bakal Dikenai Pengurangan Pajak

Pendidikan Vokasi Bakal Dikenai Pengurangan Pajak

Demi menciptakan daya saing generasi masa depan yang cemerlang dan pintar di bidangnya masing-masing.


Pilpres Ulang, Ekonomi Indonesia Rugi Dua Kali Lipat

Pilpres Ulang, Ekonomi Indonesia Rugi Dua Kali Lipat

Tuntutan Tim Hukum Prabowo-Sandi yang menginginkan pemilihan presiden (pilpres) ulang mendapat penolakan dari para pelaku usaha.


Pemerintah Genjot Revitalisasi Pasar Tradisional

Pemerintah Genjot Revitalisasi Pasar Tradisional

Pasar tradisional bakal mendapatkan atensi dari pemerintah. Revitalisasi pasar jadi prioritas pada APBN 2019.


RI Kejar Pajak Perusahaan Teknologi

RI Kejar Pajak Perusahaan Teknologi

Pajak perusahaan-perusahaan over the top (OTT) seperti Google, Netflix, dan lain-lain bakal digarap serius.


Realisasi Barter Pesawat Sukhoi Rusia Tunggu Perintah

Realisasi Barter Pesawat Sukhoi Rusia Tunggu Perintah

Sejak tiga tahun lalu pemerintah melemparkan wacana akan melakukan barter hasil perkebunan dengan pesawat sukhoi dari Rusia.


Bisnis Ritel Untung Besar saat Lebaran

Bisnis Ritel Untung Besar saat Lebaran

Sejumlah sektor bsinis ritel modern mendapatkan kecipretan dari berkah bulan Ramadan dan Lebaran.


Pemblokiran Medsos Rugikan Masyarakat

Pemblokiran Medsos Rugikan Masyarakat

Pemblokiran sebagian fitur aplikasi di media sosial (medsos) yang dilakukan pemerintah mendapat protes dari berbagai kalangan.


Mudik Lewat Tol, Saldo E-Toll Maksimal Rp2 Juta

Mudik Lewat Tol, Saldo E-Toll Maksimal Rp2 Juta

Bank Indonesia bekerjasama dengan Perbankan dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyediakan lebih dari 100 layanan gerak Uang Elektronik (UE) di sejumlah rest area


China Balas Serangan Pajak Amerika

China Balas Serangan Pajak Amerika

Pemerintah China menyatakan telah mengenakan tarif pajak impor senilai $60 miliar dari Amerika Serikat.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!